|
Sulit sekali sekarang ini menjumpai orang sabar.
Kebanyakan serba cepat dan terburu-buru. Tak heran kalau di jalanan kita
kerap melihat orang saling memaki atau berkelahi. Padahal, mungkin
persoalannya sepele saja. Tetapi kesabaran itu ternyata tak lagi ada,
sehingga persoalan kecil diperbesar dan meledak-ledak.
Apalagi kalau diminta sabar dalam kesesakan atau
penderitaan, rasanya sulit kita menemukan orang yang memilikinya. Tetapi,
Tuhan ingin agar kita tetap sabar dan berserah kepada Tuhan, walaupun kita berada
dalam kesesakan, kesusahan dan penderitaan, seperti nasihat firman Tuhan di
dalam Roma 12:11-12.
Jangan mudah bersungut-sungut. Meskipun kesulitan,
tantangan, dan beban hidup sedang dihadapi. Serahkan semua persoalan kepada
Tuhan di dalam doa. Juga tekunlah menantikan waktu Tuhan. Kita harus sabar
dan mau menunggu waktu Tuhan. Jangan pernah mengambil jalan pintas dan
mengikuti jalan sendiri. Sebaliknya, rela dan tekun menantikan, karena
Tuhan akan bertindak tepat pada waktunya.
Tetaplah mengucap syukur. Orang sabar akan selalu
mengucap syukur bukan untuk musibah atau kesulitan yang dialaminya, tetapi
untuk penyertaan Tuhan yang setia menyertainya. Tuhan mengajar kita untuk
tetap mengucap syukur dalam segala perkara, supaya kita menyadari bahwa
segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita ada dalam pengawasan dan
pemeliharaanNya.
Cukupkan diri dengan apa adanya. Orang sabar tidak
boleh iri dengan keberhasilan orang lain. Sebaliknya, dia harus belajar
untuk selalu mencukupkan diri dengan apa adanya. Orang percaya jangan
menjangkau perkara-perkara yang tinggi di luar kemampuannya. Alkitab
menasihatkan kepada kita supaya kita setia pada perkara yang kecil, maka
Tuhan akan memberikan kepada kita perkara yang besar. Orang sabar selalu
mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala keadaan, dan ia selalu
mencukupkan diri dengan berkat-berkat Tuhan yang ia terima dengan apa
adanya. (GL)
|