TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN

"Tuhan Yesus tidak sekedar melakukan suatu tugas menjadi gembala yang  baik, tetapi Dia berkomitmen untuk mengasihi kita dan bahkan memberikan nyawaNya untuk kita"



Kamis, 29 September
Menang dalam Semua Kondisi
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21)

Bacaan: Filipi 1:15-26
Setahun: Daniel 10-12

Lois baru saja menjalani operasi kanker dan sedang merenung sendirian. Sebelumnya ia telah berhadapan dengan kematian, tetapi semuanya adalah kematian dari orang-orang yang dikasihinya—bukan dirinya sendiri.

Tiba-tiba ia sadar bahwa kehilangan orang yang ia kasihi lebih menakutkan baginya daripada kemungkinan ia kehilangan nyawanya sendiri. Ia jadi penasaran. Ia ingat bahwa ia pernah bertanya kepada dirinya sendiri sebelum menjalani operasi, "Apakah aku siap mati?" Jawaban langsungnya dari dahulu sampai sekarang adalah, "Ya, aku siap. Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamatku."

Berbekal kesiapan atas kematiannya yang terjamin, ia kini hanya perlu berkonsentrasi untuk hidup. Kematian itu akan ia jalani dengan takut atau   iman? Lalu seolah-olah Allah berkata, "Aku telah menyelamatkanmu dari maut kekal. Aku pun ingin menyelamatkanmu dari hidup yang dipenuhi ketakutan." Kutipan Yesaya 43:1 muncul dalam pikiran, "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku."

Sekarang Lois bersaksi, "Ya, aku adalah milik-Nya! Kenyataan ini lebih penting daripada pernyataan dokter bahwa saya mengidap kanker." Kemudian ia menambahkan, "Aku menang dalam semua kondisi, baik jika aku akan hidup atau mati!"

Pandangan Lois merupakan gema ucapan Paulus dalam bacaan hari ini, "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." Mari kita berdoa agar kata-kata itu bergaung di hati kita. Kepercayaan diri seperti itu akan membuat kita menang dalam semua kondisi –JEY



KITA DAPAT BENAR-BENAR HIDUP JIKA kita SIAP UNTUK MATI



Filipi 1:15-26
1:15 Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.
1:16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil,
1:17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.
1:18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,
1:19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.
1:20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.
1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
1:22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
1:23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik;
1:24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.
1:25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,
1:26 sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.



29

K A M I S





Hidup Yang Seutuhnya -- Ibrani 12:1-4














Lomba lari adalah atraksi yang biasa sejak 2.000 tahun yang lalu. Beranjak dari gambaran inilah, penulis surat Ibrani mengumpamakan kehidupan Kristen dengan sebuah arena. Banyak orang menggambarkan kekristenan lebih sebagai suatu peperangan atau pergumulan, namun bacaan hari ini mengajarkan kita bahwa kehidupan Kristen merupakan suatu perjalanan panjang menuju kekekalan.

Agar dapat berhasil di dalam perlombaan ini, kita harus memiliki "pendukung", yakni saudara-saudara kita yang bersorak ketika kita berhasil menang dan berdoa bagi kita pada waktu kita tersandung. Termasuk para pendukung kita disebutkan di dalam bacaan hari ini sebagai "awan-awan saksi". Yang dimaksud di sini adalah orang-orang percaya sejak zaman dulu, yakni mereka yang telah meninggalkan teladan yang baik. Kita tahu dari kisah-kisah di dalam Perjanjian Lama bahwa orang-orang ini tidak sempurna—seringkali mereka bimbang dan jatuh—namun Bapa tetap memakai mereka. Perhatikanlah 'kehidupan' mereka, maka kita akan memahami bagaimana mereka akhirnya mampu mencapai suatu kehidupan yang utuh.

Penulis surat Ibrani mendorong kita untuk "menanggalkan setiap rintangan." Setiap pelari akan berpakaian seringan-ringannya agar kecepatan lari mereka dapat maksimal. Selanjutnya kita harus membuat keputusan untuk menghadapi pertandingan hidup ini. Dan ketahuilah, Allah menghendaki agar kita berlari dengan baik di dalam perlombaan itu dan keluar sebagai pemenangnya.

Ingat banyak mata yang memperhatikan kita setiap hari, teruslah berjuang dengan memandang kepada-Nya. Jangan lupa Ia berjanji untuk selalu menyertai kita.



RENUNGAN HARI INI
Kamis, 29 September 2005



BUAH PERTOBATAN

Bacaan: Lukas 3: 8

"Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan"

Banyak orang boleh mengatakan bahwa ia sudah bertobat. Itu sah-sah saja. Namun, dalam konteks keimanan seorang Kristen buah dari pertobatan harus tampak dan dapat dirasakan orang lain. Sebab bukan sekedar pengakuan yang menyatakan pertobatan seseorang, juka bukan giatnya kita melakukan berbagai pelayanan rohani, tetapi manifestasi buah pertobatan tersebut seharusnya nyata dan bisa dirasakan orang lain.

Pertobatan yang kita lakukan bukan sekedar perkataan di hadapan manusia. Tetapi, sebagai orang percaya yang benar-benar bertobat haruslah sungguh-sungguh dan tulus mengakuinya di hadapan Allah. Sebab, tak sedikit orang yang bisa berbicara lugas dan tangkas mengakui pertobatan, namun dalam tindakannya masih banyak yang tak berkenan di hadapan Allah. Bahkan, tak jarang pula yang mampu bersikap manis di hadapan kita, tetapi di belakang "ganas" dan menyimpan rancangan jahat. Padahal, menurut pengakuan dirinya sudah bertobat.

Yesus mengatakan: "Setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara, dan dari duri tidak memetik buah anggur." (Lukas 6:44). Ini membuktikan hal yang logis dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai alami kehidupan kekristenan. Artinya, bahwa pertobatan seseorang akan termanisfestasi dari tindakan yang dilakukannya.

Satu hal yang harus disadari orang-orang percaya, bahwa kelak yang kita pertanggungjawabkan di hadapan Kristus, adalah buah pertobatan. Pertobatan bukanlah pemberian (karunia gratis), tetapi harga yang harus dibayar dan diperjuangkan. Artinya, saat kita mengambil keputusan untuk berjalan dalam terang Kristus, maka kita harus siap membayar harganya dalam tiap langkah kehidupan yang dihadapi. Bisa saja kita harus mendapat tantangan dari lingkungan rumah atau kerja. Bahkan tidak mustahil tantangan itu justru datang dari orang-orang terdekat dan sangat dikasihi. Jadi, pertobatan itu merupakan seseuatu yang harus kita raih dan pertahankan, sebagai sebuah konsekuensi keputusan yang kita ambil. Maju terus, Tuhan memberkati. (AS/TLT)




Doa:

Tuhan Yesus, mampukan aku mewujudkan pertobatanku dengan perbuatan-perbuatan kebenaran






SORGA AKAN BERSUKACITA MENYAMBUT ORANG YANG BERTOBAT DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH








================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




SPONSORED LINKS
Gpib Gpib card Gpib interface
Religion Gpib board Christianity


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke