|
Sebagai seorang pilihan Tuhan, Yusuf hidup dalam
kebenaran, oleh karena itulah ia berkenan dan disertai Tuhan. Dalam
pembelaan Tuhan,Yusuf mengalami keberhasilan yang luar biasa. Menjadi
seorang pilihan Allah bukan berarti Yusuf bebas dari masalah atau kesukaran
hidup. Alkitab mencatat bertubi-tubi ia mengalami cobaan sehingga membuat
Yusuf sangat menderita, bahkan hampir separuh dari masa hidupnya diwarnai
dengan berbagai pergumulan berat.
Orang yang disertai Tuhan jika hidupnya mengalami
cobaan itu bukan berarti karena mereka melakukan dosa. Ada
maksud mulia Allah dibaliknya. Beberapa contoh tentang orang-orang yang
hidup dalam penyertaan Tuhan mengalami cobaan berat, diantaranya: Abraham,
Ayub, Daud, Daniel, Yeremia, murid-murid TuhanYesus dan lainnya.
Maksud dan tujuan Tuhan dibalik pencobaan yang kita alami, diantaranya:
Tuhan ingin menguji kesetian kita, seperti yang dialami Ayub dan Abraham.
Tuhan ingin memurnikan iman kita (I Pet. 1:6,7; Yak. 1:2-5). Tuhan
menghendaki agar kita segera meninggalkan kehidupan lama yaitu hidup dalam
dosa beralih pada hidup dalam kebenaran ( Ibrani 12 :5-11). Kemudian, Tuhan
hendak menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya, seperti yang dialami Daniel dan
rekan-rekannya
Jadi bagi orang benar di balik pencobaan, ada
kemuliaan Allah yang sedang menunggu. Untuk itu, kita harus menyikapi
cobaan dengan benar, seperti yang dilakukan Yusuf. Sekalipun ia dihianati
oleh saudara-saudaranya, kemudian dijual sebagai budak kepada orang mesir,
lalu di difitnah oleh istri Potifar, Yusuf tetap tabah dan tidak berbuat
dosa dihadapan Tuhan. Akhirnya, karena kesetiaannya, Yusuf diberkati Tuhan.
Bagaimana dengan kita? Hidup ini tidak pernah
bebas dari masalah. Tuhan sendiri tidak pernah berjanji jika kita ikut Dia
tidak ada cobaan. Sebaliknya Ia berkata bagi kita yang mau
iring Tuhan harus siap menderita aniaya. Namun janganlah takut, sebab jika
kita hidup dalam penyertaan Tuhan, maka Tuhan akan membela dan menolong
kita, dan akan menuntun kita untuk meraih kemenangan-demi kemenangan.(JHW)
|