Salam,

Sonny Tutuarima

DSM-PPAd

021-2310108 ext 4921

Hijaukan Bumi Kita

 

 

Rabu, 13 Agustus
Cara Pandang
Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada
kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya (Bilangan
14:8)

Bacaan: Bilangan 14:1-14
Setahun: Yesaya 40-42

Seorang ibu meminta anak sulungnya membeli sebotol minyak. Dalam
perjalanan pulang, si sulung terjatuh. Minyak dalam botolnya tumpah
separuh. "Bu, tadi saya jatuh dan menumpahkan minyak setengah botol,"
katanya. Hari berikutnya, giliran si bungsu yang diminta sang ibu untuk
membeli minyak. Kejadian yang sama terulang. Dalam perjalanan pulang si
bungsu terjatuh dan minyak yang dibawanya tumpah separuh. "Bu, tadi saya
jatuh. Minyaknya tumpah, tetapi saya berhasil menyelamatkan separuhnya,"
katanya. 

Kejadiannya sama, tetapi ada satu hal yang membedakan, yaitu cara
pandang. Si sulung melihat pengalamannya secara negatif, sedang si
bungsu melihat pengalamannya secara positif. Itu pula yang terjadi pada
kedua belas orang pengintai yang diutus oleh Musa. Mereka melihat
kenyataan yang sama. Namun, mereka pulang dengan laporan yang jauh
berbeda. Sepuluh orang pengintai melihat dengan mata pesimis bahwa
tantangan yang mereka lihat tidak mungkin diatasi. Sedangkan dua
pengintai lainnya, Yosua dan Kaleb, melihat dengan optimis bahwa dengan
pertolongan Tuhan Yang Mahabesar mereka akan mampu mengatasi segala
tantangan yang ada di depan. 

Kuncinya adalah berfokus pada hal-hal yang positif. Seperti si bungsu
dalam cerita di atas, berfokus pada separuh minyak yang berhasil ia
selamatkan; Yosua dan Kaleb, juga berfokus pada kasih, penyertaan, dan
pemeliharaan Tuhan. Apakah kenyataan yang sedang Anda hadapi saat ini?
Coba buat daftar hal baik apa saja yang ada di baliknya. Lalu fokuskan
pikiran dan hati Anda pada hal-hal baik itu. Efeknya akan sangat berbeda
-AYA 

YANG PENTING BUKAN APA YANG TERJADI
TETAPI BAGAIMANA KITA MENYIKAPI 

________________________________

Bilangan 14:1-14
14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu
menangis pada malam itu. 
14:2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan
segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di
tanah Mesir, atau di padang gurun ini! 
14:3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh
pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih
baik kami pulang ke Mesir?" 
14:4 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: "Baiklah kita
mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir." 
14:5 Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel
yang berkumpul di situ. 
14:6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk
orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, 
14:7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui
untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. 
14:8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke
negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang
berlimpah-limpah susu dan madunya. 
14:9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut
kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang
melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai
kita; janganlah takut kepada mereka." 
14:10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu
dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada
semua orang Israel. 
14:11 TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi bangsa ini menista
Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun
sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka! 
14:12 Aku akan memukul mereka dengan penyakit sampar dan melenyapkan
mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang lebih besar dan
lebih kuat dari pada mereka." 
14:13 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Jikalau hal itu kedengaran
kepada orang Mesir, padahal Engkau telah menuntun bangsa ini dengan
kekuatan-Mu dari tengah-tengah mereka, 
14:14 mereka akan berceritera kepada penduduk negeri ini, yang telah
mendengar bahwa Engkau, TUHAN, ada di tengah-tengah bangsa ini, dan
bahwa Engkau, TUHAN, menampakkan diri-Mu kepada mereka dengan berhadapan
muka, waktu awan-Mu berdiri di atas mereka dan waktu Engkau berjalan
mendahului mereka di dalam tiang awan pada waktu siang dan di dalam
tiang api pada waktu malam.


Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com 

 

________________________________

* 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

<<image001.jpg>>

Kirim email ke