TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN

"jujur! Adakalanya kita sulit untuk mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan dari orang lain. Karena hal itu memerlukan kerendahan hati untuk kita lakukan"



Rabu, 19 Oktober
Lebih dari Nasihat Baik
Ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar (Yohanes 10:3)

Bacaan: Yohanes 10:1-15
Setahun: Matius 16-19

Beberapa tahun yang lalu, saya diundang untuk berbicara mengenai masalah tuntunan. Untuk mempersiapkan diri, saya kemudian membuka konkordansi untuk melihat kata "tuntunan". Saya berharap akan menemukan daftar ayat-ayat yang panjang yang menyatakan janji Allah tentang tuntunan. Tetapi saya terkejut karena tidak ada kata tuntunan di sana. Saya justru menemukan kata penuntun dan sejumlah ayat yang menjanjikan bahwa Allah sendiri akan menjadi penuntun umat-Nya.

Penemuan ini menambah wawasan segar bagi perjalanan panjang iman kristiani saya. Saya diingatkan bahwa orang-orang buta membutuhkan anjing penuntun, bukan anjing yang memberikan tuntunan! Bahkan apabila anjing mampu berbicara, alangkah tidak memuaskannya jika mereka hanya menjadi pengawas yang meneriakkan peringatan-peringatan kepada orang buta tersebut dari kejauhan: "Sekarang kamu harus hati-hati! Kamu mendekati lubang. Awas pinggir jalan!" Tidak, makhluk bisu tetapi setia ini akan menuntun orang buta di setiap langkah di jalan, menjadi mata dan memimpin langkah si buta dengan aman di sepanjang jalan yang berbahaya.

Sebagian orang menginginkan Allah menjadi agen penasihat yang mulia. Tetapi ketika pandangan kita kabur dan jalan menjadi gelap, seperti yang sering terjadi, kita memerlukan lebih dari sekadar nasihat baik—kita memerlukan Gembala yang Baik untuk memimpin kita (Yohanes 10:3,11).

Apabila kita mengikuti Kristus setiap hari, kita akan menerima tuntunan yang kita perlukan —JEY



MENCARI TUNTUNAN? IKUTI KRISTUS, PENUNTUN ANDA



Yohanes 10:1-15
10:1 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
10:6 Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.
10:7 Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.
10:8 Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.
10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
10:12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
10:13 Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
10:15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.



19

R A B U





Kepuasan Sejati -- Filipi 4:10-13














Beberapa pelajaran di dalam Alkitab sudah menemui penggenapannya. Tetapi ada juga pelajaran yang harus dijalankan terus-menerus. Salah satunya adalah tentang kepuasan dalam segala keadaan. Mengalami kepuasan berarti bebas dari rasa frustrasi dan kekhawatiran terhadap keinginan yang tidak atau belum terpenuhi di dalam hidup kita.

Bila kita memperhatikan dengan baik perkataan Paulus di dalam Filipi, kita akan mendapatkan dua prinsip penting. Pertama, kepuasan tidak bergantung pada situasi. Bila kepuasan bergantung pada situasi, maka kita akan selalu berada dalam masalah besar. Kita tidak dapat mengatur secara otomatis segala situasi untuk berjalan sesuai keinginan kita, baik itu di rumah kita, dengan anak-anak kita, di kantor atau di manapun. Kebanyakan orang tidak dapat mengalami kepuasan karena mereka tidak memahami prinsip ini. Namun rahasia Paulus dapat juga menjadi milik kita: "Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (Filipi 4:7).

Kedua adalah bahwa batin atau sikap kitalah yang menentukan kepuasan kita. Paulus tidak memiliki "roda pedati", yang naik turun; sebaliknya, ia memiliki keyakinan yang teguh bahwa tidak ada seorang pun dapat mencuri sesuatu yang ia miliki di dalam batinnya, yakni hubungannya dengan Allah yang adalah sumber kepuasannya. Kecemasan adalah tabiat yang manusiawi, namun bila kita merespon dengan iman dan selalu menyerahkan segala masalah kepada-Nya dalam doa (I Petrus 5:7), maka kepuasan sejatilah yang akan kita alami.

Jika Paulus bisa meraih dan memilikinya, maukah Anda memilikinya?



RENUNGAN HARI INI
Rabu, 19 Oktober 2005



DIPENUHI ROH KUDUS

Kisah Para Rasul 1:4-5

"Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." (Kisah Para Rasul 1:5)

Setiap kita pasti percaya, tanpa penyertaan dari Allah, kita adalah makhluk yang lemah dan penuh kekurangan, kelemahan dan dosa. Tanpa Allah terlibat di dalam kehidupan kita, kita tidak akan mampu menjalani kehidupan yang dipenuhi dengan berbagai masalah dan persoalan. Hanya kuasa Roh Kuduslah yang dapat membantu dan menolong kita, sehingga kita dapat hidup berkenan di hadapan Allah.

Jadi hidup yang dipenuhi oleh Roh Kudus, adalah hidup yang diharuskan oleh Tuhan Yesus Kristus bagi kita setiap orang percaya. Kepada murid-muridNya, saat Ia makan bersama-sama dengan mereka, sebelum Yesus terangkat naik ke sorga, Yesus melarang murid-muridNya untuk meninggalkan Yerusalem. Yesus menyuruh supaya mereka tinggal dan menantikan janji Bapa, yaitu Bapa akan memberikan Roh Kudus. (Lukas 11:13b).

Sekarang Roh Kudus yang sama, yang telah diterima oleh murid-murid Yesus, dapat juga kita terima jika kita meminta kepada Bapa. Apa yang dijanjikanNya kepada kita sekarang ini, lebih luas dan lebih dahsyat. Tidak hanya orang-orang dewasa saja yang dapat dipenuhi oleh Roh Kudus, tetapi setiap kita, peribadi-bribadi yang rindu menantikan urapanNya. (Yoel 2:28). Sekarang pertanyaannya bagaimanakah supaya kita dapat dipenuhi oleh Roh Kudus?

1.

Kita harus mengetahui dan mengenal siapa yang dapat membaptis dengan Roh Kudus. Tidak dapat diraguhkan bahwa Allah di dalam Yesus Kristuslah yang dapat membabtis kita dengan Roh Kudus. Yohanes membabtis dengan air, tetapi Yesus membabtis dengan Roh ( Mat.3:11). Untuk itu datanglah dan mengharapkan kepadaNya.

2.

Bertobat dan memberi diri dibaptis. Pertobatan yang sungguh-sungguh dan memberikan diri untuk dibaptis merupakan persyaratan mutlak yang harus kita ambil supaya kita dapat dipenuhi oleh Roh Kudus. ( Kis.2:38 ; 10:44-48).

3.

Memiliki kerinduan yang bernyala-nyala. Beberapa contoh di Alkitab, bagaimana dengan kerinduan mereka yang menyala-nyala, mereka dapat menerima dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Kornelius dipenuhi Roh Kudus karena kerinduannya yang bernyala-nyala (Kis. 10:44), 120 murid di Yerusalaem dipenuhi Roh Kudus karena kerinduan mereka (Kis 1:14-15; 2:1-6), dan jemaat di Yerusalem dipenuhi oleh Roh Kudus karena kerinduan mereka (Kis 4:31).

Itulah langkah-langkah yang harus kita penuhi supaya diri kita dapat menggenapi rencana Allah, yaitu menerima dan mengalami kepenuhan Roh Kudus. (Ariel)




Doa:

Tuhan Yesus, ampuni dosa kami, biarlah kami layak dan berkenan bagiMu.Amin!






ROH KUDUSLAH YANG MENOLONG KITA, SEHINGGA HIDUP KITA BERKENAN DIHADAPAN ALLAH








================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke