RENUNGAN HARI INI
Rabu, 26 Oktober 2005

ALLAH YANG PEMURAH

Bacaan: Matius 7 : 1-5

Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. (Mat.7:1-2)

Satu karakter manusia yang sangat jelas adalah, begitu gampang menghukum, tetapi begitu sulit untuk memaafkan. Ini merupakan kebalikan dari karakter Allah. Dalam segala sesuatu Allah tak mudah memberikan sanksi atau hukuman, tetapi sangat cepat membuka tangan untuk memeluk tiap orang yang mau kembali padaNya dan memohon ampun.

Kebanyakan dari kita akan langsung memaki bahkan memukul, jika ada seseorang kita anggap bersalah kepada kita. Bukan cuma itu, kesalahan yang dilakukan seseorang kepada orang lain, kita ikut-ikutan menghukumnya. Misalnya, jika ada seorang perempuan yang ketahuan hamil di luar nikah, lalu dia dihukum oleh keluarganya. Biasanya kita ikut-ikutan menghukumnya. Lalu dengan lantang dan sukacitanya kita mengatai perempuan tersebut. Sepertinya hidup kita sangat suci dan kudus, sehingga tidak sebanding dengan kelakukan orang tersebut.

Siapakah diri kita sebenarnya, sehingga kita boleh melakukan semua itu. Bukankah hidup kita pun sangat bergelimang dosa. Bedanya, mungkin orang lain tidak tahu, atau tahu tapi tak mau berkata hal yang sama kepada kita. Inikan sungguh sangat memalukan sebenarnya, seperti “memercik air di dulang, terpercik ke muka sendiri”. Tanpa kita sadari, kita bicara tentang berbagai dosa, tapi di sisi lain sebenarnya kita tengah menelanjangi kehidupan kita sendiri.

Kita tahu bahwa Allah itu sangat pemurah. Meski dosa kita begitu pekat, merah seperti buah kermiz. Semua itu membuktikan bahwa Allah memiliki karakter yang begitu lembut dan pemaaf. Ini juga menjelaskan betapa Allah itu Kasih, dan setia atas segala janjiNya. Ketika kita masuk dalam kubangan dosa, Ia jstru bersedih dan menunggu kita berseru memanggil namaNya. Tetapi, kebanyakan kita bukannya berseru memanggil, malah terus bergerak mengandalkan kekuatan sendiri dalam “lumpur hidup”, yang secara perlahan tapi pasti akan menenggelamkan hidup kita.

Datanglah kepada Allah, pahamilah bahwa Allah itu baik. Berserulah memanggil namaNya, jika kita berada dalam lembah kelam dan penuh kesesakan. Janganlah lupa untuk selalu mengucap syukur dalam segala perkara. Terpujilah namaMu kekal selamaNya. Amin. (tlt)

Doa:

Tuhan Yesus, hanya karena kasihMu kami bisa ada sebagaimana kami ada.Amin!

JANGAN PERNAH MENGANDALKAN KEKUATAN SENDIRI BERSANDARLAH PADA KASIH DAN KEMURAHANNYA

 

Arief Tjahjono -

PT Bank Bisnis
Jl.
Asia Afrika 121
Bandung
Ph. 022 4233458
HP. 0816990791

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




SPONSORED LINKS
Gpib Gpib card Gpib interface
Religion Gpib board Christianity


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke