|
Ketika Paulus menyadari bahwa saatnya dipanggil Tuhan sudah kian
dekat, ia merefleksikan pelayanan dan perjalanan hidupnya sebagai sebuah
pertandingan. Baginya, pertandingan yang dilewatinya telah menghasilkan
hasil akhir, yaitu kemenangan mutlak, dan mahkota kemenangan tersebut telah
menunggu dirinya. Ungkapan pertandingan yang dikatakan Paulus, sebenarnya
memberikan gambaran betapa hidup ini penuh dengan pencobaan dan amarah.
Semua itu ibarat para pesaingnya yang nekad melakukan apasaja demi merebut
sebuah kemenangan. Kita harus mampu mengalahkan semuanya, sehingga kita
layak disebut sebagai pemenang.
Apa yang dilakukan Paulus adalah sebuah gambaran kehidupan yang
menyukakan hati Tuhan. Paulus telah melakukan segala perintah Tuhan dan
mencoba untuk tetap setia dan taat. Jadi, ketika ia menyadari bahwa
waktunya semakin dekat, ia mampu berkata tegas bahwa mahkota kemenangan
telah menantikan dirinya, sebagai imbalan atas apa yang melakukan dilakukan
untuk kemuliaan Tuhan.
Kita sebagai orang percaya hendaknya melihat apa yang dilakukan
Paulus adalah teladan yang baik. Untuk itu, kita harus selalu siap sedia
masuk dalam sebuah pertandingan. Kelengahan atau ketidaksiapan akan
berakibat kejatuhan bagi kita. Sebab, dalam pertandingan ini yang kita
lawan bukanlah sesama manusia (darah dan daging), tetapi berbagai tekanan,
pencobaan, dan pendakwaan yang dilakukan iblis. Pertandingan yang merupakan
refleksi dari kehidupan kita, mau tak mau harus kita hadapi. Persoalannya,
masih sangat banyak diantara kita yang tak memiliki kesiapan bertanding.
Akibatnya, di tengah jalan tenaganya terkuras, menjadi lemah dan mudah
jatuhkan musuh. Untuk mengatasinya, sering-seringlah berlatih, yakni
melalui berbagai pendalaman Alkitab, serta memelihara komunikasi dengan
Allah.
Bagaimana kita bisa mengatakan hal yang sama seperti Paulus
katakan, bahwa pertandingan telah lewat dan kita mampu meraih kemenangan,
kalau setiap hari kita lalai. Persiapkanlah hari-harimu untuk menghadapi
berbagai kemungkinan dari pertandingan hidup ini. (tlt)
|