Apabila bapak & ibu tergerak membantu pembiayaan pendidikan anak-anak 
miskin di Jogja, berikut email dari Bruder Apolonaris 

-----Original Message----- 
From: apolonaris setara [mailto:[EMAIL PROTECTED]
<mailto:apolonaris_setara%40yahoo.com> ] 
Sent: Tuesday, July 10, 2007 10:28 AM 
To: Ida Rumondang 
Subject: Re:Mohon Bantuan Dana Pendidikan 



Salam sejahtera dalam kasih Tuhan. 

Terus terang saya tidak memiliki no. rekening BANK MANDIRI atau BANK 
yang ikut ATM bersama (maaf saya awam sekali dengan hal ini). Tapi demi 
terealisasinya dengan baik bagi kebutuhan anak-anak dari keluarga miskin

ini, sebulan yang lalu saya mememohon bantuan ke biara saya utk membuka 
rekening di BCA. Jadi yang saya miliki hanya no. rekening di BCA. Jika 
memang ibu berkenan menyumbang bagi kelanjutan pendidikan anak-anak 
miskin ini, dengan ketulusan hati saya menyampaikan no. rekening BCA 
ini: BCA kcp Mangkubumi. No. 1260496111 a.n. Apolonaris. 

Jujur saja, saat ini saya pribadi belum bisa berbuat sesuatu bagi 
anak-anak dari keluarga miskin ini. Saya hanya merelakan diri jadi 
pensil dan peminta bagi mereka. 

Berikut ini, hanya sekedar sharing pengalaman saya semalam. Tadi malam 
seusai doa bersama di komunitas, sekitar pukul 20:00, bel di biaraku 
berdering. Dan seorang calon bruder keluar membukakan pintu. Saat ia 
membuka pintu, yg ditemukannya adalah dua ibu. Dan kepadanya, kedua ibu 
berkata bahwa keduanya mau ketemua Br. Apolonaris. Lalu calon Bruder itu

mempersilahkan ia masuk dan duduk di ruangan tamu. Si calon bruder 
menemui saya dan menyampaikan pesan tersebut. Masih dalam berpakaian 
biara, saya ke ruangan tamu menemui kedua ibu tersebut. Dan keduanya 
belum pernah saya kenal. Dan itulah kesempatan saya berkenalan dengan 
mereka. Dan ternyata kedua ibu tersebut sengaja datang mengeluh, memohon

bantuan utk dicarikan bantuan bagi keuangan sekolah anak mereka di SD. 
Pekerjaan kedua ibu tersebut hanyalah jualan kue-kue sederhana keliling 
perkampungan sekita tempat saya berada di Nandan. Suami mereka kulih 
bangunan yang tidak tetap kerjanya. Mereka mengalami kesulitan utk 
melunasi biaya pendidikan anak mereka untuk tahun ajaran baru ini. Nama 
kedua ibu tersebut adalah Ibu Santy Widyawati dan ibu Kristina Niken. 
Anaka ibu Tanty kelas III SD sedangkan anak ibu Niken kelas IV SD. 
Keduanya sekolah di SD Karitas Nandan - Yogyakarta. Setelah mendengar 
keluahan mereka, kepada keduanya saya hanya bilang ibu pulang ke rumah 
dulu, berdoalah bersama saya agar ada orang yang tergerak hatinya 
membantu. Dengan jujur saya sampaikan kepadanya, ibu, saya tidak punya 
uang dan biara saya ini bukanlah BANK. Tapi saya bersedia utk menjadi 
pensil dan peminta demi sekolah anak ibu. Sebelum ibu itu beranjak dari 
ruang tamu, saya menemui pimpinan komunitas saya utk mohon ijinkan 
memberi 5 kg beras kepada ibu tersebut. Saya bahagia bahwa pimpinan saya

menyetujui permohonan saya. Dan jadilah 5 Kg beras saya serahkan kepada 
ibu tersebut untuk oleh-olehnya malam itu. 

Dan pagi ini seusai makan pagi, saya bersama rekan bruder mencoba 
mengunjungi keluarga tersebut dirumahnya. Sungguh hati saya terhenyu 
melihat keadaan rumahnya yg begitu sederhana. Tidak ada kursi utk duduk.

Kami masuk kerumah itu, dan hanya duduk beralaskan lantai tanah. Namun 
hal ini tidak menjadi soal bagi kami. Kami tetap menunjukkan rasa 
bersaudara dengan mereka. Tidak ada minuman yg disuguhkan saat itu. Kami

hanya ngobrol. Keluarga tersebut merasa bahagia dan dimanusiakan karena 
di kunjungi. Setelah ngobrol dengan keluarga tersebut sekitar 30 menit, 
kami pamit. Dalam perjalan pulang ke biara, sahabat saya berbicara, 
apakah yang bisa kita buat utk keluarga tersebut? Saya hanya bilang, 
kita berdoa, semoga rencana dan kehendak Tuhan akan indah pada waktunya 
bagi keluarga tersebut. Teman saya terdiam! Dan jadilah perjalanan 
pulang ke biara pagi ini dalam suasana SILENCE. Semua kami simpan 
dihati, dengan satu harapan semoga suatu saat ada sesuatu yang bisa kami

buat bagi kelanjutan pendidikan anak dari keluarga ini. Kalau Tuhan 
berkenan pasti akan ada jalan. Tuhan maha tahu semua keadaan kita di 
dunia ini. Ada orang kaya dan ada pula orang miskin. Semuanya saudara 
kita, dan juga saudara Tuhan sendiri. 

Oke, begitulah ibu Ida realita kehidupan saudara kita yang miskin yang 
saat ini saya alami. Hanya ada satu harapan saya, semoga semua orang 
menerima dan membaca email saya selama ini, tidak merasa di bebani. Saya

hanya berusaha menjadi pensil dan peminta bagi anak dari keluarga2 
miskin yg memang sungguh memohon bantuan bagi pendidikan anak-anak 
mereka. Saya tidak akan menggunakan kesempatan ini atau menjual nama 
anak-anak orang miskin ini utk mendapat sebanyak2nya uang utk 
kepentingan pribadi saya. Hanya demi misi kemanusiaan, saya rela menjadi

tukang minta bagi mereka. Saya sadar bahwa pasti akan banyak orang 
menyebut saya suka minta-minta. Saya tidak malu utk menyandang gelar 
atau sebutan itu. I'am only simple brother of Charity. I'm a brother of 
the poor. The poor is my master. If God really wants me to be, let it be

done according to his will. I'm a servant of God and of the poor. No 
other above this. 

Ibu Ida sekeluarga, may God bless you, your family life and all your 
efforts in your life there. God knows who you are. Again, God bless you,

Amen. Pray for me too. 
your brother and friend in Christ Jesus 
Br. Apolonaris Setara, FC 
Koordinator Umum Rehabilitasi KUNCI 
Nandan, Sariharjo - Ngaglik, Sleman 
Yogyakarta 55581 
Tlp. (0274) 624 747 




________________________________ 

Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
Play Monopoly Here and Now 
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48223/*http://get.games.yahoo.com/proddesc?g
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48223/*http:/get.games.yahoo.com/proddesc?g>

amekey=monopolyherenow> (it's updated for today's economy) at Yahoo! 
Games. 

________________________________ 

** 




"This e-mail (including any attachments) is intended solely for the
addressee and could contain information that is confidential; If you are
not the intended recipient, you are hereby notified that any use,
disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment
is strictly prohibited and you should immediately delete it. This
message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia.
Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank
Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and
any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a
result of e-mail transmission through Internet" 

 

________________________________

** 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke