%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
                                         Santapan Harian
           Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Rabu, 16 Januari 2008
Ayat SH: Mazmur 16

Judul:  Sukacitaku, warisanku

Ada dua ancaman yang harus dihadapi oleh orang beriman. Pertama,
    ancaman daya tarik ilah-ilah lain (ayat 4). Kedua, ancaman
    kematian (ayat 10). Di awal permohonannya, pemazmur meminta agar
    Tuhan melindungi dia dari kedua ancaman tersebut. Permohonan ini
    menunjukkan keyakinan dan harapan pemazmur.

Pernyataan "Engkaulah Tuhanku" (ayat 2) menunjukkan pengakuan
    pemazmur bahwa Allah ialah "Tuan" dan "Penguasa hidupnya".
    Pemazmur sadar bahwa memiliki Allah dan bersekutu dengan Dia
    merupakan pengalaman yang tiada duanya. Oleh sebab itu, ia senang
    bersama-sama dengan komunitas orang kudus yang menyembah Allah
    (ayat 3). Sebaliknya, ia menjauhi para penyembah berhala. Ia
    tidak mau menyebut nama allah lain (ayat 4), beribadah, atau
    bersumpah di dalam namanya. Godaan untuk menyembah ilah lain
    kehilangan daya tarik sebab Allah menjadi kesukaan bagi pemazmur.

Daud menegaskan bahwa Tuhanlah warisannya dan Tuhan juga yang
    memberikan tanah warisan kepada dia (ayat 5-6). Pengalaman Israel
    beroleh tanah perjanjian menjadi petunjuk bagi warisan lain yang
    lebih berharga, yaitu persekutuan kekal dengan Allah. Inilah yang
    memberi pemazmur keyakinan penuh, yang mengatasi rasa takut
    karena ancaman kematian (ayat 10). Pemazmur yakin bahwa di dalam
    berbagai situasi hidup, Allah ada di sebelah kanannya sebagai
    pelindung, pemimpin, dan penjamin. Bahkan di malam hari yang
    kegelapannya bisa melambangkan ketidakpastian dan maut, Allah
    menjadikan hati nurani pemazmur sebagai alat yang mengajari dia
    hal-hal penting tersebut. Tak heran bila Daud bersukacita (ayat
    9). Dia tahu bahwa Allah akan memberikan hidup kekal.

Hidup dekat Allah menjadi sumber hidup dan kesukaan pemazmur. Begitu
    pulakah kita? Mengaku diri sebagai pengikut Tuhan membuat
    sebagian orang memenuhi pikirannya dengan batasan dan larangan
    yang menghilangkan sukacita mengiring Tuhan. Kiranya kita
    menikmati dinamika hidup bersama Tuhan, serta keindahan memiliki
    dan dimiliki Tuhan.


    Mazmur 16

  1. Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku
    berlindung.
2  Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang
    baik bagiku selain Engkau!"
3  Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang
    mulia yang selalu menjadi kesukaanku.
4  Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah
    lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan korban curahan mereka
    yang dari darah, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka di
    bibirku.
5  Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau
    sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
6  Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya,
    milik pusakaku menyenangkan hatiku.
7  Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya,
    pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.
  8. Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di
    sebelah kananku, aku tidak goyah.
9  Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak,
    bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;
10  sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan
    tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
11  Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di
    hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada
    nikmat senantiasa. 





“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke