RENUNGAN HARI INI 
Selasa, 4 Maret 2008 

PERTOBATAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH

Lukas 19:1-10

“Kata Yesus kepadanya: ‘Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, 
karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak manusia datang untuk mencari dan 
menyelamatkan yang hilang (Ay. 9-10)

Bertobat merupakan sesuatu yang sungguh mulia dalam kekristenan. Namun, menilai 
pertobatan seseorang dapat dilihat dari buahnya. Pertanyaannya, apakah kita mau 
sungguh-sungguh bertobat sebagai sebuah keputusan hidup? Ingat cerita tentang 
Zakheus yang berjumpa dengan Yesus. Itu merupakan contoh bagaimana orang 
mengambil keputusan untuk bertobat.

Untuk mengetahui buah dari pertobatan melalui perubahan, paling tidak ada 3 hal 
yang dapat dilihat, yaitu :

1. 

Perubahan dalam hubungan kita dengan Tuhan. Ada nilai rohani yang kita lakukan 
dalam hidup ini sehingga ada pertumbuhan. Kita tidak lagi berdoa karena 
formalitas saja, tetapi kita berdoa karena betul-betul ingin berjumpa dengan 
Tuhan dan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Doa-doa kita tidak lagi 
dipenuhi dengan permohonan-permohonan walaupun permohonan itu tidaklah salah, 
tetapi lebih banyak kita berbicara akrab dengan Tuhan seperti seorang sahabat 
atau seperti seorang anak dengan ayahnya.

2. 

Perubahan dalam hubungan kita dengan materi, kekayaan, jabatan dan karier. 
Kalau orang bertobat, ia akan berubah cara pandangnya tentang hal-hal tersebut 
(ay. 8). Waktu Zakheus bertobat, uang tidak lagi jadi prioritas dalam hidupnya 
tetapi prioritasnya adalah Tuhan.

3. 

Perubahan antara diri kita dengan orang lain. Ketika hubungan dengan orang lain 
berubah menjadi baik, maka kita bisa mengajak mereka untuk mengenal Yesus. 
Marilah periksa diri kita, apakah Tuhan menjadi prioritas dalam hidup ini? Atau 
apakah hubungan kita dengan Tuhan baik? Apakah hubungan kita dengan orang lain 
baik? Oleh karena itu marilah kita datang pada Tuhan untuk bertobat agar kita 
dapat berubah sehingga hubungan kita dengan Tuhan menjadi berkualitas. Tuhan 
menjadi prioritas utama dalam hidup kita bukan lagi hal-hal duniawi. Hubungan 
kita dengan orang lain menjadi baik sehingga buah yang kita hasilkan menjadi 
manis dan bisa dinikmati oleh orang lain. Ketika buah kita manis, maka orang 
lain dapat diberkati sehingga akan lebih mudah untuk diajak mengenal dan 
menerima Yesus.

Doa:

Teguhkan kami Bapa untuk mengambil keputusan melakukan pertobatan sesuai dengan 
firmanMu. Amin!

PERTOBATAN ADALAH SEBUAH KUNCI UNTUK MERAIH BERKAT-BERKAT TUHAN

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

 

________________________________

** 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke