Jumat, 4 Juli
Parfum Kristus
Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang
pertama bau kehidupan yang menghidupkan (2 Korintus 2:16)

Bacaan: 2 Korintus 2:12-17
Setahun: Mazmur 89-92

Durian adalah buah paling aneh. Rasanya nikmat, tetapi baunya busuk.
Jika ingin mencoba, tutup dulu hidungmu sebelum buahnya menyentuh
bibirmu." Begitu Mark Twain menulis tentang durian ketika ia mengunjungi
Asia Tenggara. Para pecinta durian pasti tidak sependapat. Bagi
kebanyakan kita, durian berbau harum! Aroma durian bahkan dipakai untuk
membuat es krim dan kue. Rupanya setiap orang menilai bau secara
berbeda. Apa yang berbau harum bagi seseorang, bisa dianggap berbau
busuk bagi orang lain. 

Menurut Paulus, tiap-tiap orang kristiani juga menebarkan bau "parfum
Kristus". Di mana pun, bau "parfum pengenalan akan Kristus" itu
terpancar lewat sikap, kata-kata, dan tindak-tanduk kita. Hidup kita
adalah kesaksian. Namun, ini bukan berarti semua orang spontan akan
menyukai kita! Bagi yang mencintai Tuhan, kesaksian kita akan dipandang
sebagai "bau harum". Mereka suka berada di dekat kita. Sebaliknya bagi
yang menolak Tuhan, kesaksian kita dianggap sampah "berbau busuk". Perlu
dihindari. Tidak heran jika ada orang yang membenci kita hanya karena
kita beriman pada Kristus. Jika itu terjadi, jangan lepaskan cara hidup
kristiani hanya supaya disukai semua orang. Paulus meminta kita tetap
berbicara "sebagaimana mestinya" (ayat 17). 

Sudahkah "bau parfum" Kristus memancar semerbak dari cara hidup Anda?
Apakah orang-orang di sekitar Anda bisa mencium "aroma" Kristus yang
unik melalui kata dan kerja Anda? Ataukah Anda secara sengaja
menyingkirkan "parfum" Kristus itu karena malu atau takut orang-orang
mengenali Anda sebagai pengikut-Nya? -JTI 

TIDAK ADA DURIAN YANG TAK BERBAU
TIDAK ADA orang KRISTiani YANG TAK PUNYA PARFUM KRISTUS 

________________________________


Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com 

 

________________________________

* 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke