=======================================================================
                             Renungan Harian
        Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
=======================================================================

Tanggal: Jumat, 11 April 2008
Bacaan : Markus 10:35-45
Setahun: 1 Raja-raja 2-4

Nats: Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu,
       hendaklah ia menjadi pelayanmu (Markus 10:43)

Judul:
                               AMBISI

Pada tahun 2003, Michael Weiskopf, wartawan majalah TIME, berangkat
ke Irak. Bersama tentara Amerika Serikat, ia meliput suasana perang
dari dalam tank baja. Tak dinyana, sebuah granat dilemparkan ke
dalam tank itu dan meledak! Weiskopf pun kehilangan tangan kanannya.
Ketika kembali pada keluarganya, ia merenung: "Mengapa aku mau
diutus ke medan perang hingga cacat begini?" Akhirnya, ia menemukan
jawabnya: ambisi. Weiskopf ingin menaikkan pamornya supaya dikenal
sebagai jurnalis terhebat. Kini ia menyesal.

Ambisi adalah keinginan membara untuk sukses atau mencapai sesuatu
yang lebih. Tak salah bila manusia berambisi. Bahkan, untuk
memajukan gereja dibutuhkan pemimpin yang berambisi. Masalahnya, ke
mana ambisi itu diarahkan? Yakobus dan Yohanes punya ambisi egois
yang terarah pada diri sendiri. Mereka meminta Yesus kelak
menempatkan mereka di posisi tertinggi (ayat 37). Menjadi yang
terhebat. Pemegang kuasa. Mendengar permintaan itu, kesepuluh murid
lain marah. Mengapa? Karena mereka pun mengincar kedudukan itu! Dari
situ Yesus mengarahkan mereka agar memiliki ambisi yang terbaik:
"meminum cawan yang harus Kuminum" (ayat 38). Ambisi untuk berkorban
seperti Yesus. Menjadi hamba yang gigih melayani Tuhan dan sesama.

Dalam pelayanan, tidak salah kita memiliki ambisi, tetapi mesti
hati-hati, sebab ambisi itu bagaikan api. Bisa menghangatkan, tetapi
bisa juga menghanguskan. Ambisi egois menghasilkan perseteruan,
sebaliknya ambisi yang kudus mempersatukan. Sudah benarkah arah
ambisi Anda? Adakah Anda mencari hal-hal yang besar bagi Tuhan, atau
bagi diri sendiri? -JTI

                         AMBISI YANG KUDUS
           MERINDUKAN HAL-HAL BESAR BAGI KEMULIAAN ALLAH



     Markus 10:35-45

35  Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati
     Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau
     kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"
36  Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku
     perbuat bagimu?"
37  Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam
     kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan
     yang seorang di sebelah kiri-Mu."
38  Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang
     kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan
     dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?"
39  Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka:
     "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan
     dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.
40  Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah
     kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan
     kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan."
41  Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada
     Yakobus dan Yohanes.
42  Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu,
     bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah
     rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya
     menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
43  Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi
     besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
44  dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu,
     hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
45  Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani,
     melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi
     tebusan bagi banyak orang."




“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke