@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

                                Santapan Harian
     Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

 


Tanggal: Selasa, 15 April 2008
Ayat SH: Hakim 1:1-20

Judul:  Strategi peperangan

Didalam peperangan, diperlukan suatu strategi agar kemenangan dapat
    diraih. Baik perang jasmani, apalagi perang rohani. Israel
    menghadapi tugas berperang yang bukan hanya jasmani semata,
    tetapi juga rohani. Oleh karena itu mereka memerlukan juga
    penyertaan Tuhan.

Israel memulai dengan baik. Mereka mencari pimpinan Tuhan dan Tuhan
    menjanjikan penyertaan-Nya (ayat 1-2). Israel berperang dengan
    strategi. Suku Yehuda yang lebih dahulu diperintahkan Tuhan
    untuk berperang, mengajak suku Simeon untuk bekerja sama (ayat
    3). Bahkan kita melihat kaum Keni, dari keturunan ipar Musa,
    ikut membantu peperangan (ayat 16). Ini merupakan strategi
    perang yang baik sekali. Dengan bekerja sama maka pekerjaan
    berat menjadi ringan. Alangkah indahnya kalau anak-anak Tuhan
    ketika harus menghadapi tantangan iman, tidak berjuang sendirian
    tetapi bersama dengan saudara seiman saling menguatkan dan
    menopang.

Strategi kedua yang dijalankan suku Yehuda adalah dengan
    memercayakan peperangan pada pemimpin yang tangguh dan
    berdedikasi. Yehuda memiliki Kaleb, tokoh tua sepantar almarhum
    Yosua. Ia masih gagah untuk memimpin Yehuda menduduki wilayah
    demi wilayah yang menjadi hak Yehuda. Yehuda juga memiliki tokoh
    muda, seperti Otniel, keponakan Kaleb. Dengan keperkasaannya,
    sebagian wilayah musuh pun ditaklukkan. Inilah strategi yang
    baik, menggunakan secara tepat kemampuan yang dimiliki
    orang-orang tertentu.

Wilayah pegunungan sudah tuntas ditaklukkan. Namun ternyata di
    wilayah lembah masih ada musuh yang bertahan (ayat 19). Ini
    mengingatkan kita bahwa peperangan rohani itu tidak boleh
    berhenti sebelum tuntas. Tuhan pasti menyertai, strategi baik
    pasti membantu, tetapi ketekunan dan kerja keras tetap menjadi
    tanggung jawab setiap anak Tuhan dalam peperangan rohaninya.
    Oleh karena itu, setiap anak Tuhan harus memanfaatkan maksimal
    karunia dan talenta untuk pekerjaan Tuhan.


    Hakim² 1:1-20

1. Sesudah Yosua mati, orang Israel bertanya kepada TUHAN:
    "Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi
    orang Kanaan untuk berperang melawan mereka?"
2  Firman TUHAN: "Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya
    telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya."
3  Lalu berkatalah Yehuda kepada Simeon, saudaranya itu:
    "Majulah bersama-sama dengan aku ke bagian yang telah diundikan
    kepadaku dan baiklah kita berperang melawan orang Kanaan, maka
    akupun akan maju bersama-sama dengan engkau ke bagian yang telah
    diundikan kepadamu." Lalu Simeon maju bersama-sama dengan dia.
4  Maka majulah suku Yehuda, lalu TUHAN menyerahkan orang Kanaan
    dan orang Feris ke dalam tangan mereka, dan mereka memukul kalah
    orang-orang itu dekat Bezek, sepuluh ribu orang banyaknya.
5  Di Bezek mereka menjumpai Adoni-Bezek dan berperang melawan
    dia, dan mereka memukul kalah orang Kanaan dan orang Feris.
6  Tetapi Adoni-Bezek melarikan diri, lalu mereka mengejarnya,
    menangkapnya dan memotong ibu jari dari tangannya dan dari
    kakinya.
7  Kata Adoni-Bezek: "Ada tujuh puluh raja dengan terpotong ibu
    jari tangan dan kakinya memungut sisa-sisa makanan di bawah
    mejaku; sesuai dengan yang kulakukan itu, demikianlah dibalaskan
    Allah kepadaku." Kemudian ia dibawa ke Yerusalem dan mati di
    sana.
8  Sesudah itu bani Yehuda berperang melawan Yerusalem,
    merebutnya lalu memukulnya dengan mata pedang dan memusnahkan
    kota itu dengan api.
9. Kemudian bani Yehuda maju berperang melawan orang Kanaan,
    yang diam di pegunungan, di Tanah Negeb dan di Daerah Bukit.
10  Lalu suku Yehuda bergerak menyerang orang Kanaan yang diam
    di Hebron--nama Hebron dahulu adalah Kiryat-Arba--dan memukul
    kalah Sesai, Ahiman dan Talmai.
11  Dari sana mereka bergerak menyerang penduduk Debir. Nama
    Debir dahulu adalah Kiryat-Sefer.
12  Berkatalah Kaleb: "Siapa yang mengalahkan dan merebut
    Kiryat-Sefer, kepadanya akan kuberikan Akhsa, anakku, menjadi
    isterinya."
13  Dan Otniel, anak Kenas adik Kaleb, merebut kota itu; lalu
    Kaleb memberikan Akhsa, anaknya, kepadanya menjadi isterinya.
14  Ketika perempuan itu tiba, dibujuknya suaminya untuk meminta
    sebidang ladang kepada ayahnya. Maka turunlah perempuan itu dari
    keledainya, lalu berkatalah Kaleb kepadanya: "Ada apa?"
15  Jawabnya kepadanya: "Berikanlah kepadaku suatu hadiah; telah
    kauberikan kepadaku tanah yang gersang, berikanlah juga kepadaku
    mata air." Lalu Kaleb memberikan kepadanya mata air yang di hulu
    dan mata air yang di hilir.
16  Keturunan Hobab, ipar Musa, orang Keni itu, maju
    bersama-sama dengan bani Yehuda dari kota pohon korma ke padang
    gurun Yehuda di Tanah Negeb dekat Arad; lalu mereka menetap di
    antara penduduk di sana.
17  Yehuda maju bersama-sama dengan Simeon, saudaranya itu, lalu
    mereka memukul kalah orang Kanaan, penduduk Zefat; mereka
    menumpas kota itu. Sebab itu kota itu dinamai Horma.
18  Selanjutnya suku Yehuda merebut Gaza dengan daerahnya,
    Askelon dengan daerahnya dan Ekron dengan daerahnya.
19  Dan TUHAN menyertai suku Yehuda, sehingga mereka menduduki
    pegunungan itu; tetapi mereka tidak dapat menghalau penduduk yang
    di lembah, sebab orang-orang ini mempunyai kereta-kereta besi.
20  Kepada Kaleb telah diberikan Hebron, seperti yang dikatakan
    Musa dahulu, dan dari sana telah dihalaukannya anak Enak yang
    tiga itu.

 

 

 

Femmy Patty

Kantor Bank Indonesia Ambon

Jl. Raya Pattimura No7

Tlp. (0911)-352762 Ext.1029

Fax. (0911)-356517

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke