%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

                            Renungan Harian

        Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

 

Tanggal: Selasa, 15 April 2008

Bacaan : Nehemia 4:1-23

Setahun: 1 Raja-raja 14-16

 

Nats: Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan

       penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka

       (Nehemia 4:9)

 

Judul:

                         BERDOA DAN BEKERJA

 

Mana yang lebih penting; berdoa atau bekerja? Ada yang berkata bahwa

berdoa lebih penting, sebab tanpa berdoa kita tidak bisa melakukan

apa-apa. Namun ada juga yang mempertanyakan, buat apa banyak berdoa,

tetapi tidak bekerja?

 

Bagi Nehemia, kedua hal ini tak perlu diadu tingkat kepentingannya.

Mari simak apa yang ia lakukan. Saat menghadapi tantangan dan

ancaman dari Sanbalat dan Tobia, Nehemia menaikkan doa kepada Tuhan

agar rencana musuhnya digagalkan. Namun, Nehemia juga menyuruh

orang-orangnya agar tetap berjaga-jaga supaya dapat mengantisipasi

bila sewaktu-waktu ada serangan musuh (ayat 9).

 

Dari Nehemia kita belajar bahwa doa adalah hal yang sangat penting,

tetapi bekerja juga hal yang tidak kalah penting. Dalam film Facing

The Giants, seorang pendeta bertutur kepada sang pelatih futbol

tentang dua petani yang sama-sama berdoa meminta hujan kepada Tuhan.

Petani yang pertama hanya berdoa, tetapi ia tidak mempersiapkan

ladangnya untuk menerima hujan. Sedangkan petani yang kedua bukan

hanya berdoa, tetapi juga mempersiapkan ladangnya. Jika kemudian

Tuhan memilih; kepada petani mana Tuhan akan menurunkan hujan? Tentu

yang kedua, karena dengan mempersiapkan ladang, ia beriman bahwa

doanya akan dikabulkan.

 

Ketika menghadapi rintangan dalam hidup ini, mari kita datang kepada

Tuhan. Sampaikan segala keluh kesah kita kepada-Nya, dan percayalah

bahwa Tuhan pasti akan menolong. Namun sementara itu, kita pun harus

waspada dan memikirkan cara terbaik untuk mengatasi masalah

tersebut. Tak hanya berdoa, kita harus bekerja juga -RY

 

                         BERDOA DAN BEKERJA

          ADALAH DUA HAL YANG HARUS DILAKUKAN BERSAMA-SAMA

 

 

 

     Nehemia 4:1-23

 

1. Ketika Sanbalat mendengar, bahwa kami sedang membangun

     kembali tembok, bangkitlah amarahnya dan ia sangat sakit hati. Ia

     mengolok-olokkan orang Yahudi

2  dan berkata di hadapan saudara-saudaranya dan tentara

     Samaria: "Apa gerangan yang dilakukan orang-orang Yahudi yang

     lemah ini? Apakah mereka memperkokoh sesuatu? Apakah mereka

     hendak membawa persembahan? Apakah mereka akan selesai dalam

     sehari? Apakah mereka akan menghidupkan kembali batu-batu dari

     timbunan puing yang sudah terbakar habis seperti ini?"

3  Lalu berkatalah Tobia, orang Amon itu, yang ada di dekatnya:

     "Sekalipun mereka membangun kembali, kalau seekor anjing hutan

     meloncat dan menyentuhnya, robohlah tembok batu mereka."

4  Ya, Allah kami, dengarlah bagaimana kami dihina. Balikkanlah

     cercaan mereka menimpa kepala mereka sendiri dan serahkanlah

     mereka menjadi jarahan di tanah tempat tawanan.

5  Jangan Kaututupi kesalahan mereka, dan dosa mereka jangan

     Kauhapus dari hadapan-Mu, karena mereka menyakiti hati-Mu dengan

     sikap mereka terhadap orang-orang yang sedang membangun.

6  Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan

     sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja

     dengan segenap hati.

7. Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan

     orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem

     maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat

     marahlah mereka.

8  Mereka semua mengadakan persepakatan bersama untuk memerangi

     Yerusalem dan mengadakan kekacauan di sana.

9  Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan

     penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka.

10  Berkatalah orang Yehuda: "Kekuatan para pengangkat sudah

     merosot dan puing masih sangat banyak. Tak sanggup kami membangun

     kembali tembok ini."

11  Tetapi lawan-lawan kami berpikir: "Mereka tidak akan tahu

     dan tidak akan melihat apa-apa, sampai kita ada di antara mereka,

     membunuh mereka dan menghentikan pekerjaan itu."

12  Ketika orang-orang Yahudi yang tinggal dekat mereka sudah

     sepuluh kali datang memperingatkan kami: "Mereka akan menyerang

     kita dari segala tempat tinggal mereka,"

13  maka aku tempatkan rakyat menurut kaum keluarganya dengan

     pedang, tombak dan panah di bagian-bagian yang paling rendah dari

     tempat itu, di belakang tembok, di tempat-tempat yang terbuka.

14  Kuamati semuanya, lalu bangun berdiri dan berkata kepada

     para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang yang lain:

     "Jangan kamu takut terhadap mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang

     maha besar dan dahsyat dan berperanglah untuk saudara-saudaramu,

     untuk anak-anak lelaki dan anak-anak perempuanmu, untuk isterimu

     dan rumahmu."

15  Ketika didengar musuh kami, bahwa rencana mereka sudah kami

     ketahui dan bahwa Allah telah menggagalkannya, maka dapatlah kami

     semua kembali ke tembok, masing-masing ke pekerjaannya.

16. Sejak hari itu sebagian dari pada anak buahku melakukan

     pekerjaan, dan sebagian yang lain memegang tombak, perisai dan

     panah dan mengenakan baju zirah, sedang para pemimpin berdiri di

     belakang segenap kaum Yehuda

17  yang membangun di tembok. Orang-orang yang memikul dan

     mengangkut melakukan pekerjaannya dengan satu tangan dan dengan

     tangan yang lain mereka memegang senjata.

18  Setiap orang yang membangun bekerja dengan berikatkan pedang

     pada pinggangnya, dan di sampingku berdiri peniup sangkakala.

19  Berkatalah aku kepada para pemuka dan para penguasa dan

     kepada orang-orang yang lain: "Pekerjaan ini besar dan luas, dan

     kita terpencar pada tembok, yang satu jauh dari pada yang lain.

20  Dan kalau kamu mendengar bunyi sangkakala di suatu tempat,

     berkumpullah ke sana mendapatkan kami. Allah kita akan berperang

     bagi kita!"

21  Demikianlah kami melakukan pekerjaan itu, sedang sebagian

     dari pada orang-orang memegang tombak dari merekahnya fajar

     sampai terbitnya bintang-bintang.

22  Pada waktu itu juga aku berikan perintah kepada rakyat:

     "Setiap orang dengan anak buahnya harus bermalam di Yerusalem,

     supaya mereka mengadakan penjagaan bagi kami pada malam hari, dan

     melakukan pekerjaannya pada siang hari."

23  Demikianlah aku sendiri, saudara-saudaraku, anak buahku dan

     para penjaga yang mengikut aku, kami semua tidak sempat

     menanggalkan pakaian kami. Setiap orang memegang senjata dengan

     tangan kanan.

 

 

 

 

Femmy Patty

Kantor Bank Indonesia Ambon

Jl. Raya Pattimura No7

Tlp. (0911)-352762 Ext.1029

Fax. (0911)-356517

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke