%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

                          Renungan Harian

        Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

 

Tanggal: Senin, 14 April 2008

Bacaan : Filipi 2:5-8

Setahun: 1 Raja-raja 11-13

 

Nats: Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang

       tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.

       Sebaliknya sama seperti kita, Ia telah dicobai, hanya saja Ia

       tidak berbuat dosa (Ibrani 4:15)

 

Judul:

                            EMPATI ALLAH

 

Suatu malam, seseorang yang sedang kesusahan berdoa, "Bapa, Engkau

tahu keadaan saya. Uang saya sudah menipis, sahabat saya sudah lama

tidak peduli kepada saya. Tugas-tugas menumpuk. Saya kesepian dan

gadis yang selama ini saya dekati menolak saya. Bapa, Alkitab

mengatakan bahwa Engkau sangat baik. Namun, rasanya saya tidak

mengalami hal itu. Jika Engkau baik, mengapa Engkau membiarkan saya

begini? Sepertinya Engkau tidak bisa mengerti perasaan saya! Ya,

tentu saja. Engkau enak di atas sana, tidak tahu rasanya menderita

sebagai manusia seperti saya!"

 

Pernahkah kita merasa sendirian dan berpikir seperti orang itu --

bahwa Allah tidak mengerti penderitaan manusia? Benarkah demikian?

Perikop Alkitab yang kita baca hari ini mengingatkan bahwa Allah

kita pernah menjadi manusia hina dalam diri Yesus. Dia bahkan pernah

menjalani berbagai kesusahan yang tidak pernah kita bayangkan. Dia

pernah lahir secara sangat sederhana di sebuah kandang (Lukas 2:7).

Dia pernah dihina sebagai anak haram (Yohanes 8:41). Dia pernah

merasa lelah (Yohanes 4:6), juga lapar (Matius 21:18), dan haus. Dia

pernah difitnah dan disalah-mengerti. Dia pernah dikecewakan

sahabat-sahabat-Nya (Markus 14:50) dan ditinggal sendirian di

Getsemani. Dia pernah disiksa begitu hebat sampai mati (Matius

27:26-31, Filipi 2:8).

 

Dengan pernah mengalami semuanya itu, tentu Tuhan Yesus sangat mampu

berempati dengan semua kesusahan kita! Allah kita sama sekali bukan

Allah yang kejam. Sebaliknya, Dia sangat mengerti bagaimana rasanya

menjadi manusia (Filipi 2:7). Mari ceritakan kesusahan kita

kepada-Nya. Dia mengerti! -ALS

 

          TUHAN KITA SUNGGUH MENGERTI RASANYA JADI MANUSIA

                  KARENA IA PERNAH MENJADI MANUSIA

 

 

     Filipi 2:5-8

 

5  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan

     perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

6  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan

     dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

7  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil

     rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

8  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan

     diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

 

 

 

 

Femmy Patty

Kantor Bank Indonesia Ambon

Jl. Raya Pattimura No7

Tlp. (0911)-352762 Ext.1029

Fax. (0911)-356517

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke