%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

                   Renungan Harian

    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

 

Tanggal: Jumat, 18 April 2008

Bacaan : Yakobus 5:1-6

Setahun: 2 Raja-raja 1-3

 

Nats: Jadi, sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan

      merataplah .... Kekayaanmu sudah busuk (Yakobus 5:1,2)

 

Judul:

                          FANANYA HARTA

 

Steve Wynn sangat beruntung. Tahun 1997, ia membeli sebuah lukisan

karya Pablo Picasso senilai 47 juta dolar di balai lelang Christie.

Belum sampai 10 tahun, ia bisa menjualnya lagi seharga 139 juta

dolar. Tiga kali lipat! Transaksi itu bakal masuk rekor penjualan

barang seni termahal di dunia. Sayangnya, saat lelang terjadi, Wynn

berdiri di dekat lukisan itu dan tanpa sengaja menyenggolnya dengan

sikutnya. Celaka! Lukisan itu robek sepanjang 15 cm, tepat di

tengahnya. Batallah penjualan termahal itu! Dalam sekejap, 139 juta

dolar menguap dari mata Wynn.

 

Betapa fana harta kekayaan. Ia bisa menguap dalam sekejap. Itulah

pesan yang disampaikan dalam Yakobus 5. Jika seseorang mengandalkan

harta sebagai jaminan masa depan, ia perlu menangis dan meratap.

Mengapa? Sebab kekayaan bisa tiba-tiba saja meninggalkannya. Rapuh.

Kalaupun seumur hidup harta bisa terjaga, saat mati ia tak dapat

dibawa pergi. Harta tak bisa dijadikan modal sukses di akhirat.

Bahkan, kelak Tuhan akan meminta pertanggungjawaban kita atas

bagaimana cara kita mendapatkan dan mengelola harta di bumi. Menahan

upah buruh, misalnya (ayat 4), adalah pelanggaran serius di mata

Tuhan. Mencari harta dengan cara salah di dunia akan membuat kita

melarat di akhirat!

 

Setiap orang perlu harta, maka tidak salah jika kita mencari uang.

Menjadi kaya pun tidak masalah. Namun, jangan jadikan harta

segala-galanya, sehingga kita rela menindas sesama, menipu, atau

berkelahi dengan saudara demi mendapatkannya. Sebaliknya, jadikanlah

harta sebagai alat berkat. Alat untuk menyatakan kasih Allah dengan

menolong sesama -JTI

 

                ALKITAB TIDAK MENENTANG KEMAKMURAN

          DIA HANYA MINTA AGAR KEMAKMURAN ITU DIBAGIKAN

 

 

 

    Yakobus 5:1-6

 

1. Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan

    merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!

2  Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!

3  Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi

    kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api.

    Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang

    berakhir.

4  Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang

    kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah

    sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit

    panenmu.

5  Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi,

    kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.

6  Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia

    tidak dapat melawan kamu.

 

 

 

 

Femmy Patty

Kantor Bank Indonesia Ambon

Jl. Raya Pattimura No7

Tlp. (0911)-352762 Ext.1029

Fax. (0911)-356517

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke