%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
                          Santapan Harian
        Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Rabu, 4 Juni 2008
Ayat SH: Hakim 19:1-30

Judul:  "Bila tak ada kebenaran"

Pasal ini berkisah tentang kasih dan sikap yang akan muncul bila tak
    ada kasih. Manifestasi kasih adalah kepedulian pada orang lain,
    dan ketiadaan kasih akan termanifestasi pada sikap amoral.

Mertua si Lewi menunjukkan kasihnya kepada anak dan menantunya,
    dengan membiarkan si Lewi menginap lebih lama di rumahnya (ayat
    4-9). Orang Efraim juga peduli pada si Lewi yang kemalaman di
    jalan. Ia menyediakan rumahnya untuk tempat mereka menginap
    (ayat 20-21). Berbeda dari orang Gibea. Mereka sama sekali tidak
    peduli pada orang Lewi dan gundiknya yang kemalaman di jalan
    (ayat 15). Dan ketika ada orang yang menyediakan rumahnya untuk
    si Lewi, mereka malah bersikap amoral yang sangat bobrok (ayat
    22-25).

Sementara si gundik memiliki kasih yang hanya cukup untuk tinggal
    beberapa waktu lamanya dengan si Lewi, tetapi tidak untuk
    selamanya (ayat 2). Si Lewi hanya memiliki sedikit kasih kepada
    gundiknya, yang ditunjukkan dengan menjemput kembali gundiknya
    dari rumah ayahnya (ayat 3). Namun bagaimana saat ia
    diperhadapkan pada pilihan antara keselamatan diri atau
    istrinya? Ia menyerahkan gundiknya pada orang Gibea, bagai
    melemparkan sekerat daging kepada anjing-anjing buas yang
    kelaparan (ayat 25). Yang parah, ia tidur lelap hingga pagi
    (ayat 27), sementara gundiknya menjadi korban kebrutalan orang
    Gibea. Sungguh tak berperasaan! Nyata bagaimana kasihnya kepada
    gundiknya. Tak heran bila gun-diknya pergi meninggalkan dia.
    Lebih lagi, ia memutilasi mayat gundiknya menjadi dua belas
    bagian dan mengirimkannya kepada setiap suku Israel agar mereka
    menuntut balas.

Seperti itulah sikap dan kelakuan manusia bila hidup menurut
    pandangannya sendiri, dan melupakan kebenaran serta kedaulatan
    Allah. Kekacauan, hilangnya perikemanusiaan, dan sikap amoral
    yang sangat brutal dan bobrok menjadi dampaknya. Lalu apakah
    kita mau terus hidup berlawanan dengan kebenaran Allah, bila
    kita tahu dampaknya bagi kita dan masyarakat? Mari perbarui
    tekad kita.


    Hakim² 19:1-30

1. Terjadilah pada zaman itu, ketika tidak ada raja di Israel,
    bahwa di balik pegunungan Efraim ada seorang Lewi tinggal sebagai
    pendatang. Ia mengambil seorang gundik dari Betlehem-Yehuda.
2  Tetapi gundiknya itu berlaku serong terhadap dia dan pergi
    dari padanya ke rumah ayahnya di Betlehem-Yehuda, lalu tinggal di
    sana empat bulan lamanya.
3  Berkemaslah suaminya itu, lalu pergi menyusul perempuan itu
    untuk membujuk dia dan membawanya kembali; bersama-sama dia
    bujangnya dan sepasang keledai. Ketika perempuan muda itu membawa
    dia masuk ke rumah ayahnya, dan ketika ayah itu melihat dia, maka
    bersukacitalah ia mendapatkannya.
4  Mertuanya, ayah perempuan muda itu, tidak membiarkan dia
    pergi, sehingga ia tinggal tiga hari lamanya pada ayah itu;
    mereka makan, minum dan bermalam di sana.
5  Tetapi pada hari yang keempat, ketika mereka bangun pagi-pagi
    dan ketika orang Lewi itu berkemas untuk pergi, berkatalah ayah
    perempuan muda itu kepada menantunya: "Segarkanlah dirimu dahulu
    dengan sekerat roti, kemudian bolehlah kamu pergi."
6  Jadi duduklah mereka, lalu makan dan minumlah keduanya
    bersama-sama. Kata ayah perempuan muda itu kepada laki-laki itu:
    "Baiklah putuskan untuk tinggal bermalam dan biarlah hatimu
    gembira."
7  Tetapi ketika orang itu bangun untuk pergi juga, mertuanya
    itu mendesaknya, sehingga ia tinggal pula di sana bermalam.
8  Pada hari yang kelima, ketika ia bangun pagi-pagi untuk
    pergi, berkatalah ayah perempuan muda itu: "Mari, segarkanlah
    dirimu dahulu, dan tinggallah sebentar lagi, sampai matahari
    surut." Lalu makanlah mereka keduanya.
9  Ketika orang itu bangun untuk pergi, bersama dengan gundiknya
    dan bujangnya, berkatalah mertuanya, ayah perempuan muda itu,
    kepadanya: "Lihatlah, matahari telah mulai turun menjelang
    petang; baiklah tinggal bermalam, lihat, matahari hampir
    terbenam, tinggallah di sini bermalam dan biarlah hatimu gembira;
    maka besok kamu dapat bangun pagi-pagi untuk berjalan dan pulang
    ke rumahmu."
10  Tetapi orang itu tidak mau tinggal bermalam; ia berkemas,
    lalu pergi. Demikian sampailah ia di daerah yang berhadapan
    dengan Yebus--itulah Yerusalem--;bersama-sama dengan dia ada
    sepasang keledai yang berpelana dan gundiknya juga.
11  Ketika mereka dekat ke Yebus dan ketika matahari telah
    sangat rendah, berkatalah bujang itu kepada tuannya: "Marilah
    kita singgah di kota orang Yebus ini dan bermalam di situ."
12  Tetapi tuannya menjawabnya: "Kita tidak akan singgah di kota
    asing yang bukan kepunyaan orang Israel, tetapi kita akan
    berjalan terus sampai ke Gibea."
13  Lagi katanya kepada bujangnya: "Marilah kita berjalan sampai
    ke salah satu tempat yang di sana dan bermalam di Gibea atau di
    Rama."
14  Lalu berjalanlah mereka melanjutkan perjalanannya, dan
    matahari terbenam, ketika mereka dekat Gibea kepunyaan suku
    Benyamin.
15  Sebab itu singgahlah mereka di Gibea, lalu masuk untuk
    bermalam di situ, dan setelah sampai, duduklah mereka di tanah
    lapang kota. Tetapi tidak ada seorangpun yang mengajak mereka ke
    rumah untuk bermalam.
16. Tetapi datanglah pada malam itu seorang tua, yang pulang
    dari pekerjaannya di ladang. Orang itu berasal dari pegunungan
    Efraim dan tinggal di Gibea sebagai pendatang, tetapi penduduk
    tempat itu adalah orang Benyamin.
17  Ketika ia mengangkat mukanya dan melihat orang yang dalam
    perjalanan itu di tanah lapang kota, berkatalah orang tua itu:
    "Ke manakah engkau pergi dan dari manakah engkau datang?"
18  Jawabnya kepadanya: "Kami sedang dalam perjalanan dari
    Betlehem-Yehuda ke balik pegunungan Efraim. Dari sanalah aku
    berasal; aku tadinya pergi ke Betlehem-Yehuda dan sekarang sedang
    berjalan pulang ke rumah. Tetapi tidak ada orang yang mengajak
    aku ke rumahnya,
19  walaupun ada padaku jerami dan makanan untuk keledai kami,
    pula roti dan anggur untuk aku sendiri, untuk hambamu perempuan
    ini dan untuk bujang yang bersama-sama dengan hambamu ini; kami
    tidak kekurangan sesuatu."
20  Lalu berkatalah orang tua itu: "Jangan kuatir! Segala yang
    engkau perlukan biarlah aku yang menanggung, tetapi janganlah
    engkau bermalam di tanah lapang kota ini."
21  Sesudah itu dibawanyalah dia masuk ke rumahnya, lalu
    keledai-keledai diberinya makan; maka merekapun membasuh kaki,
    makan dan minum.
22. Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah
    orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu.
    Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua,
    pemilik rumah itu: "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu
    itu, supaya kami pakai dia."
23  Lalu keluarlah pemilik rumah itu menemui mereka dan berkata
    kepada mereka: "Tidak, saudara-saudaraku, janganlah kiranya
    berbuat jahat; karena orang ini telah masuk ke rumahku, janganlah
    kamu berbuat noda.
24  Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga
    gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah
    mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik,
    tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda."
25  Tetapi orang-orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya.
    Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya kepada
    mereka ke luar, kemudian mereka bersetubuh dengan perempuan itu
    dan semalam-malaman itu mereka mempermainkannya, sampai pagi.
    Barulah pada waktu fajar menyingsing mereka melepaskan perempuan
    itu.
26  Menjelang pagi perempuan itu datang kembali, tetapi ia jatuh
    rebah di depan pintu rumah orang itu, tempat tuannya bermalam,
    dan ia tergeletak di sana sampai fajar.
27  Pada waktu tuannya bangun pagi-pagi, dibukanya pintu rumah
    dan pergi ke luar untuk melanjutkan perjalanannya, tetapi
    tampaklah perempuan itu, gundiknya, tergeletak di depan pintu
    rumah dengan tangannya pada ambang pintu.
28  Berkatalah ia kepada perempuan itu: "Bangunlah, marilah kita
    pergi." Tetapi tidak ada jawabnya. Lalu diangkatnyalah mayat itu
    ke atas keledai, berkemaslah ia, kemudian pergi ke tempat
    kediamannya.
29  Sesampai di rumah, diambilnyalah pisau, dipegangnyalah mayat
    gundiknya, dipotong-potongnya menurut tulang-tulangnya menjadi
    dua belas potongan, lalu dikirimnya ke seluruh daerah orang
    Israel.
30  Dan setiap orang yang melihatnya, berkata: "Hal yang
    demikian belum pernah terjadi dan belum pernah terlihat, sejak
    orang Israel berangkat keluar dari tanah Mesir sampai sekarang.
    Perhatikanlah itu, pertimbangkanlah, lalu berbicaralah!" 

 

Femmy Patty

Kantor Bank Indonesia Ambon

Jl. Raya Pattimura No7

Tlp. (0911)-352762 Ext.1029

Fax. (0911)-356517

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke