Air Hidup
Baca: Amsal 14:21-35
iRi HATi
"Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan
tulang." Amsal 14:30
Iri hati berasal dari perasaan tidak puas terhadap diri sendiri karena
melihat keberadaan orang lain. Rasa iri bisa melanda siapa saja dan di
mana saja: di gereja ada yang iri hati karena orang lain lebih menonjol
pelayanannya, di tempat kerja ada yang iri hati pada rekan yang lebih
berhasil dan menduduki jabatan lebih tinggi, di dalam keluarga ada yang
iri hati karena kakak/adik lebih diperhatikan orangtua dan sebagainya.
Perlu kita sadari bahwa perasaan iri hati tidak membawa kebaikan bagi
kita.
Iri hati tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga sangat merugikan
diri kita sendiri, seperti disampaikan Salomo dalam amsalnya bahwa
"...iri hati membusukkan tulang." (Amsal 14:30), bahkan ada penegasannya
pula: "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ
ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat." (Yakobus 3:16). Jadi
'iri hati' adalah salah satu senjata yang dipakai iblis untuk
memecah-belah anak-anak Tuhan dan menjadi penghalang dalam mengasihi
orang lain. Bila tidak segera diselesaikan dengan tuntas, iri hati dapat
menjadi kepahitan yang membusukkan tulang.
Orang yang iri hati berdukacita atas kesuksesan orang lain dan
sebaliknya ia bersukacita atas kegagalan orang lain. Ia tidak suka bila
ada orang lain lebih baik atau lebih sukses dari dirinya. Orang yang iri
hati juga cenderung suka membanding-bandingkan dirinya dengan orang
lain, akibatnya ia sendiri menjadi sangat tertekan dan kehilangan damai
sejahtera; jadi harus segera dibereskan, karena di mana pun berada ia
akan selalu bertemu dengan orang-orang yang mungkin lebih baik atau
lebih sukses dibanding dirinya. Maka kita harus segera memeriksa diri
kita sendiri, apa yang membuat kita menjadi iri hati terhadap orang
lain. Daripada membuang energi untuk iri, belajarlah melihat potensi
terbaik yang ada di dalam diri kita, dan kembangkan terus.
Bila kita fokus pada apa yang kita miliki kita akan bersyukur apa pun
keadaan kita; namun bila kita tertuju pada apa yang tidak kita miliki
dan melihat keberadaan orang lain terus, kita akan selalu berpikiran
negatif dan tidak bisa bersyukur.
Renungkan: iri hati hanya akan merusak diri kita sendiri!
________________________________
*
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”