%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
                          Santapan Harian
        Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

 

Tanggal: Minggu, 1 Juli  2008
Ayat SH: 1Samuel 16:1-23

Judul:  "Hikmat dan urapan Roh"

Orang yang dipakai Tuhan, pasti Tuhan karuniai hikmat dan urapan
    Roh. Tanpa hikmat, pelayanan tak bisa dijalankan secara maksimal
    dan kehendak Tuhan tak bisa dilaksanakan dengan sempurna. Tanpa
    pengurapan Roh, maka yang dilakukan seseorang bukanlah
    pelayanan, tetapi hanya kegiatan agamawi semata, tanpa arah.

Samuel adalah seorang yang dikaruniai hikmat dan urapan Roh. Saat
    itu Samuel menghadapi dilema: ia harus menaati firman Tuhan
    untuk pergi mengurapi Daud, menggantikan Saul sebagai raja.
    Namun bila ia berterus terang akan misinya, Saul akan membunuh
    dia. Hikmat Tuhan menolong Samuel untuk menyatakan hal yang
    tepat. Dia diutus Tuhan untuk mengadakan upacara persembahan
    kurban. Nanti di tengah upacara tersebut, Tuhan akan menyatakan
    pengurapan-Nya. Hikmat Tuhan juga nyata ketika Samuel harus
    menemukan siapa di antara anak-anak Isai yang Tuhan pilih. Jelas
    kriteria Tuhan sangat berbeda daripada yang dipikirkan manusia:
    "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat
    apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati" (ayat 7b).

Daud yang diurapi Tuhan melalui Samuel adalah pemimpin yang diurapi.
    Pernyataan Alkitab sangat jelas. "berkuasalah Roh TUHAN atas
    Daud" (ayat 13b). Pada saat yang sama, Roh Tuhan undur daripada
    Saul (ayat 14). Memang pada masa Perjanjian Lama, Roh Kudus
    belum dicurahkan dalam hati orang percaya secara permanen. Roh
    Tuhan dicurahkan kepada orang-orang yang Tuhan pilih untuk
    melakukan tugas tertentu. Mereka yang tidak taat pada Tuhan akan
    mengalami nasib seperti Saul, ditolak Tuhan.

Apa yang nyata buat Samuel dan Daud seharusnya nyata pula buat kita
    hamba-hamba-Nya pada masa kini. Terlebih Roh Kudus sudah
    dicurahkan secara permanen di hati setiap orang percaya. Mari
    andalkan pimpinan Roh Kudus dan minta hikmat Allah dalam
    pelayanan kita agar dengan cerdik dan tulus (Mat. 10:16) kita
    menjadi berkat bagi sesama.


    1Samuel 16:1-23

1. Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau
    berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja
    atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah.
    Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di
    antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku."
2  Tetapi Samuel berkata: "Bagaimana mungkin aku pergi? Jika
    Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku." Firman TUHAN: "Bawalah
    seekor lembu muda dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan
    korban kepada TUHAN.
3  Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku
    akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah
    bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu."
4  Samuel berbuat seperti yang difirmankan TUHAN dan tibalah ia
    di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya
    dengan gemetar dan berkata: "Adakah kedatanganmu ini membawa
    selamat?"
5  Jawabnya: "Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban
    kepada TUHAN. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke
    upacara pengorbanan ini." Kemudian ia menguduskan Isai dan
    anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara
    pengorbanan itu.
6. Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu
    pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang
    diurapi-Nya."
7  Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang
    parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya.
    Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat
    apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
8  Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan
    Samuel, tetapi Samuel berkata: "Orang inipun tidak dipilih
    TUHAN."
9  Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata:
    "Orang inipun tidak dipilih TUHAN."
10  Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan
    Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak
    dipilih TUHAN."
11  Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?"
    Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang
    menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah
    memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia
    datang ke mari."
12  Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan,
    matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman:
    "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."
13  Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan
    mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari
    itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu
    berangkatlah Samuel menuju Rama.
14. Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang
    ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.
15  Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: "Ketahuilah, roh
    jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau;
16  baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini
    mencari seorang yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat yang
    dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka
    engkau merasa nyaman."
17  Berkatalah Saul kepada hamba-hambanya itu: "Carilah bagiku
    seorang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia
    kepadaku."
18  Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya,
    aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang
    Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang
    gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok
    perawakannya; dan TUHAN menyertai dia."
19  Kemudian Saul mengirim suruhan kepada Isai dengan pesan:
    "Suruhlah kepadaku anakmu Daud, yang ada pada kambing domba itu."
20  Lalu Isai mengambil seekor keledai yang dimuati roti,
    sekirbat anggur dan seekor anak kambing, maka dikirimkannyalah
    itu kepada Saul dengan perantaraan Daud, anaknya.
21  Demikianlah Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya.
    Saul sangat mengasihinya, dan ia menjadi pembawa senjatanya.
22  Sebab itu Saul menyuruh orang kepada Isai mengatakan:
    "Biarkanlah Daud tetap menjadi pelayanku, sebab aku suka
    kepadanya."
23  Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu
    hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya;
    Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari
    padanya.

 

Femmy Patty

Seksi Operasional Kas

Bank Indonesia Ambon

Telp. 0911-352762 (1029)

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke