Tak jarang kita menggerutu dan menyesali keadaan.
Begitu banyak segi kehidupan yang membuat kita merasa tidak puas dan
akhirnya melupakan pemberian TUHAN yang sangat berharga, yaitu
KEHIDUPAN itu sendiri.
Cerita berikut ini memberikan pelajaran penting agar kita tidak terlalu
mempersoalkan mengenai cara TUHAN "mengemas" kehidupan
masing-masing orang.
NIKMATILAH KOPINYA...!!!
Suatu hari beberapa alumni Universitas yang sudah bekerja dan
mapan
dalam karier, mendatangi professor kampus mereka yang kini sudah lanjut usia.
mereka membicarakan banyak hal menyangkut pekerjaan dan akhirnya masing-
masing mengungkapkan keluhan serta protes terhadap pekerjaan maupun
kehidupan mereka.
Sang pfofesor lalu ke dapur dan kembali dengan membawa seteko kopi
panas. Di sebuah nampan ia membawa bermacam-macam cangkir. Ada yang
terbuat dari kaca, Kristal, melamin, beling dan plastic. Beberapa cangkir Nampak
indah dan mahal, tetapi ada juga yg bentuknya biasa-biasa saja dan terbuat
dari bahan yg murah. "Silahkan masing-masing mengambil cangkir dan
menuang kopinya sendiri." Sang profesor mempersilahkan tamu-tamunya.
Setelah masing² sudah memegang cangkir berisi kopi, profesor itu berkata :
"Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir² yg bagus dan yang
tertinggal kini hanya cangkir murah dan tidak begitu menarik. Memilih yg
terbaik adalah hal yang normal. Tetapi sebenarnya justru di situlah per-
soalannya. Ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus, perasaan
kalian menjadi terganggu. Kalian mulai melihat cangkir yang dipegang
orang lain dan membandingkannya dengan cangkir yang kalian pegang.
Pikirian kalian terfokus kepada cangkir, padalah yg kalian ingin nikmati
bukanlah cangkirnya, melainkan kopinya."
Sesungguhnya kopi itu adalah kehidupan kita, sedangkan cangkirnya
adalah pekerjaan, jabatan, uang dan posisi yang kita miliki. Jangan pernah
membiarkan cangkir yang hanya merupakan wadah dari kopi tersebut
mempengaruhi kopi yang kita nikmati. Pekerjaan, jabatan dan status kita
di dalam pekerjaan atau di masyarakat hanya merupakan "wadah" yang
seharusnya tidak mempengaruhi kualitas kehidupan kita. Orang boleh
saja menaruh kopi di dalam cangkir Kristal yang mahal dan indah, tetapi
belum tentu mereka dapat merasakan nikmat dari kopi tersebut.
Artinya, ada sebagian orang yang menurut penglihatan jasmaniah kita
begitu beruntung dan berbahagia, tetapi belum tentu mereka dapat
menikmati indahnya Karunia yang diberikan TUHAN.
Mari kita sama² belajar menghargai dan mensyukuri hidup ini
bagaimanapun kita menyikapi anugerah kehidupan dan mengisinya
dengan hal-hal yang benar dan positif.
Femmy Patty
Seksi Operasional Kas
Bank Indonesia Ambon
Telp. 0911-352762 (1029)
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”