%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
                          Santapan Harian
        Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Minggu, 2 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 1:1-18

Judul:  "Saat menghadapi pergumulan"

Dalam suatu fase hidupnya, seseorang pasti pernah mengalami
    pergumulan berat, yang membuat ia sampai bertekuk lutut
    menaikkan doa-doanya. Mungkin tatkala orang yang dia kasihi
    sedang meregang nyawa karena sakit, atau karena kesulitan
    ekonomi yang membuat dia sampai tidak bisa memberi makan
    keluarganya.

Hana juga sedang mengalami pergumulan berat, sampai-sampai ia tidak
    bisa dihiburkan siapapun. Apa masalahnya? Ia tidak bisa
    mengandung dan melahirkan anak! Ini merupakan aib bagi seorang
    istri dalam budaya patriarkat, seperti Israel. Elkana, suaminya,
    menambah penderitaannya dengan ketidakmampuan mengerti perasaan
    istri yang tertekan (ayat 8). Apalagi sikap merendahkan dari
    madunya, Penina yang bisa memberikan keturunan bagi Elkana.
    Pandangan yang berlaku dalam bangsa Israel pada masa itu,
    kemandulan merupakan hukuman Tuhan atas seorang wanita. Itulah
    kata-kata hinaan Penina kepada Hana (ayat 6-7). Lalu, apakah
    benar Tuhan sedang menghukum Hana?

Saat kisah ini berlanjut, kita menyadari bahwa pandangan seperti ini
    tidak benar. Memang Tuhan yang menutup kandungan Hana (ayat 5),
    tetapi bukan dengan maksud menghu-kum. Di tengah kepedihan hati
    tiada tara, Hana mengadukan nasibnya kepada Tuhan. Sengsara
    memang bisa membuat  orang mendekatkan diri pada Tuhan. Kalau
    hidup lancar dan masalah tidak seberapa, betapa mudahnya kita
    menganggap bahwa memang sudah seharusnya situasi itu yang
    terjadi.

Melalui doa yang dipanjatkan dengan hati yang hancur, Tuhan memakai
    Eli untuk menjawab pergumulan Hana. Hana terhibur karena ia tahu
    bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doanya. Namun buat kita,
    jangan tunggu persoalan datang baru kita mencari Tuhan. Biasakan
    diri mencari kehendak-Nya dan mengucap syukur atas semua hal
    yang Tuhan sudah lakukan dalam hidup kita. Percayalah bahwa saat
    Anda benar-benar bersandar kepada Tuhan, Dia dapat diandalkan
    dan jawaban-Nya tidak mengecewakan!


    1Samuel 1:1-18

1. Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan
    Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf,
    seorang Efraim.
2  Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan
    yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana
    tidak.
3  Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya
    untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN
    semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua
    anak Eli, Hofni dan Pinehas.
4  Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah
    kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki
    dan perempuan masing-masing sebagian.
5  Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya
    satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya.
6  Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar,
    karena TUHAN telah menutup kandungannya.
7  Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana
    pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia
    menangis dan tidak mau makan.
8  Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: "Hana, mengapa
    engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa
    hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada
    sepuluh anak laki-laki?"
9. Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di
    Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang
    pintu bait suci TUHAN,
10  dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis
    tersedu-sedu.
11  Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika
    sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan
    mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi
    memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku
    akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau
    cukur tidak akan menyentuh kepalanya."
12  Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN,
    maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu;
13  dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya
    bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran,
    maka Eli menyangka perempuan itu mabuk.
14  Lalu kata Eli kepadanya: "Berapa lama lagi engkau berlaku
    sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu."
15  Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan
    yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan
    tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan
    TUHAN.
16  Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila;
    sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian
    lama."
17  Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan
    memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya."
18  Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini
    mendapat belas kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan
    itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi. 

 

Femmy Patty

Seksi Operasional Kas

Bank Indonesia Ambon

Telp. 0911-352762 (1029)

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke