Salam,

Sonny Tutuarima

DSM-PPAd

021-2310108 ext 4921

Hijaukan Bumi Kita

 

 

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                             Santapan Harian
        Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Tanggal: Kamis, 14 Agustus 2008
Ayat SH: 1Tawarikh 10:1-14

Judul:  "Rencana-Nya Tidak Pernah Gagal"

Dalam 1 Samuel, kisah hidup Saul dibandingkan dengan kisah hidup
    Daud. Kisah Saul mengungkapkan tragisnya hidup orang yang diberi
    anugerah oleh Tuhan, tetapi ketidaktaatannya membuat ia ditolak
    Tuhan. Sementara Daud yang dipilih menggantikan Saul, menunjukkan
    sikap bersandar pada Tuhan. Ketaatan Daud membawa anugerah yang
    lebih besar, yaitu keturunannya akan menjadi pewaris takhta
    kerajaan Israel.

Rupanya penulis 1 Tawarikh memakai sumber dari 1Sam. 31 untuk
    mengisahkan peristiwa kematian Saul dalam peperangan melawan
    Filistin sebagai latar belakang naiknya Daud ke takhta Israel.
    Kisah ini penting untuk menunjukkan beberapa hal. Pertama,
    kematian Saul merupakan hukuman Tuhan atas dia. Ia telah berdosa
    karena menolak untuk taat pada Tuhan (ayat 13-14a). Kedua,
    kematian Saul bukan disebabkan oleh tangan Daud. Memang Daud
    telah diurapi untuk menjadi raja menggantikan Saul, jauh sebelum
    Saul mati. Namun Daud tidak melakukan tindakan apapun untuk
    merebut takhta Saul. Daud setia menantikan tibanya waktu Tuhan.
    Kisah kematian Saul ditutup dengan kesimpulan tegas bahwa Tuhan
    sendiri yang membunuh Saul dan yang menyerakkan jabatan raja
    kepada Daud (ayat 14b). Ketiga, kisah kematian Saul dan kekalahan
    Israel bisa dilihat sebagai gambaran situasi pembuangan. Dalam
    konteks ini, Daud digambarkan (ps. 11) sebagai 'juruselamat' yang
    membawa pulang Israel dari pembuangan. Dengan demikian tujuan
    penulis Tawarikh, untuk membangkitkan kembali pengharapan umat
    pascapembuangan pada pemerintahan mesianik, tercapai.

Saul gagal, tetapi Tuhan membangkitkan Daud untuk meneruskan misi-Nya
    memimpin dan menjadikan umat-Nya sesuai dengan rencana-Nya. Tuhan
    berkarya lewat cara-Nya yang ajaib, tak terselami, tetapi tak
    pernah keliru. Di dalam kedaulatan-Nya, Ia bisa memakai dan juga
    bisa menolak orang seturut respons mereka kepada Dia. Rencana-Nya
    tidak pernah gagal.


    1Tawarikh 10:1-14

  1. Orang Filistin berperang melawan orang Israel. Orang-orang
    Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin dan banyak yang
    mati terbunuh di pegunungan Gilboa.
  2  Orang Filistin terus mengejar Saul dan anak-anaknya dan
    menewaskan Yonatan, Abinadab dan Malkisua, anak-anak Saul.
  3  Kemudian makin beratlah pertempuran itu bagi Saul; para
    pemanah menjumpainya dan melukainya.
  4  Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: "Hunuslah
    pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang
    tidak bersunat ini memperlakukan aku sebagai permainan." Tetapi
    pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian
    Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya.
  5  Ketika pembawa senjatanya melihat, bahwa Saul telah mati,
    iapun menjatuhkan dirinya ke atas pedangnya, lalu mati.
  6  Jadi Saul, ketiga anaknya dan segenap keluarganya sama-sama
    mati.
  7  Ketika dilihat seluruh orang Israel yang di lembah, bahwa
    tentara telah melarikan diri, dan bahwa Saul serta anak-anaknya
    sudah mati, maka mereka meninggalkan kota-kota mereka lalu
    melarikan diri juga; kemudian datanglah orang Filistin dan
    menetap di sana.
  8. Ketika keesokan harinya orang Filistin datang merampasi
    orang-orang yang mati terbunuh itu, didapati mereka Saul dan
    anak-anaknya tergelimpang di pegunungan Gilboa.
  9  Mereka merampasinya dan mengambil kepala Saul dan
    senjata-senjatanya, lalu menyuruh orang berkeliling di negeri
    orang Filistin untuk menyampaikan kabar itu kepada
    berhala-berhala mereka dan kepada rakyat.
10  Kemudian mereka menaruh senjata-senjata Saul di kuil allah
    mereka, tetapi batu kepalanya dipakukan mereka di rumah Dagon.
11  Ketika seluruh Yabesh-Gilead mendengar tentang segala yang
    telah dilakukan orang Filistin terhadap Saul,
12  maka bersiaplah segenap orang gagah perkasa, lalu pergi
    mengambil mayat Saul dan mayat anak-anaknya. Mereka membawanya ke
    Yabesh dan menguburkan tulang-tulang mereka di bawah pohon besar,
    di Yabesh. Sesudah itu berpuasalah mereka tujuh hari lamanya.
13  Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia
    terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN,
    dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah,
14  dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh
    dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai. 

 

Femmy Patty

Seksi Operasional Kas

Bank Indonesia Ambon

Telp. 0911-352762 (1029)

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

<<image001.jpg>>

Kirim email ke