Salam,

Sonny Tutuarima

DSM-PPAd

021-2310108 ext 4921

Hijaukan Bumi Kita

 

 

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

                  Renungan Harian 

  Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus 

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

 

Tanggal: Kamis, 14 Agustus 2008

Bacaan : 1 Samuel 4:16-22

Setahun: Yesaya 43-45

Nats: ... kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula

       kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah

       sudah dirampas ... (1Samuel 4:17)

 

Judul:

             "MENGHADAPI KEKALAHAN"

 

Tiga orang anak sedang bermain lomba adu cepat mobil-mobilan. Sebelum
lomba dimulai, salah seorang anak tampak berdoa dengan khusyuk.

Setelah lomba berakhir, ternyata anak yang berdoa itu memenangkan
pertandingan. Seorang temannya bertanya, "Tadi sebelum lomba kamu berdoa
supaya Tuhan membuat mobil-mobilanmu menang ya?" Anak itu menjawab,
"Tidak. Saya berdoa kepada Tuhan, supaya kalau kalah saya tidak
menangis."

 

Ketika bangsa Israel mengalami kekalahan hebat dalam peperangan melawan
bangsa Filistin; tabut Allah dirampas, ditambah lagi kedua anaknya
tewas, hingga Imam Eli amat sangat terpukul. Ia begitu syok, sampai
kemudian terjatuh dan mati (ayat 18).

 

Menghadapi kekalahan memang tidak mudah. Bukan hanya dalam
perkara-perkara besar, bahkan juga dalam hal-hal yang kelihatannya
sepele, seperti ketika kita beradu pendapat dengan orang lain dalam
sebuah diskusi. Tidak heran kalau kemudian banyak orang yang tidak bisa
menerima kekalahan, kemudian merasa malu, marah, kecewa, dan kesal,
setelah itu mengambek, menangis, bahkan mendendam. Tidak sedikit pula
yang lantas malah membuat kesalahan dan memunculkan masalah baru.

 

Lalu, bagaimana caranya agar kita tidak tenggelam dalam kekalahan?

Pertama, terimalah kekalahan sebagai bagian dari kehidupan. Hidup
seperti roda yang berputar; ada saatnya kita berada di atas, ada saatnya
kita berada di bawah. Kedua, lihatlah kekalahan sebagai sarana bagi kita
untuk belajar rendah hati dan bergantung kepada Tuhan. Ketiga, ingatlah
bahwa di balik setiap kejadian yang Tuhan izinkan terjadi pasti ada
hikmahnya -AYA

 

                      KEKALAHAN TERBESAR ADALAH

              KETIKA KITA TIDAK BISA MENERIMA KEKALAHAN

 

 

     1 Samuel 4:16-22

 

16  Kata orang itu kepada Eli: "Aku datang dari medan

     pertempuran; baru hari ini aku melarikan diri dari medan

     pertempuran." Kata Eli: "Bagaimana keadaannya, anakku?"

17  Jawab pembawa kabar itu: "Orang Israel melarikan diri dari

     hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh

     rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas,

     dan tabut Allah sudah dirampas."

18  Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang

     dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia

     mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun

     lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel.

19. Adapun menantunya perempuan, isteri Pinehas, sudah hamil

     tua. Ketika didengarnya kabar itu, bahwa tabut Allah telah

     dirampas dan mertuanya laki-laki serta suaminya telah mati,

     duduklah ia berlutut, lalu bersalin, sebab ia kedatangan sakit

     beranak.

20  Ketika ia hampir mati, berkatalah perempuan-perempuan yang

     berdiri di dekatnya: "Janganlah takut, sebab engkau telah

     melahirkan seorang anak laki-laki." Tetapi ia tidak menjawab dan

     tidak memperhatikannya.

21  Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: "Telah lenyap

     kemuliaan dari Israel" --karena tabut Allah sudah dirampas dan

     karena mertuanya dan suaminya.

22  Katanya: "Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut

     Allah telah dirampas."

 

 

 

 

Femmy Patty

Seksi Operasional Kas

Bank Indonesia Ambon

Telp. 0911-352762 (1029)

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

<<image001.jpg>>

Kirim email ke