Salam, Sonny Tutuarima
DSM-PPAd
021-2310108 ext 4921
Hijaukan Bumi Kita
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Sabtu, 23 Agustus 2008
Bacaan : Matius 5:1-12
Setahun: Yeremia 8-11
Nats: Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup
menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! (Mazmur 128:1)
Judul:
"KEBAHAGIAAN SEJATI"
Dalida adalah ratu kecantikan Mesir tahun 1955. Ia kemudian hijrah ke
Paris. Di sana ia berhasil menjadi penyanyi dan pemain film terkenal.
Kariernya sukses, kekayaannya berlimpah. Namun, toh Dalida merasa
hidupnya sangat malang. Suaminya, Lucien Morisse, meninggal karena bunuh
diri. Begitu juga Luigi Tenco, kekasihnya. Kenyataan itu membuat Dalida
sangat terpukul. Akhirnya di tengah ketenaran dan kekayaannya, ia
memutuskan untuk bunuh diri. Ia menulis sepucuk
surat: "Beban hidup sungguh tak tertanggungkan." Begitulah, keberhasilan
lahiriah bukan jaminan kebahagiaan. Kebahagiaan tidak diukur oleh
seberapa besar kekayaan dan popularitas yang kita miliki.
Bacaan hari ini merupakan bagian dari khotbah Yesus di bukit (Matius
5-7) di bawah judul Ucapan Bahagia. Berulang-ulang dikatakan
"berbahagialah", yang dalam bahasa Yunaninya: makarios, yaitu
kebahagiaan yang lengkap, utuh, sempurna. Itulah kebahagiaan sejati.
Bagaimana meraihnya?
1. Hidup sepenuhnya mengandalkan kekuatan Allah (ayat 3).
2. Selalu bersedia peduli dan berbagi dengan sesama (ayat 4, 7).
3. Rendah hati dan panjang sabar (ayat 5).
4. Gigih berjalan dalam kebenaran, apa pun risiko yang harus
ditanggung (ayat 6,10).
5. Menjaga hati, menjauhi sikap bermusuhan dan pikiran buruk
terhadap orang lain (ayat 8,9).
Jadi jelaslah bahwa kebahagiaan sejati tidak tergantung pada hal-hal di
luar diri, seperti kekayaan, popularitas, dan jabatan. Kebahagiaan
sejati bersemi dalam hati, dan memancar keluar; dalam tindakan dan
ucapan -AYA
KEBAHAGIAAN SEJATI
TIDAK DAPAT DILEPASKAN DARI TUHAN
Matius 5:1-12
1. Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas
bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena
merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan
dihibur.
5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan
memiliki bumi.
6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,
karena mereka akan dipuaskan.
7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan
beroleh kemurahan.
8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan
melihat Allah.
9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan
disebut anak-anak Allah.
10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya
dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga,
sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Femmy Patty
Bank Indonesia
Seksi Operasional Kas
Telp. 0911-352762 (1029)
A M B O N
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”
<<image001.jpg>>
