+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Rabu, 29 Oktober 2008
Bacaan : Mazmur 90:1-12
Setahun: Lukas 1-4
Nats: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami
beroleh hati yang bijaksana (Mazmur 90:12)
Judul:
"MENYONGSONG KEMATIAN"
Pak Permana meninggal dunia," kata teman saya di telepon. Saya
terkesiap. Dua hari lalu saya sempat bertemu dengan Pak Permana.
Masih segar bugar. Kami ngobrol ngalor-ngidul, sambil bersenda gurau dan
tertawa-tawa. Tidak ada tanda-tanda sedikit pun hidup Pak Permana akan
sesingkat itu. Rupanya, Pak Permana terkena serangan jantung.
Sehabis bermain tenis, ia mengeluh dadanya sakit. Lalu, tidak lama
sesudah itu ia pingsan. Dalam perjalanan ke rumah sakit, ia mengembuskan
napasnya yang terakhir.
Begitulah hidup. Sangat ringkih. Bisa dibilang, kita ini berada di bawah
bayang-bayang kematian. Setiap saat kita bisa dijemput oleh kematian.
Kapan saja dan di mana saja. Tidak saja ketika usia kita sudah uzur atau
ketika tubuh sakit-sakitan. Namun juga saat kita "masih" di usia muda,
berada di puncak karier, dan di saat tubuh kita sehat. Kematian tidak
pandang bulu; tidak pandang usia; tidak pandang situasi dan kondisi
kita. Pemazmur bahkan mengibaratkan hidup kita ini seperti rumput; yang
di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, akan tetapi di waktu petang ia
sudah lisut dan layu (ayat 5,6).
Lalu bagaimana? Apakah kita pasrah dan pasif saja menjalani hari-hari,
sekadar untuk menunggu kematian datang? Tidak. Kesadaran bahwa kita bisa
kapan saja dijemput kematian seharusnya mendorong kita untuk hidup
dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Soal kapan pun kematian itu
datang menjemput, kalau kita sudah berusaha hidup bijak dan bajik di
dalam Tuhan, kita akan menghadapinya dengan tenang. Untuk itu, kuncinya
adalah berjaga-jaga senantiasa -AYA
YANG PENTING BUKAN KAPAN KITA MATI
TETAPI BAGAIMANA KITA HIDUP
Mazmur 90:1-12
1. Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan
kami turun-temurun.
2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia
diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya
Engkaulah Allah.
3 Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata:
"Kembalilah, hai anak-anak manusia!"
4 Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin,
apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
5 Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti
rumput yang bertumbuh,
6 di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut
dan layu.
7. Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena
kehangatan amarah-Mu kami terkejut.
8 Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami
yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu.
9 Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami
menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh.
10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat,
delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan
penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang
lenyap.
11 Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada
gemas-Mu?
12. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga
kami beroleh hati yang bijaksana.
Salam,
Sonny Tutuarima
DSM-PPAd
021-2310108 ext 4921
Hijaukan Bumi Kita
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”
<<image001.jpg>>
