++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                               Santapan Harian
        Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Tanggal: Kamis, 30 Oktober 2008
Ayat SH: Daniel 1:1-21

Judul:   "Berani Bersikap"

Dalam dunia yang makin menggoda ini, bagaimanakah orang beriman dapat
    berprinsip dan membedakan mana pilihan yang serasi dengan
    kehendak Tuhan?

Bangsa Yehuda dibuang ke tanah Babel, negeri yang menyembah berhala.
    Nebukadnezar tahu bahwa banyak orang Israel yang berpotensi. Ia
    ingin memanfaatkan mereka untuk ambisi internasionalnya.

Raja tentu tidak ingin nasionalisme Israel tetap melekat. Itu
    membahayakan Babel. Maka Babel berusaha 'mencuci otak' mereka.
    Caranya? Mendidik mereka agar memiliki pola pikir Kasdim. Hal
    pertama yang Babel lakukan adalah menanamkan budaya dan
    nilai-nilai Kasdim. Dimulai dengan mengajarkan bahasa dan tulisan
    Kasdim (ayat 4). Pengenalan aksara Kasdim akan mempercepat
    penyesuaikan diri mereka dengan budaya Kasdim. Kemudian Babel
    mengubah identitas mereka. Nama-nama Yahudi mereka diganti dengan
    nama-nama Kasdim. Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya berubah
    menjadi Beltsazar, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego (ayat 6-7). Hal
    terakhir adalah mengubah gaya hidup para tawanan. Mereka diberi
    santapan dan minuman raja (ayat 5).

Sungguh menarik memperhatikan bahwa Daniel dan rekan-rekannya
    menyetujui nama baru mereka. Mereka juga tidak menolak pendidikan
    yang diberikan. Namun ketika harus mengubah gaya hidup, mereka
    menolak! Mereka tahu bahwa santapan itu telah dipersembahkan
    terlebih dulu kepada sesembahan Babel. Dan itu bertentangan
    dengan iman mereka! Daniel tidak mau kompromi sedikit pun pada
    sesuatu yang membuat ia melanggar perintah Tuhan. Ia harus lebih
    taat kepada Tuhan daripada kepada manusia.

Keteguhan hati seperti yang dimiliki Daniel dan keempat temannya
    menjadi teladan sekaligus teguran bagi kita. Coba ingat-ingat
    kapan terakhir kita mengkompromikan iman kita? Apa penyebabnya?
    Mari belajar dari Daniel. Bahkan ketika benar-benar menjadi
    minoritas, mereka berani menentukan sikap hidup dan menyatakan
    kebenaran.



    Daniel 1:1-21

  1. Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda,
    datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung
    kota itu.
  2  Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari
    perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu
    dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya;
    perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.
  3  Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk
    membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja
    dan dari kaum bangsawan,
  4  yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang
    berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat,
    berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu,
    yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja,
    supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.
  5  Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari
    santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus
    dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja
    pada raja.
  6  Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni
    Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.
  7  Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka:
    Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael
    dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.
  8. Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan
    santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja;
    dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak
    usah menajiskan dirinya.
  9  Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari
    pemimpin pegawai istana itu;
10  tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel:
    "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan
    makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang
    sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu,
    sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja."
11  Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah
    diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel,
    Hananya, Misael dan Azarya:
12  "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama
    sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan
    air untuk diminum;
13  sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan
    orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian
    perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu."
14  Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah
    percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.
15  Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih
    baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda
    yang telah makan dari santapan raja.
16  Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan
    anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada
    mereka.
17. Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan
    dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang
    Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai
    penglihatan dan mimpi.
18  Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka
    sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh
    pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar.
19  Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka
    sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya,
    Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.
20  Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan
    pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa
    mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu
    dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.
21  Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan
    Koresh. 

Salam,

Sonny Tutuarima

DSM-PPAd

021-2310108 ext 4921

Hijaukan Bumi Kita

 

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

<<image001.jpg>>

Kirim email ke