Note: forwarded message attached.
=====
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - now with 250MB free storage. Learn more.
http://info.mail.yahoo.com/mail_250
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ELPOP-Audio/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--- Begin Message ---RADIO PERTAMA PASCA TSUNAMI
�SUARA ACEH� berkumandang.
Guys, I am in Aceh! Yes, in Aceh, in the Tsunami Zone! Mendadak dari liburan akhir tahun saya di Danau Toba, saya dihubungi oleh beberapa Rekan Pengurus PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia), untuk berangkat ke Aceh. Saya segera membelokkan perjalanan pulang menuju Jakarta menjadi ke Aceh. Dengan koordinasi singkat di Medan sudah berkumpul beberapa rekan pengurus lain dengan peralatan-peralatan radio kami. Setelah menunggu sekitar 15 jam di Airport Polonia Medan, kami tiba di Banda Aceh, subuh 4 Januari lalu.
Di bandara saya mencari-cari kedai Kopi yang biasa saya kunjungi kalau saya sedang di Aceh. Ternyata sudah tidak ada. Sejak di bandara, dimana-mana kelihatan wajah-wajah multi rasial, bule, Cina, Jepang, hitam, kuning, jawa, batak, ambon. Wajah wajah itu semua tampak letih walau bersemangat sekali. Selintas kita teringat masa kejayaan Bali. Setiap kali tiba di Airport Bali, kita merasa berada di airport luar negeri. Tapi yang di Aceh ini bukan. Ini adalah wajah-wajah masyarakat dunia yang sedang berusaha menolong Aceh dari kehancuran yang lebih dahsyat.
Apa yang anda lihat di siaran-siaran TV itu tidak sedahsyat apa yang saya lihat dengan mata kepala sendiri. Saya bertanya-tanya, apa iya hanya 100 ribu korban di Aceh? Pasti jauh lebih banyak dari angka itu. Begitu banyak tubuh kembung dijalanan. Begitu banyak tubuh tanpa kepala. Begitu banyak tubuh anak-anak yang setengah hancur. Saya luar biasa �shocked�. Malu juga sama tembok-tembok di bandara itu. Tiga bulan yang lalu saya kehilangan abang saya yang meninggal karena sakit dan masih sedikit marah pada Tuhan. Ternyata apa yang saya alami itu tidak sebanding dengan yang dialami teman-teman saya di Aceh.
11 Radio Siaran Swasta di Banda Aceh tersapu bersih oleh Badai Tsunami. Kami kehilangan banyak sekali rekan sesama pemilik atau pengurus dan pekerja Radio. Hari pertama di Banda Aceh, kami mencoba mendata apa yang tersisa yang masih bisa dipakai agar Radio darurat bisa berkumandang di Aceh. Ternyata ada sepotong Tower Milik Radio Mega 100 FM yang kami pikir masih bisa dimanfaatkan untuk memperoleh sinyal gelombang. Dengan peralatan seadanya, kamis, 6 Januari lalu radio pertama Aceh pasca Tsunami �SUARA ACEH� mengumandang 24 jam sehari. Kami berhasil merekrut 7 orang putra Aceh secara instant, memberikan pelatihan singkat dan membuat program instant. Dengan suasana hati mereka yang masih galau karena kehilangan begitu banyak keluarga mereka sendiri, penyiar-penyiar itu dengan bersemangat menyapa rakyat Aceh setiap hari dan mengumandangkan lagu-lagu aceh, religi dan pengajian-pengajian. Kadang sayapun harus siaran sendiri karena penyiar-penyiar kami yang masih emosional dan trauma itu, kerap kali �sesungukan tersedu-sedu� dalam siarannya. Dalam waktu singkat banyak orang mempergunakan radio kami untuk mencari sanak keluarga, atau Perusahaan atau institusi yang mengumumkan sesuatu
Setelah 5 hari disini saya belajar mengenai hidup, mengenai kesedihan, mengenai kehilangan, mengenai penderitaan, mengenai cinta, mengenai tanah leluhur, mengenai cinta tanah air, dan yang tidak kalah penting, mengenai makna kematian.
Wassalam,
Candi Sinaga
SUARA ACEH 99 FM
From The Tsunami Zone
Banda Aceh
PS:
Jadi kalau ada yang mau mengumumkan sesuatu atau mencari sanak-keluarga, atau mau bantu sesuatu lewat RADIO SUARA ACEH, call us!
Telp:
06517410682
08161315644
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--- End Message ---
