Rekan Avian Wicaksono,

Sebenarnya apa yang anda lihat tentang tembok basah itu disebabkan oleh tekanan
kapiler. Seperti anda katakan butir butir pasir dalam tembok tadi membuat suatu
jalur seperti tabung kapiler, sehingga air bisa meresap keatas (ingat kan
sewaktu kita di SMA atau SMP belajar ilmu alam? Ya di universitas disebut
Fisika!).

Unutk mencegah hal ini salah satu jalan yalah mengubah cara membuat tembok. Di
A.S., dibawah sebelum tembok dibangun dilapisi lapisan kedap air (misalnya saja
plastik), kemudian baru temboknya dibangun.

Betul bahwa bakteri, fungi (jamur?), "mold" (kalau tidak salah bahasa
Indonesianya adalah: buluk, juga anda lihat pada kulit buah-buahan yang
membusuk)  dsb. bisa subur dan sering mempunyai dampak negatif pada kesehatan,
terutama kalau seseorang mempunyai alergi (terutama alergi pernapasan, atau yang
mempunyai asthma, bukan asmara!) dan bisa menyebabkan  reaksi akut!

Kalau temboknya sudah dibangun tentunya ada jalan untuk mencegah air bisa
merembes keatas. Banyak "pakar" bangunan di Indonesia yang dengan gratis bisa
memberikan nasehat!

Salam,

Jojok Sumartojo
[EMAIL PROTECTED]

avian wicaksono wrote:

> Salam,
> Saya bertempat tinggal di daerah yang tanahnya sangat banyak mengandung air,
> keadaan ini menyebabkab tembok di rumah selalu basah dan akhirnya menjamur,
> padahal bahannya telah dibuat hanya dengan campuran semen dan pasir dan
> fondasi batu kali, mungkin rekan-rekan ada yang punya pengalaman untuk
> mengatasi tumbuhnya jamur di tembok ini, soalnya selain nggak enak di
> pandang juga lama-lama rasanya mengganggu kesehatan juga...
> Terimah kasih,
> Avian W
>
> ___________________________________________________________________
> Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
> Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
> Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum
>
> BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]




___________________________________________________________________
Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum

BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke