Rekan Avian.

Terlebih dahului saya mengucapkan salam perkenalan. Nama saya Budi Sutjahjo,
praktisi air bersih dan sanitasi.
Umumnya standard konstruksi bangunan yang kita pergunakan adalah peninggalan
Belanda. Namun demikian cukup baik dan nyatanya banyak bangunan dari zaman
baheula (Belanda) masih baik konstruksinya.

Dalam standard konstrunsi bangunan, bangunan pasangan batu bata yang
berhubungan dengan tanah harus diberi cement raam, atau tras ram, yaitu
tembok kedap air setebal biasanya 30 cm dari muka tanah, yang tebuat dari
adonan semen dan pasir dengan campuran 1:2, atau 1:1 (lebih baik lagi).
Umumnya cement raam dengan campuran 1:2 sudah cukup mencegah lembab dalam
kamar. Mungkin saja tembok anda menggunakan campuran yang lebih banyak
pasirnya (lebih dari 1:2). Karena tidak cukup rapat, masih ada rongga antara
pasirnya, tidak terisi semen, maka terjadi kapilerisasi seperti yang
diungkapkan rekan Jojok.

Apabila sudah terjadi, memang agak sulit. Kalau mau sempurna dibongkar semua
tembok bagian bawah yang lembab, kemudian dibuat lagi cement raam.
Tergantung konstruksi bangunan rumahnya, dalam beberapa hal bisa berhasil,
kalau tidak membahayakan konstruksi bangunan atas.

Kalau ditambal bagian luar temboknya (plesteran) saja biasanya kurang
berhasil, karena masih ada kapiler dibagian tengah.

Jalan lain adalah dengan disuntik dengan semen (cement grouting), biasanya
teknik ini digunakan mengatasi reservoir beton dari air yang bocor. Biayanya
agak mahal. Di Jakarta ada beberapa kontraktor khusus cement grouting.

Salam,

Budi Sutjahjo


-----Original Message-----
From: avian wicaksono <[EMAIL PROTECTED]>
To: Milis Envorum <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 29 Januari 1999 7:08
Subject: [envorum] Tembok nyerap air dan berjamur


>Salam,
>Saya bertempat tinggal di daerah yang tanahnya sangat banyak mengandung
air,
>keadaan ini menyebabkab tembok di rumah selalu basah dan akhirnya menjamur,
>padahal bahannya telah dibuat hanya dengan campuran semen dan pasir dan
>fondasi batu kali, mungkin rekan-rekan ada yang punya pengalaman untuk
>mengatasi tumbuhnya jamur di tembok ini, soalnya selain nggak enak di
>pandang juga lama-lama rasanya mengganggu kesehatan juga...
>Terimah kasih,
>Avian W
>
>
>___________________________________________________________________
>Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
>Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
>Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum
>
>BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]


___________________________________________________________________
Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum

BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke