RADAR JEMBER, Sabtu, 24 Juli 1999, Jawa Pos
Bandealit Dicoba Untuk Wind Surfing (2-habis)
Anak Nelayan Jadi Bibit Andalan
KEBERADAAN masyarakat sekitar Taman Nasional
Meru Betiri
merupakan aset yang tidak kalah pentingnya
bagi perkembangan olah
raga selancar. Karena itu pihak TNMB juga
berupaya menggali potensi
anak-anak nelayan untuk menjadi bibit atli
selancar. Sebab justru
selama ini atlit selancar yang berprestasi
kebanyakan adalah anak
nelayan.
TOPOGRAFI Bandealit yang berbukit-bukit
ternyata juga menggoda
untuk melakukan olah raga panjat tebing dan
turun gunung, selain
pantainya yang dijadikan arena wind surfing.
Selain itu ombak yang
tidak terlalu besar memungkinkan untuk
rekreasi laut lainnya seperti
berenang.
Banyaknya pesona di kawasan Bandealit juga
membuat daerah
tersebut �menggoda� orang untuk tinggal
berlama-lama di tempat itu.
Seperti bunker-bunker yang dibangun Jepang
saat perang Dunia II juga
masih banyak kita jumpai disana.
Dari bunker-bunker yang berketinggian sekitar
200 meter di atas
permukaan laut ini kita bisa melihat indahnya
gelombang laut selatan
sambil beristirahat. Bila malam hari kita
bisa memancing ikan karena
Bandealit juga dikenal banyak ikannya.
Satu lagi kelebihan Bandealit adalah Savana
Pringtali yang keindahan
perkebunan karet dan kopi. Kadang, malah
terlihat Elang Jawa, salah
satu binatang langka, terbang di angkasa
Savana Pringtali.
Keungulan yang ada di Bandealit yang tidak
bisa ditemui
ditempat-tempat lain inilah yang membuat para
peselancar nasional
merasa ketagihan untuk bisa datang lagi ke
Bandealit. Delapan belas
peselancar nasional yang datang ke Bandealit
beberapa waktu lalu,
bermaksud untuk mengadakan even lagi ditempat
ini. Bahkan mereka
berniat ingin melakukannya lagisebelum PON
2000 digelar.
Respon masyarakat pun nampaknya juga cukup
baik. Dan agar
kawasan itu tetap terjaga, pihak Balai TNMB
juga melakukan
pendekatan kepada masyarakat di sekitar
Bandealit, agar tidak
melakukan penebangan hutan.
Selain pembinaan untuk mendukung upaya
terealisasinya Bandealit
sebagai pantai wisata sekaligus untuk olah
raga khususnya selancar,
Balai TNMB juga memandang masyarakat sekitar
Bandealit
sebagaibibit peselancar dari daerah.
��Kebanyakan atlit selancar yang
berprestasi berasal dari anak nelayan,��
tandas Kepala Balai TNMB, Ir
Indra Arinal.
Dan salah satu obsesi Balai TNMB adalah bisa
ikut menyumbangkan
atlit peselancar dari daerah. Sebab, menurut
Indra Arinal, anak-anak
nelayan di Bandealit kemungkinan nantinya
akan menjadi atlit-atlit
nasional yang berprestasi.
Keinginan Arinal ini disambut baik KONI
Jember yang juga mendukung
upaya pengembangan Bandealit menjadi tempat
pengembangan olah
raga selancar. Dan Pemda Jember juga secara
riil telah
mengupayakan pembangunan jalan menuju
Bandealit sebagai upaya
mendukung pengembangan Bandealit.
Ketua Bappeda Jember, Drs Bagong Sutrisnadi
SP, mengatakan
bahwa pemda akan menganggarkan dana untuk
perbaikan jalan ini.
��Karena bila sarana transportasi masih
menjadi kendala, praktis akan
mempengaruhi kegiatan lainnya, untuk itu kami
akan berusaha
memprioritaskan pembangunan jalan menuju
Bandealit,�� katanya.
Namun bagi Arinal, persoalan jalan bukanlah
persoalan utama. Arinal
malah mencontohkan pantai Plengkung yang
tetap dikunjungi banyak
orang karena keunggulan yang dimiliki.
��Bandealit saya pikir juga
banyak kelebihan, karena belum dikenal banyak
orang saja, sehinga
Bandealit belum banyak dikunjungi. Apalagi
oleh para peselancar,"
tandasnya.
Balai TNMB yang salah satu misinya adalah
melestarikan alam tentu
akan memikirkan dampak yang akan ditimbulkan
dari dibukanya
kawasan Bandealit untuk wisata dan olah raga.
Untuk itu mereka
sudah melakukan persiapan-persiapan untuk
mengantisipasi efek
negatif seperti perusakan flora fauna yang
ada di Bandealit sehingga
mengakibatkan rusaknya ekosistem yang sudah ada.
Balai TNMB akan mengoptimalkan petugas
jagawana yang sudah ada
dan menjalin kerjasama dengan LSM yang peduli
lingkungan untuk
menggerakkan masyarakat sekitar kawasan itu
agar aktif menjaga
keseimbangan lingkungan. Program tersebut
saat ini sudah berjalan,
dan ada dua LSM yaitu LSM Hamim dan LSM Latin
yang
berpartisipasi dalam menjaga ekosistem di
Bandealit. (ras-habis)
___________________________________________________________________
Mulai langganan: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]
atau di http://www.egroups.com/list/envorum