Selamat kepada Mas Djuni yang telah mengirimkan informasi paling banyak !!!
Siapa yang mau memecahkan rekornya Mas Djuni ??? Ayo jangan mau kalah dong.
----------
> From: Djuni Pristiyanto <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [envorum] [Tumbuhan langka 8] JAMBU KOPO
> Date: 28 Agustus 1999 11:20
>
JAMBU KOPO
Jambu Kopo atau Jambu mawar hutan (Syzygium densiflora) memiliki nama
daerah
berbeda-beda. Di Sunda (Jabar) selain disebut sebagai jambu kopo, juga
dikenal
sebagai Kopo badak atau petag. Di Jawa Timur dan Jawa Tengah jamu ini
dikenal
dengan jambu alas, jambu kelompok, jambu wana, jambon, klampok, atau
klampok
arum. Dan di Madura dikenal kelampok bato. Jambu kopo tersebar di seluruh
Jawa,
di hutan-hutan terbuka, di daerah dekat sumber air dengan ketinggian 5
1500 m
dpl.
Pohon jambu kopo tumbuh besar dan kuat, tingginya antara 2-5 m,
cabang-cabangnya berbentuk galah berwarna coklat kemerahan. Daunnya
berukuran
3-10 cm x 12,5 37 cm. Bunganya terletak di ranting, tapi kadang tumbuh
diketiak daun paling atas dan bunganya bercabang. Tabung kelopak tingginya
8-15
mm, berwarna merah, tajuknya putih agak merah, panjangnya 1,5-2 cm. Tangkai
sari sebelah bawah berwarna merah dan sebelah ata berwarna putih. Tangkai
putik
panjangnya 3,5-4,5 cm. Bunganya mubcul sepanjang tahun. Demikian pula
buahnya.
Buahnya tidak enak dimakan, berukuran 2,75-3,5 cm, dan berwarna ungu-merah.
Tanaman ini potensial untuk batang bawah. Meski besar, batangnya tak
beraturan,
bengkok-bengkok sehingga tak dimanfaatkan untuk bahan bangunan. Namun
batang
ini dapat digunakan untuk kayu bakar. Dan kulit kayunya dapat digunakan
sebagai
bahan pewarna (warnanya kecoklatan).
Selain Syzygium densiflora yang memang secara umum sudah dikenal sebagai
jambu
kopo, sebenarnya masih ada empat jenis Syzygium lainnya yang kurang
diketahui
manfaatnya. Keempat Syzygium tersebut adalah:
1. S. syzygiodes atau Eugenia cymosa .Di Jawa Barat tumbuhan ini
dikenal
sebagai kopo dan kisireum. Sedang di Jawa Tengah dan Jawa Timur disebut
manting. Tanaman ini tersebar di seluruh Jawa pada ketinggian 100-1200 m
dpl,
yakni di hutan campuran atau hutan jati.
2. S. litoral. Tanaman ini asli Jawa. di Jawa Barat tanaman ini
disebut
kopo laut; di Jawa Tengah dan Jawa Timur di kenal sebagai jembluk, jembluk
kerikil, kelampok watu. Sedangkan di Madura disebut kelampok. Tanaman in
tersebar di Jawa, tumbuh di hutan-hutan, terutama disepanjang aliran
sungai.
Bila daunnya diremas-remas mengeluarkan bau harum semerbak.
3. S. racemasum atau E. jamboloides. Di Pasundan tanamn ini disebut
kopo
mangut, resep, atau risep. Sedangkan di Madura disebut kelampok bato.
Tumbuhan
ini tersebar di seluruh Jawa, tumbuh di hutan campuran dan hutan jati.
4. S. suringariaum atau E.suringariana. Di Pasundan jambu ini disebut
kopo
lalay. Tumbuhan ini sebagian besar tersebar di Jaw Barat, tepatnya di
hutan-hutan dengan ketinggian 900-1200 m dpl.
------------------------------------
Sumber :
Tim Penulis Penebar Swadaya,
Mengenal Tanaman Langka Indonesia,
Jakarta: Penebar Swadaya, 1990, cetakan III.
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
atau di http://www.egroups.com/list/envorum