SIARAN
PERS
KOMITE HARI ANTI MILLENIUM ROUND WTO
KOMITE HARI ANTI MILLENIUM ROUND WTO
Dalam Rangka
Memperingati
“ANTI MILLENIUM ROUND” Day
15 September 1999
“ANTI MILLENIUM ROUND” Day
15 September 1999
Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organisation – WTO) dalam sidang ke III (WTO Ministerial Meeting) pada tanggal 30 November – 3 Desember 1999 mendatang di Seattle, Amerika Serikat akan merespons usulan diadakannya putaran perundingan baru (disebut The New Millenium Round). Usulan putaran perundingan baru ini diajukan oleh negara-negara maju, seperti AS, Uni Eropa, Jepang, dan sebagainya.
Perundingan baru tentang liberalisasi perdagangan ini akan bersifat
komprehensif dan mengintroduksi isu-isu baru untuk disepakati. Hal ini akan
mendorong negara-negara anggota WTO untuk melakukan liberalisasi lebih jauh
lagi. Selain itu putaran perundingan baru ini akan memperluas mandat WTO,
sehingga dikhawatirkan WTO akan menyaingi peran PBB dalam mengatur kehidupan
masyarakat dunia.
Saat ini berbagai kelompok organisasi non-pemerintah (Ornop atau LSM) serta
masyarakat di seluruh dunia mendesak WTO untuk tidak mengadakan New Millenium
Round. Sekitar 1000 organisasi masyarakat dan Ornop di seluruh dunia menyatakan
menolak atas usulan Millenium Round tersebut (daftar nama-nama terlampir).
Adapun alasan penolakan terhadap Millenium Round antara lain sebagai
berikut:
* Liberalisasi perdagangan melalui WTO disinyalir telah menimbulkan
berbagai masalah seperti terkonsentrasinya kekayaan di tangan segelintir pihak
(di tangan negara-negara kaya, perusahaan-perusahaan multinasional - MNC, dan
sebagainya), meningkatnya kemiskinan pada mayoritas penduduk dunia serta
meningkatnya pola produksi dan konsumsi yang tidak ramah lingkungan.
* Kesepakatan Uruguay Round lebih berfungsi sebagai alat untuk membuka
pasar yang hanya menguntungkan perusahaan multinasional (MNC), akan tetapi
mengorbankan kepentingan rakyat, petani dan buruh di tingkat nasional, serta
mengancam kepentingan lingkungan hidup.
* Akselerasi proses globalisasi dan peraturan WTO dianggap ikut
menyumbagkan terjadinya ketidak-stabilan ekonomi global, keruntuhan ekonomi
nasional di banyak negara, meningkatnya ketidakmerataan ekonomi di tingkat
dimestik maupun di antara negara maju dan negara miskin, serta meningkatnya
degradasi sosial maupun lingkungan hidup.
Untuk itu sejumlah Ornop/LSM Indonesia yang peduli terhadap isu WTO ikut
memperingati “Anti Millenium Round” Day tanggal 15 september 1999
mendatang dengan menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Kami menolak usulan diadakannya putaran perundingan baru (menolak
Millenium Round) yang bersifat komprehensif sehingga mendorong terjadinya
liberalisasi lebih jauh.
2. Kami mendorong adanya Moratorium atas diintroduksinya isu-isu baru dalam
kesepakatan WTO yang pada akhirnya dapat memperluas kekuasaan dan mandat WTO.
Selama Moratorium tersebut, WTO harus mengadakan review/ kaji ulang yang
mendalam dan komprehensif terhadap implementasi kesepakatan Uruguay
Round.
3. Kami meminta Pemerintah Insonesia, baik pemerintah transisi maupun yang
nanti akan terbentuk, untuk menolak usulan mengadakan millenium round sebelum
mengkaji dampak dari impelementasi kesepakatan Uruguay Round.
4. Kami meminta agar di tingkat nasional perlu dibuat agenda Nasional
tentang posisi Indonesia dalam menghadapi berbagai isu dan usulan baru dalam
sidang ke-III WTO mendatang dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
Oleh karena itu pula kami mengajak masyarakat Indonesia untuk turut
menyatakan penolakannya terhadap usulan diadakannya Millenium Round WTO.
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
* ICEL (Sukma Violetta/ Andri Akbar, Jl. Kerinci IX/24, Kebayoran Baru,
Jakarta 12120, telp. 021-7394432, 7233390, fax. 021-7269331, E-mail: [EMAIL PROTECTED]
* KONPHALINDO (Lutfiyah Hanim/ Hira Jhamtani, Jl. Teluk Jakarta no. 1, Komp. TNI-AL Rawa Bambu, Pasar Minggu 12520, telp/fax. 021-7821877, 7804158, E-mail: [EMAIL PROTECTED]
* INFID (Bonnie Setiawan/ Chris Wangkay, Jl. Mampang Prapatan XI no. 23,
Jakarta 12790, telp. 021-79196721, 79196722, fax. 021-7941577, E-mail: [EMAIL PROTECTED]
