Hi lagi,
 
dan terima kasih Nenny atas pembalasanmu yang menimbulkan pikiran. Walau kita hidup di dunia yng terdiri dari negara-negara (ataukah dari batas-batas antara negara?), aku kurang setuju mengenalkan pembagean barat-timur... itu-kan tergantung pada dimana orangnya berdiri... Manusia-kan satu, yah, dan bukti itu bisa justru dapat dimana-mana pun, didalam hal baik maupun yng jelek (seperti kita lihat dari kasus-kasus yng sangkat diperhatikan seperti Irlandia utara, orang asli Amerika, Bosnia, apartheid di Afrika Selatan, orang Kurd di Iran, Myanmar, Aceh, Tim-Tim,...). Nanti pertanyaan yng timbul adalah dimana selesai otonomi negara dan di mana mulai pertanggungan jawab internasional/manusia? Ini bukan masalah politik saja, melainkan sesuatu yng harus juga ditetapkan di dalam rangka pengelolaan sumber daya alami. Untuk menjadi manusia, kita harus, seperti orang Manado bilang, 'si tou timou, tumou tou' - hidup dan memberi hidup. Apa yng harus dibuat kalau ini tidak jadi? Bicara saja dan mencari jalan tenggah sedangkan Tim-Tim sudah mulai habis orang, atau membakar bandera PBB, atau berusaha sama-sama untuk selesai 'genocide' saudara-saudarimu yng sedang berjalan di Tim-Tim? Kasus ini adalah tanda bahwa demokrati pun dan diplomasi pinter kadang-kadang kalah di depan senjata (baik di 'barat' maupun di 'timur'). Kalau begitu, kita harus masing-masing mencari dari dalam diri sendiri kami itu jiwa manusia, dan bercaya pada PBB, bukan?
 
Salam lestari,
Sini
----- Original Message -----
From: Nenny Babo
Sent: Friday, September 10, 1999 4:29 PM
Subject: Re: [envorum] Kasus Tim-Tim

Saudaraku Cedercreutz,
Ketika kekerasan terjadi dimana dibelahan dunia ini hati nurani kita
menjerit, bagi kita yang punya rasa, dan hati nurani itu sendiri. 
Saya teringat kawanku dari Irlandia utara, seorang sahabat yang selalu
melantunkan lagu kebebasan negerinya sendiri dengan sulingnya.  Dia
menceritakan bagaimana perasaannya ketika dia sangat menderita, melalui
melodi sulingnya.  Dan mungkin banyak lagi orang-orang teraniaya sepertinya
tapi siapa peduli?? karena penguasa-penguasa semua mau melakukan untuk
kepentingannya, egonya digerakkan karena ingin menguasai yang lainnya.
Tidak di Barat maupun di Timur sama saja !!!!
Salam dari Timur,
Nenny R. Babo

Kirim email ke