Dear rekan-rekan,
Saya akhirnya terusik juga untuk mengomentari foya-foya di Makassar
waktu kedatangan Gus Dur.

Sebagai orang yang ikut terjebak dalam kemacetan yang di akibatkan 
rombongan Gus Dur, saya bisa memahami kekesalan ibu Nenny Babo dan
masyarakat 
Makassar, 

Tapi haruskah seluruh kekesalan itu kita timpahkan ke Gus Dur yang nggak tau
dan LIHAT apa-apa. Biang kemacetan yang terjadi, saya pikir bukan atas
permintaan Gus Dur, tapi lebih banyak ditentukan oleh PEMDA Sul-sel, yang
mau kelihatan WAH dalam menyambut Gus Dur, sehingga perlu latihan 3 kali.
Lagian, kemacetan yang ditimbulkan Gus Dur ....sama saja dengan kemacetan
yang ditimbulkan waktu SOEHARTO atau HABIBIE waktu datang ke Makassar.
Bedanya .. waktu itu orang nggak berani comment apalagi Protes.

Bahkan dari kaca mata saya, penyambutan Gus Dur kali ini, jauh lebih
sederhana dibanding penyambutan Soeharto atau Habibie, yang selalu
mengerahkan murid sekolah sepanjang jalan dan setiap Pegawai Negri (tidak
termasuk Dosen lho) yang diwajibkan BERPAKAIAN ADAT disepanjang jalan untuk
sekedar menyenangkan Soeharto atau Habibie. Dari Sudut ini, penyambutan Gus
Dur...jauh lebih sederhana.

Mengenai kembang api...yang kata ibu Nenny berharga sekitar 200 juta itu,
juga bukan keinginan Gus Dur, tapi diprogramkan oleh Panitia WIRID 99 dan
Pemda..Sul-sel. Saya yakin, Pemda dan Panitia WIRID 99 tidak minta izin dulu
pada Gus Dur untuk membeli Kembang Api. Apa sich arti KEMBANG API YANG
WARNA-WARNI bagi seorang Gus DUR yang (MAAF) hanya mengenal warna HITAM.
Jadi nggak usah lagi kita tambah penderitaan-nya, hanya untuk hal-hal yang
dia tidak ketahui. 

Saya sependapat, kita harus mengembangkan daya kritik kita, tapi kita juga
harus tetap menghargai nilai-nilai obyektivitas. 

Saya juga setuju, uang kembang api itu lebih baik dibelikan sembako bagi
kaum dhuafa, tapi kita ...juga... tidak boleh lupa keceriaan.... anak-anak  
yang terpancar dari wajah mereka setelah melihat kembang api, sehingga
dengan tidak sadar mereka bergumam...dengan logat Makassar yang kental
"Wow....heba'na dii...canti' tawwwa" (wow hebat dan cantik sekaliiiii).

INGAT....INGAT...INGAT... Orang yang BERSORAK senang itu, juga orang yang 
MAMAKI Gus Dur waktu macet.

Wassalam,

Laode Muh. Syarif

Selamat Idul Fitri 1420 - Maaf Lahir Bathin.





_______________________________________________________
Visit Excite Shopping at http://shopping.excite.com 
 The fastest way to find your Holiday gift this season


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke