Salam buat rekan rekan di envorum
Maaf, saya pendatang baru di forum ini dan tertarik menanggapi masalah
ini walaupun sebetulnya jauh dari masalah lingkungan. Saya fikir ini
hanya sebuah konsekwensi dari akibat acara yang dilakukan, apalagi
acaranya dihadiri oleh Presiden. siapapun presidennya, karena masyarakat
sendiri tidak bisa dilarang untuk turut menyaksikan. Apalagi situasinya
sudah sangat jauh dari gaya Suharto yang membutuhkan pengamanan yang
serba ketat jauh sebelumnya, meskipun yang mempersiapkan masih sisa-sisa
binaan Harto.
Yang saya tidak sependapat kalau kita mencari siapa yang salah. Gus dur
pasti tahu bahwa acara ini bakal meriah dan membutuhkan dana yang besar,
dan tidak mungkin menyarankan pada panitia untuk dibelikan sembako saja.
Kalau dibilang foya-foya mungkin dari sudut pandang yang lain ditengah
kondisi krisis, tapi dari segi momentum tidak karena ini menyangkut
pergantian tahun, milleinum dan kembalinya nama Makassar ri Tana Ugi
Mangkasara.

Selamat Tahun Baru dan Idul Fitri mohon maaf lahir bathin
 
> -----Original Message-----
> From: laode syarif [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 03 Januari 2000 13:27
> To:   [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [envorum] Foya-foya Salah Gus Dur or Pemda
> 
> Dear rekan-rekan,
> Saya akhirnya terusik juga untuk mengomentari foya-foya di Makassar
> waktu kedatangan Gus Dur.
> 
> Sebagai orang yang ikut terjebak dalam kemacetan yang di akibatkan 
> rombongan Gus Dur, saya bisa memahami kekesalan ibu Nenny Babo dan
> masyarakat 
> Makassar, 
> 
> Tapi haruskah seluruh kekesalan itu kita timpahkan ke Gus Dur yang
> nggak tau
> dan LIHAT apa-apa. Biang kemacetan yang terjadi, saya pikir bukan atas
> permintaan Gus Dur, tapi lebih banyak ditentukan oleh PEMDA Sul-sel,
> yang
> mau kelihatan WAH dalam menyambut Gus Dur, sehingga perlu latihan 3
> kali.
> Lagian, kemacetan yang ditimbulkan Gus Dur ....sama saja dengan
> kemacetan
> yang ditimbulkan waktu SOEHARTO atau HABIBIE waktu datang ke Makassar.
> Bedanya .. waktu itu orang nggak berani comment apalagi Protes.
> 
> Bahkan dari kaca mata saya, penyambutan Gus Dur kali ini, jauh lebih
> sederhana dibanding penyambutan Soeharto atau Habibie, yang selalu
> mengerahkan murid sekolah sepanjang jalan dan setiap Pegawai Negri
> (tidak
> termasuk Dosen lho) yang diwajibkan BERPAKAIAN ADAT disepanjang jalan
> untuk
> sekedar menyenangkan Soeharto atau Habibie. Dari Sudut ini,
> penyambutan Gus
> Dur...jauh lebih sederhana.
> 
> Mengenai kembang api...yang kata ibu Nenny berharga sekitar 200 juta
> itu,
> juga bukan keinginan Gus Dur, tapi diprogramkan oleh Panitia WIRID 99
> dan
> Pemda..Sul-sel. Saya yakin, Pemda dan Panitia WIRID 99 tidak minta
> izin dulu
> pada Gus Dur untuk membeli Kembang Api. Apa sich arti KEMBANG API YANG
> WARNA-WARNI bagi seorang Gus DUR yang (MAAF) hanya mengenal warna
> HITAM.
> Jadi nggak usah lagi kita tambah penderitaan-nya, hanya untuk hal-hal
> yang
> dia tidak ketahui. 
> 
> Saya sependapat, kita harus mengembangkan daya kritik kita, tapi kita
> juga
> harus tetap menghargai nilai-nilai obyektivitas. 
> 
> Saya juga setuju, uang kembang api itu lebih baik dibelikan sembako
> bagi
> kaum dhuafa, tapi kita ...juga... tidak boleh lupa keceriaan....
> anak-anak  
> yang terpancar dari wajah mereka setelah melihat kembang api, sehingga
> dengan tidak sadar mereka bergumam...dengan logat Makassar yang kental
> "Wow....heba'na dii...canti' tawwwa" (wow hebat dan cantik
> sekaliiiii).
> 
> INGAT....INGAT...INGAT... Orang yang BERSORAK senang itu, juga orang
> yang 
> MAMAKI Gus Dur waktu macet.
> 
> Wassalam,
> 
> Laode Muh. Syarif
> 
> Selamat Idul Fitri 1420 - Maaf Lahir Bathin.
> 
> 
> 
> 
> 
> _______________________________________________________
> Visit Excite Shopping at http://shopping.excite.com 
>  The fastest way to find your Holiday gift this season
> 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke