Date: Wed, 12 Apr 2000 07:23:25 +0700 From: Longgena Ginting <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [WalhiNews] Undangan Peringatan Hari Bumi Bersama Masyarakat Adat Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah : Jakarta, 11 April 2000 Kepada Yth.: (daftar terlampir) di tempat Perihal: Peringatan Hari Bumi 2000 bersama masyarakat adat Dayak Ngaju, Erna Witoelar (Menkimbangwil) dan Sonny Keraf (Meneg LH) di Desa Dadahup, Kab. Kapuas - Kalimantan Tengah Dengan hormat dan salam sejahtera, Tanggal 22 April tahun 2000 merupakan peringatan Hari Bumi ke-30. Hari Bumi menjadi peluang bagi masyarakat sipil untuk dapat berpartisipasi dalam suatu kegiatan untuk menyampaikan pesan yang serius dan mantap kepada para politisi untuk bangkit dan berbuat sesuatu terhadap lingkungan hidup. Pada tahun 1990 yang lalu, Hari Bumi menjadi suatu peristiwa internasional, dimana 200 juta orang di 141 negara berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan Hari Bumi. Peringatan Hari Bumi pada tahun 1990 memperkuat hubungan antara kelompok-kelompok akar rumput, dan memberdayakan mereka secara efektif. Sejak 1990, Hari Bumi telah dirayakan setiap tahunnya di seluruh dunia. Hari Bumi 2000 akan lebih besar dan akan meninggalkan dampak yang lebih mendalam. Peringatan ini akan meningkatkan perhatian terhadap isu-isu lingkungan secara dramatis, merintis jalan menuju perubahan penting baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Peringatan 30 tahun Hari Bumi tahun ini juga menjadi istimewa karena di tahun ini pulalah bumi beranjak meninggalkan milenium kedua. Sebagai bagian dari gerakan masyarakat sipil, WALHI pun sejalan dengan gerakan masyarakat sipil lain di seantero planet bumi dalam memperingati Hari Bumi. Dua tahun lalu, WALHI bersama organisasi non-pemerintah (ornop) lingkungan hidup lainnya serta kalangan seniman melakukan kampanye Hari Bumi dengan tema Ruwatan Bumi atau pensucian bumi di 20 propinsi. Peristiwa ini tercatat untuk pertama kalinya sebagai kombinasi dan kolaborasi antara kesadaran lingkungan dan kesadaran politik. Dalam peringatan Hari Bumi 2000 ini WALHI bergabung bersama jaringan global masyarakat sipil untuk Hari Bumi yakni EARTHDAY NETWORK 2000 yang berpusat di Seattle, AS. Pada Hari Bumi kali ini diatargetkan keterlibatan sekitar 500 juta manusia di seluruh dunia dengan semangat �making historymaking change�. Di dalam jaringan global masyarakat sipil Indonesia, WALHI mengambil peran sebagai simpul Earth Day Network 2000 untuk Indonesia. Demikian strategis dan pentingnya peringatan Hari Bumi secara global dan nasional, WALHI berpartisipasi dalam acara bersama-sama penduduk di seluruh planet ini. Dua puluh empat kantor Eksekutif Daerah (ED) menyiapkan inisiatif lokal dan regional untuk serentak memperingati hari bumi bersama-sama kelompok masyarakat sipil lain seperti petani, buruh, guru, mahasiswa, nelayan, perempuan, masyarakat adat, profesional dan kelompok-kelompok lain di seluruh Indonesia. Dengan peringatan Hari Bumi yang dilakukan di 24 daerah seluruh Nusantara maka WALHI membangun sebuah �rantai manusia� se-Nusantara (hand-across archipilego) untuk membangun solidaritas masyarakat sipil dalam menjaga bumi bersama-sama. Selain merakayannya di 24 propinsi, WALHI melaksanakan peringatan puncak Hari Bumi secara nasional di lokasi eks Proyek Lahan Gambut (PLG) sejuta hektar di Kalimantan Tengah. Kawasan hutan gambut yang sangat khas ini telah porak poranda akibat holiganisme pembangunan Orde Baru dan menjadi simbol kerusakan ekologi dan kehancuran sosial abad ini. Kerusakan lingkungan yang parah telah menimbulkan �kutukan� dan kemarahan alam yang maha dahsyat. Masyarakat adat Ngaju akan melakukan upacara adat untuk menyembuhkan bumi yang rusak, dan pada kesempatan ini kami akan mendorong proses pengkuan dan penghormatan tanah-tanah adat masyarakat. Peringatan Hari Bumi akan dilaksanakan dengan upacara adat manyanggar (pensucian bumi) dengan prosesi ritual selama tiga hari. Kegiatan akan dimulai pada hari Jumat tanggal 21 April dan puncaknya pada hari Minggu tanggal 23 April 2000. Erna Witoelar (Menteri Negara Permukiman dan Pengambangan Wilayah, Menkimbangwil) dan Sonny Keraf (Menteri Negara Lingkungan Hidup) dipastikan hadir dalam pada puncak acara tersebut pada tanggal 23 April 2000 yang diikuti sebuah porses dialog untuk memulai proses rekonsiliasi sosial dan resolusi penyelesaian masalah eks PLG. Cara termudah mencapai lokasi adalah dengan menggunakan pesawat terbang ( 100 menit) ke Banjarmasin, dan selanjutnya menggunakan speed boat ( 120 menit) ke Desa Dadahup. Kami tidak dapat menyediakan transportasi anda menuju ke Banjarmasin, tetapi kami dapat menyediakan transportasi lokal dari Banjarmasin Desa Dadahup. Untuk itu keberangkatan kolektif akan lebih memudahkan bagi kami untuk mengorganisirnya. Apabila anda merencanakan menginap, masyarakat Desa Dadahup telah menyediakan beberapa rumah untuk tempat tinggal dan masyarakat akan menjamu anda sebagai tamu dalam upacara penting ini. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi di kantor (Telp.: 021-79193363, Fax: 021-7941673), atau melalui kontak person untuk acara ini: Sdr. Deddy Sitorus (0811-166242), Sdr. Yaya, Sdr. Joko Waluyo (0811-845648). Demikian undangan ini atas perhatian dan kehadirannya, kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, Longgena Ginting Kepala Divisi Kampanye dan Lobi WALHI Indonesian Forum for Environment Friends of the Earth (FoE) Indonesia Jalan Tegal Parang Utara No. 14 12790 Jakarta - INDONESIA Phone: (+62-21) 7919-3363 (6 lines) Fax: +62-21-7941673 Mobile phone: +62-811-927038 E-mail: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
