Ajakan Partisipasi
Turun Ke Jalan
Untuk Air Bumi Kita
Bagi anda yang peduli dengan nasib bumi ini, khususnya dengan
kelangsungan sumberdaya air di kota Bandung, kami mengajak anda untuk
menjadi bagian dari 500 juta masyarakat dunia yang ditargetkan turun ke
jalan di sekitar tanggal 22 April 2000. Kegiatan ini akan dilaksanakan
dalam rangka peringatan hari Bumi, yang diorganisir oleh WALHI Jawa
Barat dan YPBB bersama para sukarelawan Hari Bumi.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 23 April.
Kegiatan ini diharapkan dapat melibatkan berbagai kalangan masyarakat
seperti mahasiswa yang berasal dari beberapa Perguruan Tinggi di Bandung
(ITB, UNPAR, UNPAD, UNPAS dll), Anggota Jaringan Mitra Perempuan (JMP)
dan kelompok masyarakat lainnya.
Perubahan besar hanya dapat terjadi melalui partisipasi setiap orang !
Itulah pemahaman yang kami pegang dalam menyelenggarakan acara ini.
Semakin banyak peserta kegiatan turun ke jalan ini, semakin kuat pula
getaran untuk menyadarkan berbagai kalangan masyarakat yang selama ini
belum cukup peduli dengan nasib bumi kita.
Kami sangat mengharapkan kehadiran anda untuk bersama-sama dengan kami
menggugah kesadaran masyarakat kota Bandung. Ajaklah juga teman-teman
anda untuk menghadiri acara ini !
Bagi anda yang berminat ditunggu kehadirannya di sekitar RS Borromeus
pada jam 09.00 pagi.
Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi :
Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi
Jl. Intan IV no. 26, Sadang Serang, Bandung 40134
Ph. 022 - 2507079
Email : [EMAIL PROTECTED]
Kontak : Suzanna/Tuti/Sri/Erika/David
Gambaran Kegiatan
Kegiatan yang akan dilakukan pada tanggal 23 April nanti akan dimulai
dengan parade melalui jalan Dago, mulai jam 10.00. Pada jam 11.00
peserta parade dengan anggota masyarakat lainnya akan menyaksikan
prosesi hari Bumi di jalan Merdeka (di sekitar BIP). Kegiatan
selanjutnya akan diadakan di Balai Kota Bandung yang terdiri dari
panggung budaya, penyadaran bersama permasalahan air serta pameran.
Peserta akan berkumpul mulai jam 09.00 Pawai akan dimulai dari Dago
tepat pukul 10.00 WIB menuju ke arah Balai Kota Bandung. Pawai akan
berhenti di 3 titik yaitu di depan Gelael, perempatan Cikapayang dan di
depan patung Tambang. Pada masing-masing titik pemberhentian akan
dilakukan penyebaran informasi-informasi tentang air - sesuai dengan
tema besar peringatan Hari Bumi - dan informasi mengenai Hari Bumi itu
sendiri. Waktu berhenti di setiap titik tersebut selama kurang lebih 10
menit. Selanjutnya pawai akan menuju jalan Merdeka, tepatnya di depan
gedung Gelanggang Pemuda (samping kiri BIP) untuk bersama-sama mengikuti
prosesi awal peringatan Hari Bumi dengan membentuk lingkaran di
tengah-tengah jalan tersebut. Prosesi awal Hari Bumi akan berlangsung
kurang lebih 30 menit. Perjalanan Pawai sejak keberangkatan dari Dago
sampai ke tempat prosesi awal kurang lebih berlangsung selama 60 menit.
Para peserta pawai akan membawa spanduk-spanduk yang berisi ajakan atau
himbauan untuk menyelamatkan air dan lingkungan secara keseluruhan,
pamflet serta informasi-informasi lingkungan lainnya.
Setelah lingkaran terbentuk, prosesi awal peringatan hari bumi dimulai
dengan menampilkan seni Sari Pohaci dan kemudian disusul dengan
happening art yang bercerita tentang "Air" yang dilakukan oleh siswa
-siswa SD dan SMP. Setelah prosesi awal selesai, peserta pawai akan
menuju Balai Kota untuk melihat acara pameran dan panggung budaya.
Kegiatan Panggung Budaya yang akan dilakukan di Balai Kota dimaksudkan
sebagai proses yang lebih intensif untuk membangkitkan kepedulian dan
kesadaran akan permasalahan air yang dihadapi kota Bandung serta
membangun kebersamaan diantara semua pihak yang peduli dengan
permasalahan air. Beberapa pendukung acara untuk kegiatan tersebut
diantaranya adalah Paduan Anak-anak Indonesia peduli, Kabumi UPI
(angklung), Lingkung Seni Sunda Universitas Pajajaran, dll. Panggung
Budaya ini akan dilaksanakan berselang-seling dengan penguraian,
wawancara dan diskusi seputar masalah air. Masyarakat yang peduli dengan
isu-isu yang disampaikan akan diajak untuk menandatangani beberapa
petisi yang kemudian akan diajukan kepada berbagai kalangan masyarakat
dan pemerintah.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kepedulian dan partisipasi
berbagai pihak untuk segera memecahkan permasalahan air di kota Bandung
yang terus memburuk. Pihak yang didorong untuk bergerak tidak hanya
pemerintah tetapi juga setiap individu dalam masyarakat.
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]