Memang persoalan degradasi lingkungan adl sangat kompleks, baik penyebab
maupun akibatnya. Khusus kaitannya dgn 'masyarakat lokal' ('penduduk asli'??),
banyak contoh (termsk di Indonesia) yg menunjukkan bhw masyarakat lokal telah
menjaga lingkungan tempat tinggal mereka, dengan berbagai cara, termasuk
kearifan2 tradisional utk memanfaatkan sumberdaya hayati yg ada di lingkungan
tempat tinggal mereka sehingga tetap lestari, misalnya upaya konservasi
masyarakat Kasepuhan di Jabar thd padi yg sangat strict, dan juga sasi di
Maluku. Ttp bbrp hasil penelitian juga menunjukkan bhw masyarakat lokal tdk
selalu 'arif' dlm mengelola sumberdaya hayati yg ada di lingkungan mereka.
Contohnya ada penelitian yg menunjukkan bhw pemanfaatan bambu di dlm TN Gunung
Halimun oleh masyarakat setempat tdk mengacu pd pola pemanfaatan yg lestari
(dan berkelanjutan?). Juga penelitian di Danau Singkarak Sumbar menunjukkan
bhw pengambilan ikan bilih (Mystacoloecus padangensis, endemik D. Singkarak yg
sudah langka) oleh nelayan setempat (indigenous people??) menyebabkan
overfishing ikan tsb shg populasinya saat ini menurun.
Mungkin kita harus berhati2, krn mungkin kearifan tradisional itu mrpk 'suatu
kebetulan' krn masih dlm skala subsisten, yg mungkin sebenarnya tdk memiliki
sasaran konservasi jangka panjang. 


Peace,
Vietha. 






____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke