Salam,

Setoejoe.

Kalo penyair terkadang dibilang tukang ngimpi, terserah lah.
Mao dikomentarin romatisme nasionalisme joega, nggak apa lah.

ech, kok banyak komentar, nich.

Baca poeisinya AD Donggo aja ach.
dari : http://www.geocities.com/Paris/Parc/2713/add1.html
(ini boekan promosi lho, he.he.he.he.he)

RINDU SUMBAWA
-Catatan untuk YB Mangunwijaya

Oleh : AD Donggo


Aku rindu Sumbawa
pasti kutemukan jalan pulang
kutahu para kawula negeri selalu salah ucap
Sumbawa di mana
apa sama dengan Sumba?

Kukatakan, Sumba ada di timur
juga di sana ada Timor dan Flores sedang Sumbawa di antara pulau
Di barat ada Lombok dan Bali
Sumbawa dan Sumba memang beda nama
Namun Indonesia adalah satu
Tanah Tumpah Darah beribu pulau

Kutahu tahun berganti tahun
semuanya akan berubah menurut kodratnya
tapi bagaimana dengan Indonesia?

Kini mereka seperti didera putus asa
Indonesia bukan satu
Ada Jawa, ada Sumatera, ada Kalimantan ada Sulawesi, ada Maluku
Mereka mengingat kembali makna federal yang menceraiberaikan
Nusantara yang satu
mengagungkan kelicikan van Mook dan Belanda kolonial

Aku memang rindu Sumbawa
juga rindu Jawa, rindu Sumatera, rindu Kalimantan, rindu Maluku, rindu Bali, rindu 
Lombok,
rindu Flores, rindu Timor, rindu Bali, rindu Madura, rindu Irian, rindu Sumba,
rindu Tanah Tumpah Darah yang satu
Tanah Air Indonesia

OASE: Sajak-sajak AD Donggo
Republika Online edisi : 31 Oktober 1999

Salam,


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke