| Date: |
Fri, 15 Sep 2000 04:52:38 -0700 (PDT) |
| From: |
xxxxx |
| Subject: |
Ribuan Penyu Hijau Dibantai di Maluku Tenggara |
| To: |
[EMAIL PROTECTED] | Ribuan Penyu Hijau
Dibantai di Maluku Tenggara
Tual -
13 Sep 00 12:17 WIB (Astaga.com) Sedikitnya dua ribu ekor bangkai penyu
hijau (Chelonya midas), ditemukan dalam keadaan membusuk tanpa tulang
dada di Pulau Mas, sekitar empat mil ke arah barat Pulau Dullah, Kecamatan
Pulau-Pulau (PP), Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).
Kepala
Desa Dullah, Noho Renuat, di Tual Selasa (12/9) mengungkapkan, ribuan penyu itu
telah dibantai secara sadis dan dibiarkan terkapar hingga membusuk di kawasan
pesisir pulau tersebut.
Bangkai satwa endemik yang dilindungi UU itu,
baru diketahui Senin (11/9) sore dari beberapa orang nelayan asal Desa Dullah
yang sedang memancing ikan di kawasan perairan pulau itu.
"Ketika sedang
memancing, mereka mencium bau busuk yang ditimbulkan ribuan bangkai penyu
tersebut. Para nelayan menjadi curiga. Setibanya di daratan, mereka menemukan
ribuan bangkai penyu hijau tersebut telah membusuk," kata Noho.
Sejauh
ini belum diketahui penyebab utama tewasnya ribuan satwa tersebut, namun
kematian penyu tersebut diduga keras terjadi akibat ulah para nelayan asal
Sulawesi Selatan dan Bali.
Dugaan keterlibatan para nelayan tersebut
dalam aksi pembunuhan terhadap penyu-penyu hijau di kawasan perairan Malra itu
karena kegiatan serupa pernah dilakukan di pulau Eno, Kecamatan PP Aru, serta
beberapa tempat lainnya.
Noho Renuat yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar
DPRD Maluku Tenggara itu menduga, menurunnya populasi hewan tersebut di Pulau
Eno, yang juga merupakan salah satu pulau penghasil penyu terbesar di Maluku,
disebabkan oleh pembantaian tersebut.
Dia juga menuding keterlibatan
World Wildlife Fund (WWF) Bali yang telah memberikan informasi seputar
habitat serta keberadaan penyu hijau di Pulau Eno serta sejumlah tempat lainnya,
sehingga menarik minat para nelayan untuk melakukan perburuan dan penangkapan
terhadap binatang langkah itu. (antara/pascal
lesek)
|
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]