-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar : [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
-----------------------------------------------------------------------------------------------
http://kompas.com/kompas-cetak/0011/10/DAERAH/nela19.htm
>Jumat, 10 November 2000
7.000 Nelayan Batam Tunggu Ganti Rugi
Batam, Kompas
Sedikitnya 7.000 nelayan di Batam akan menempuh jalur hukum,
bila ganti rugi akibat pencemaran laut oleh kapal tangker MV Natuna
Sea, belum terealisasi sampai bulan November 2000. Sebab, hingga
saat ini belum ada tanda-tanda perusahaan pemilik kapal akan
memberikan ganti rugi.
http://kompas.com/kompas-cetak/0011/10/DAERAH/tund19.htm
>Jumat, 10 November 2000
YLKI: Tunda Bayar Rekening Air
Palembang, Kompas
Yayasan lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Palembang mengajak
segenap konsumen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kota
itu menunda pembayaran rekening air mulai bulan November 2000.
Pembayaran akan dilakukan kembali bila Walikota Palembang
meninjau ulang kenaikan tarif air PDAM yang berkisar 300 sampai
600 persen.
http://kompas.com/kompas-cetak/0011/10/DAERAH/warg19.htm
>Jumat, 10 November 2000
Warga Tuntut Ukur Ulang Kebun PT ISS
Jambi, Kompas
Sekitar 600 warga enam desa (Merlung, Lubukterap, Pulaupauh,
Rantaubadak, Penyabungan dan Rantaubenar) dari Kecamatan
Merlung, Kabupaten Tanjungjabung Barat hari Kamis (9/11)
melakukan unjuk rasa damai ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) Provinsi Jambi. Mereka menuntut pengukuran ulang sisa
tanah yang dijadikan areal perkebunan kelapa sawit oleh PT Indo
Sawit Subur (IIS) dan kebun intinya.
http://kompas.com/kompas-cetak/0011/10/DAERAH/seki19.htm
>Jumat, 10 November 2000
Sekitar Rp 3 Trilyun, Kerugian Konflik Sosial di Perkebunan
Solo, Kompas
Berbagai konflik sosial di masyarakat sekitar lokasi perkebunan
sepanjang tahun 1999, menimbulkan kerugian negara hingga Rp 3
trilyun. Selain kerugian material, konflik sosial ini juga meminta
korban serta berkembang ke arah situasi sosial yang merugikan
semua pihak.
http://www.indomedia.com/bpost/112000/10/index.htm
Tuntaskan Tebangan Liar
Banjarmasin, BPost
Kapolda Kalteng Brigjen Pol Bambang Pranoto diminta menuntaskan kasus tebangan liar di
wilayahnya yang saat ini dalam kondisi sangat mengkhawatirkan.
"Kapolda baru hendaknya memprioritaskan penanganan tebangan liar, mengingat penjarahan
hutan ini dalam tingkat sangat mengkhawatirkan," kata H Rusland Kasmiri, pemerhati
masalah
kehutanan Kalteng, kemarin.
http://www.indomedia.com/bpost/112000/10/index.htm
PT Inhutani Ikut Andil Rusak Jalan
Kotabaru, BPost
PT Inhutani II Kotabaru ikut andil dalam kerusakan jalan menuju beberapa daerah di
Kecamatan Pulau Laut Barat. Beberapa waktu lalu saat panen raya kayu akasia,
Inhutani menggunakan jalan negara mengangkut kayu puluhan kubik.
Amir, seorang perwakilan sopir dalam dialog lanjutan di DPRD Kotabaru mengenai
kerusakan
jalan di beberapa daerah menuju Desa Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kamis
(9/11) mengungkapkan, PT Inhutani II juga berperan dalam kerusakan jalan.
http://www.indomedia.com/bpost/112000/10/index.htm
Kalsel Masih Punya Hutan 1,8 Hektare
Banjarmasin, BPost
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Ir Sony Partono menegaskan daerah ini masih memiliki
hutan
seluas 1,8 juta hektare termasuk kawasan lindung sehingga industri perkayuannya tidak
akan
mengalami kekurangan bahan baku kayu dan melakukan PHK besar-besaran dalam waktu
dekat.
Ini ditegaskannya menanggapi berita 15 HPH (hak penguasaan hutan) dan sawmill di
Kalsel serta
Kalteng terancam bangkrut atau tutup.
http://kompas.com/kompas-cetak/0011/10/EKONOMI/jagu14.htm
>Jumat, 10 November 2000
Jagung Impor Diduga Mengandung Aflatoksin
Jakarta, Kompas
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono
Yudohusodo mengatakan, jagung yang diimpor Indonesia ditengarai
mengandung racun dari jamur Aspergilus flavus atau aflatoksin.
Dugaan ini muncul karena jagung yang diimpor dari negara asal telah
berumur lebih dari dua tahun sehingga memungkinkan tumbuhnya
jamur tersebut.
http://www.suaramerdeka.com/harian/0011/10/eko6.htm
Jumat, 10 Nopember 2000
BPD Kucurkan Kredit Taskin Perikanan
BOYOLALI-Bank BPD Jateng Cabang Boyolali mengucurkan kredit
pengentasan kaum miskin agrobisnis perikanan kepada dua kelompok
tani karamba apung di Waduk Kedungombo, Kecamatan Kemusu.
Kedua kelompok, Mina Prima Mandiri I dan II, sama-sama menerima
Rp 40 juta dengan bunga 12% per tahun.
http://www.suaramerdeka.com/harian/0011/10/tjk2.htm
Jumat, 10 Nopember 2000 Tajuk Rencana
Banjir dan Kemungkinan Sulit Bahan Pangan
- Sepekan telah lewat bencana banjir dan tanah longsor yang menelan
banyak korban jiwa dan harta di Cilacap dan Banyumas. Angka-angka
kerugian kini sudah mulai jelas. Di Cilacap saja bencana itu
menimbulkan kerugian bernilai Rp 2,1 miliar. Mulai dari puluhan rumah
yang roboh rata dengan tanah, bahkan tertimbun lumpur pekat, hingga
ternak yang mati, kebun hancur dan bahan persediaan pangan yang
membusuk. Rumah yang roboh, beserta segenap isinya. Termasuk
semua jenis harta benda. Yang selamat pada umumnya hanya pakaian
dan perhiasan yang melekat di tubuh. Betapa besar kerugian itu
tecermin dari angka-angka dan nilainya. Sebagai contoh, ternak yang
mati 16 ekor kambing dan 10.426 unggas. Beras milik warga yang
terendam dan membusuk 47,15 ton, gabah 524,60 ton, palawija 10
ton.
http://www.surabayapost.co.id/
SURABAYA Jum'at, 10 November 2000
Mesin Tik Bapedalda Disita Provost
Surabaya - Surabaya Post
Ini cerita ironi dari Bapedalda (Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah)
Jatim. Betapa
tidak, tiga mesin ketik manual merk Olivetti yang baru setahun dibeli tiba-tiba
disita oleh toko
pemasoknya, Kamis (9/11) siang.
Lebih tidak enak lagi untuk meminta paksa mesin ketik besar itu pemasoknya sampai
membawa provost berpangkat kopral kepala mendatangi kantor itu. Tak urung
peristiwa siang
bolong itu membuat terperangah segenap karyawan Bapedalda yang berkantor di Jl.
Johar itu
karena fasilitas mengetiknya tak ada lagi.
Ini peristiwa tak enak kedua kalinya. Sebab pekan lalu enam nomor telepon kantor
itu dicabut
PT Telkom karena belum bayar. Akibatnya kantor itu hanya mempunyai dua nomor saja
satu
untuk Kepala Bapedalda dan satu hunting.
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]