-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar :    [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
        http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
-----------------------------------------------------------------------------------------------
 

http://www.surya.co.id/
Rabu, 06 Desember 2000

                      Penjarahan marak, 10.000 ha gundul 

                      PENJARAHAN kayu hutan di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH)
                      Jember sejak 3 tahun terakhir memang semakin marak, hingga hutan
                      yang gundul mencapai 10.000 hektare. Begitu maraknya penjarahan 
itu
                      memunculkan nama KPH Jember menduduki peringkat sepuluh besar. 

                      Penjarahan terakhir terungkap, Minggu (3/12) malam, ketika Tim
                      Buser bersama Polmob KPH Jember menangkap truk gandeng P
                      2483 RB yang bermuatan kayu mahoni sebanyak 24 m3. Truk
                      sarat muatan kayu mahoni itu ditangkap petugas di jalan raya Desa
                      Petung, Kecamatan Rambipuji. 

http://www.surabayapost.co.id/
JAWA TIMUR  Rabu, 06 Desember 2000
                     
                   Lagi, Proyek IPLT 'Tersandung' Tanah
                                 Batu - Surabaya Post 

     Proyek Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang didanai (hibah) Bank Dunia, 
seperti
     tak putus dirundung malang. Setelah ditolak masyarakat di sejumlah desa di Kotif 
Batu, proyek
     senilai Rp 450 juta itu kali ini "tersandung" lagi masalah tanah, setelah 
"diterima" oleh warga Desa
     Giripurno, Kec. Bumiaji, Batu. 
     Betapa tidak, setelah "ditawar-tawarkan" --dan beberapa kali ditolak-- akhirnya 
"proyek
     lingkungan bersih dan sehat" itu diplot di Dusun Durek, Desa Giripurno. Warga 
desa setempat
     setuju. Cuma, Selasa (5/12) sore kemarin, dua pemilik tanah bakal lokasi proyek 
IPLT itu belum
     menerima pembayaran lunas atas tanahnya. 

http://www.surabayapost.co.id/
UTAMA  Rabu, 06 Desember 2000

             Keluarga Penjarah Kayu yang Tewas Tertembak
                     Mana Anakku, Anakku Tak Mati...

     JERIT duka Mbok Tima sudah tak terdengar lagi. Kerongkongannya kering tak 
kemasukan air
     atau makanan sedikit pun sejak tragedi berdarah meletus, Selasa (5/12) sekitar 
pukul 06.30. Dan
     anaknya, Wafi dikabarkan tertembak di bagian dadanya oleh polisi Brimob bersama 
kerabat
     lainnya, Jupri dan Toha, yang juga tertembak di bagian kening dan bagian dada. 
Sangat
     mengenaskan. 
     Mata ibu yang buta huruf itu tak lagi meneteskan air mata saat siang kemarin 
ambulans
     membawa jenazah ketiga korban, termasuk Wafi (20), anak sulungnya. Sorot mata 
Mbok Tima
     kosong. Seperti tak percaya bila anak laki-lakinya yang masih berusia muda dan 
sudah
     memberikan seorang momongan cucu balita itu terkapar tewas tertembus peluru 
senapan M-16. 
     "Mana anakku... mana anakku... anakku tidak mati," teriak Mbok Tima yang tidak 
peduli
     terhadap kerumunan tetangga yang sejak pagi menunggu kedatangan ketiga jenazah 
korban.
     Mbok Tima histeris menelan kenyataan tersebut. Ia mondar-mandir hendak mengamuk 
sehingga
     dipegangi tiga orang saudara dan suaminya. Ibu itu tak kuasa menatap anaknya 
terbujur kaku,
     tewas dengan luka tembak di bagian dadanya. 

http://www.surabayapost.co.id/
UTAMA  Rabu, 06 Desember 2000
            
        Brimob Muntahkan Peluru, 3 Penjarah Kayu Tersungkur
                                Jember - Surabaya Post 

     Tragedi berdarah di hutan jati itu akhirnya benar-benar terjadi. Tujuh orang 
penjarah kayu jati
     di sekitar hutan Mandigu Desa Suco, Kec. Mumbulsari, Jember, ditembak pasukan 
Brimob,
     Selasa (5/12). Tiga orang di antaranya tewas seketika akibat terjangan peluru 
tajam yang
     dimuntahkan senapan M-16 dari jarak dekat. 
     Peristiwa itu terjadi akibat pasukan Brimob dan petugas keamanan lainnya sudah 
tak mampu
     mengendalikan emosi, lantaran para penjarah yang berjumlah puluhan orang itu 
dinilai tak lagi
     mengindahkan peringatan petugas, dengan tembakan peluru karet ke udara. 



---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke