-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar : [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
-----------------------------------------------------------------------------------------------
http://kompas.com/kompas-cetak/0012/09/IPTEK/poli10.htm
>Sabtu, 9 Desember 2000
Polisi Bongkar Sindikat Penjarah TN Tanjung Puting
Palangkaraya, Kompas
Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Barat (Kalteng), hari Kamis
membongkar sindikat penjarah Taman Nasional (TN) Tanjung Puting.
Kapal tarik dan tongkang bernama Mitra Sejahtera III yang memuat
2.492 potong kayu jenis ramin hasil jarahan sekarang ini sudah
berstatus barang bukti. Selain itu, nakhoda kapal, Isur, dan
tersangka penampung kayu di Kumai, Andicong, ditahan Polres
setempat. Kayu hasil jarahan itu siap dilarikan ke Taiwan.Demikian
dikemukakan Kepala Polres Kotawaringin Barat Superintendent
Jusman Aer kepada Kompas, Jumat (8/12) melalui telepon
Palangkaraya-Pangkalanbun.
http://kompas.com/kompas-cetak/0012/09/UTAMA/lapo01.htm
>Sabtu, 9 Desember 2000 LAPORAN IPTEK
"Bledug Kuwu" Grobogan Kerabat Bakteri di Laut Jepang
BLEDUG Kuwu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mungkin
bukan obyek wisata yang terkenal. Namun, telaga lumpur dengan
keasinan (salinitas) yang lebih tinggi dibanding air laut ini amat unik
karena suka meletup-letup dengan diameter dan tinggi hingga lebih
dari lima meter. Yang lebih unik lagi adalah ditemukannya bakteri
yang tahan hidup dalam lumpur hangat dan asin itu, yang ternyata
masih kerabat dekat dengan sejenis bakteri yang tahan hidup di
lumpur dasar palung laut terdalam di dunia, di perairan Jepang.
Ini berarti wilayah sekitar Bledug Kuwu yang terletak 91 kilometer
tenggara Kota Semarang tersebut, dahulu kala adalah lautan. Makna
lain dari temuan bakteri Bledug Kuwu adalah kemungkinan suatu
saat untuk mengisolasi gen yang tahan keasinan dari bakteri tadi,
kemudian disisipkan ke tanaman padi tertentu agar tahan untuk
dita-nam di lahan gambut pasang surut, yang airnya payau.
Temuan bakteri di Bledug Kuwu ini dikemukakan oleh Dr Antonius
Suwanto, pakar mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (FMIPA IPB),
dalam Seminar Sehari "Peranan Biologi Molekuler pada Diagnosis
Penyakit-penyakit Infeksi dan Noninfeksi", yang diadakan Fakultas
Kedokteran Unika Atma Jaya, Jakarta, 2 Desember lalu.
http://www.indomedia.com/bpost/122000/9/index.htm
Soal TNTP, Akbar Panggil AR
Jakarta, BPost
Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tanjung akan memanggil AR, anggota MPR-RI utusan
golongan dari Fraksi Golkar yang juga pengusaha kayu asal Pangkalan Bun, Kalteng yang
disebut-sebut akan diperiksa Kejaksaan Agung sehubungan dugaan mencuri kayu di Tanaman
Nasional Tanjung Puting (TNTP).
"AR akan kita panggil untuk diminta keterangan. Padahal rumor dia kan sebelumnya sudah
ada
tetapi tidak pernah bisa dibuktikan," kata Akbar menjawab wartawan di sela-sela buka
puasa
bersama pengurus Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (8/12).
http://kompas.com/kompas-cetak/0012/09/UTAMA/tran01.htm
>Sabtu, 9 Desember 2000
Transmigrasi: Haruskah Berakhir?
HARI ini, 52 tahun lampau, sebanyak 23 kepala keluarga (KK) asal
Desa Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah, menorehkan sejarah,
setidaknya di bidang transmigrasi. Mereka adalah transmigran
pertama sejak Indonesia merdeka.
Sejarah perpindahan penduduk itu sendiri mungkin sudah setua
sejarah manusia. Dari satu titik lokasi kehidupan ke titik lain, dari
satu pulau ke pulau lain, bahkan dari satu benua ke benua lain, telah
berlangsung proses perpindahan penduduk secara spontan.
http://kompas.com/kompas-cetak/0012/09/IPTEK/pela10.htm
>Sabtu, 9 Desember 2000
Pelatihan Juru Damai di Daerah Konflik
Jakarta, Kompas
Konflik yang terjadi di berbagai daerah memerlukan pemecahan
berbasis masyarakat dan bersifat holistik. Dalam kaitan itu,
pemerintah akan melaksanakan program pelatihan bagi juru damai di
daerah dekat lokasi konflik, untuk melakukan upaya rekonsiliasi
antarpihak yang bertikai.
Demikian dikemukakan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
Khofifah Indar Parawansa pada konferensi pers di Jakarta hari Jumat
(8/12), dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-72 tanggal 21 Desember
mendatang. Hadir pada acara tersebut Ny Surjadi Soedirdja selaku
ketua umum panitia.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0012/09/DAERAH/mena28.htm
>Sabtu, 9 Desember 2000
Menambang Emas, Menuai Bencana
BELUM tuntas penanganan penjarahan hutan,
di kawasan Taman Nasional (TN)
Tanjungputing, Kabupaten Kotawaringin Barat,
Kalimantan Tengah, kini terdapat sekitar
12.000 kepala keluarga (KK) penambang emas
yang beroperasi di bagian hulu Sungai
Sekonyer. Kerusakan lingkungan yang
diakibatkan kegiatan masyarakat itu cukup serius.
Misalnya saja, lokasi penambangan rakyat itu, sekarang terjadi
proses penggurunan yang makin luas. Selain itu, penggunaan air
raksa (Hg) untuk menyatukan butir-butir emas, limbahnya dibuang ke
Sungai Sekonyer. Bahkan kerusakan lingkungan akibat
penambangan emas tradisional itu, jauh lebih buruk dibandingkan
kasus penjarahan hutan. Masalahnya, kegiatan menambang itu
umumnya melakukan pengupasan terhadap kulit bumi. Otomatis
seluruh tumbuhan yang ada harus dibuang.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0012/09/DAERAH/pote26.htm
>Sabtu, 9 Desember 2000
Potensi Melimpah, tapi Kurang Promosi
SECARA khusus, di Jambi belum ada yang
membuat barang souvenir (cenderamata)
karena jumlah wisatawan yang datang belum
banyak. Namun, tidak berarti, tidak ada
benda cendera mata yang dapat dibeli oleh
wisatawan sebagai kenang-kenangan.
Di Kota Jambi misalnya, pengunjung (wisatawan) dapat membeli
aneka ragam dan corak kain batik khas Jambi yang dijual di
beberapa tempat seperti di counter hotel, pasar, bandara dan toko
khusus cendera mata dan batik Jambi. Ada yang dalam bentuk
bahan dasar untuk baju, kemeja, dan pakaian wanita, ada pula yang
sudah jadi kemeja batik. Harganya bervariasi, dari bahan sutra bisa
mencapai Rp 400.000 per lembar, sedangkan dari bahan mori Rp
100.000-Rp 150.000 per lembar.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0012/09/DAERAH/jamb25.htm
>Sabtu, 9 Desember 2000
Jambi Pilih Kembangkan Ekowisata
BERUNTUNG, Provinsi Jambi memiliki empat taman nasional, yaitu Taman
Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), Taman Nasional Berbak (TNB), Taman Nasional
Bukit Tigapuluh (TNBT), dan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD). Di samping itu,
Jambi juga memiliki sejumlah kawasan
hutan konservasi, seperti Taman Hutan Raya Sultan Taha Syaifuddin
di Kabupaten Batanghari, Kebun Raya Bukit Sari, Hutan
Lindung/Cagar Alam Kayu Bulian, hutan adat, dan hutan desa.
Semua kekayaan alam itu dapat dimanfaatkan untuk pariwisata guna
meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar taman nasional
dan hutan konservasi itu. Potensi alam inilah sesungguhnya
kekuatan Jambi di bidang pariwisata, khususnya pariwisata alam
(ekowisata).
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0012/09/DAERAH/ditu19.htm
>Sabtu, 9 Desember 2000
Ditutup, Jembatan Akar Kayu Berusia 95 Tahun di Sumbar
Painan, Kompas
Jembatan akar kayu (jambatan aka) di Kabupaten Pesisir selatan,
Sumatera Barat, dinyatakan tertutup. Jembatan itu nyaris putus
akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu yang melanda wilayah itu.
Meski begitu, para pelancong yang datang masih bisa menyaksikan
salah satu keunikan di daerah itu.
Akar kayu yang berfungsi sebagai jembatan itu sudah berusia 95
tahun. Menurut keterangan, jembatan akar yang memiliki panjang
sekitar 25 meter, lantai dasar satu meter, pegangan kiri dan kanan
setinggi satu meter, dan ketinggian sekitar 5 meter dari dasar
sungai, memiliki sejarah panjang.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0012/09/DAERAH/keru19.htm
>Sabtu, 9 Desember 2000
Kerugian Banjir di Polmas Rp 3 Milyar
Makassar, Kompas
Banjir yang melanda lima kecamatan di Kabupaten Polewali Mamasa
(Polmas), Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam beberapa hari terakhir
diperkirakan mengakibatkan kerugian sebesar Rp 3 milyar. Kerugian
itu dari rusaknya tambak dan tanaman budi daya di sawah yang siap
panen, hancurnya bangunan rumah, jalan, dan jembatan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Polmas Iljas Latief, yang dihubungi Jumat
(8/12) malam, mengatakan, saat ini air memang mulai surut, tinggal
genangan di sana-sini. Ia berharap seterusnya begitu, tidak turun
hujan deras lagi seperti yang lalu, agar tidak terjadi banjir yang jauh
lebih besar.
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]