-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar :    [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
        http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/11/IPTEK/luas08.htm
>Senin, 11 Desember 2000

Luas Hutan Minahasa Tinggal Sepuluh Persen
Manado, Kompas

Kabupaten Minahasa, Kota Manado, dan Bitung setiap saat
terancam bahaya banjir dan sekaligus kekeringan karena luas hutan
yang berfungsi sebagai penyerap air hujan semakin kecil. Kini, luas
hutan di seluruh Kabupaten Minahasa tinggal sekitar 10 persen,
padahal luas hutan yang untuk keseimbangan suatu wilayah
dipersyaratkan minimal 30 persen.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Freddy Sualang mengemukakan hal
tersebut, akhir pekan lalu kepada Kompas di Manado. Ini berkaitan
dengan kerusakan lingkungan di Tanah Minahasa serta akibat-akibat
banjir bandang dan tanah longsor di Minahasa, akhir November lalu.
"Dapat dipastikan, Minahasa, Manado, dan Bitung akan terus
menghadapi bahaya banjir dan kekeringan, karena luas hutan yang
tersisa sekitar 10 persen," ujar Sualang. Karena itu, untuk jangka
panjang sudah harus diprogramkan penanaman pepohonan di semua
perbukitan yang gundul, daerah tangkapan air, serta lahan-lahan di
sepanjang daerah aliran sungai (DAS). "Jika program ini dijalankan
secara disiplin, hasilnya baru akan dirasakan 10 atau 20 tahun ke
depan," ujarnya.

http://www.indomedia.com/bpost/122000/11/index.htm

PPLH: Sampanahan Perlu Pengawasan Ketat
Banjarmasin, BPost

Maraknya pemberitaan tentang proses tukar guling antara eks HPH PT Kodeco seluas 57.000
hektare dengan areal seluas 46.270 hektare di Pegunungan Meratus bagian Timur yakni
Sampanahan, mengundang berbagai pendapat dari berbagai kalangan masyarakat. 

Kepala PPLH Unlam Dr Ir Hj Darni Subari MS kepada BPost, Minggu (10/12) malam
mengatakan, berdasarkan kajian yang telah dilakukan pihaknya terhadap kawasan 
Pegunungan
Meratus tersebut, memang ada beberapa areal yang layak untuk dieksploitasi.

http://www.indomedia.com/bpost/122000/11/index.htm

Kaki Tangan Penjarah TNTP Diringkus
Kuala Kapuas, BPost

Rustam Efendi (48), salah seorang kaki tangan Acong, Jumat (8/12) dibekuk jajaran 
Polres
Kapuas pukul 15:00 di Hotel Raudah Kapuas. Rustam selama ini menjadi target operasi 
Polres
Pangkalan Bun (Kobar) karena diduga pengikut Acong. Penjarah hutan TNTP ini dievakuasi
aparat Polres Pangkalan Bun, Sabtu (9/12).

Kapolres Kapuas Supt Drs JA Sumampouw melalui Kasat Serse Iptu Berry Rahail, Sabtu 
(9/12)
menerangkan, penangkapan Rustam, warga Kelurahan Kumai Hilir, Kecamatan Kumai itu
merupakan hasil kerja sama dengan Polres Pangkalan Bun.

http://www.indomedia.com/bpost/122000/11/index.htm

Inhutani III: Asmawi Jangan Main Ancam
Jakarta, BPost

PT Inhutani III menilai ancaman Gubernur Kalteng Asmawi Agani mengambil alih eks HPH 
yang
dikelola Inhutani tidak proporsional. Jika gubenrur tetap memaksa, Inhutani tidak 
keberatan, tapi
hendaknya dilakukan melalui jalur hukum.

"Sebab, keberadaan Inhutani III di Kalteng juga legal dengan tatanan hukum yang kuat," 
kata
Dirut PT Inhutani III, Soeyoto Wongsorejo, kemarin.

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/11/JATIM/wuri19.htm
>Senin, 11 Desember 2000

Wuri, Iksan, dan Anggrek Langka 

Sejak tahun 1939-an belum pernah ditemukan lagi
anggrek spesies baru, atau anggrek langka.
Setidaknya di daerah Jawa Timur, khususnya di
lereng Gunung Semeru atau Kawi. Tapi menjelang
tutup tahun 2000 ini di lereng Gunung Kawi bagian
utara ditemukan "anggrek langka". Tujuh ahli anggrek
yang telah menyaksikannya sepakat menyebut
anggrek ini spesies "Vanda" dengan beberapa kelainan. 

Bisa saja dalam penelitian lebih lanjut, jika ditemukan ciri-ciri khusus
lainnya, anggrek itu termasuk dalam spesies/jenis lain. Namun untuk
sementara, baik penemu dan pemiliknya maupun beberapa ahli
sepakat menyebut dengan nama "Anggrek Langka" saja.
Penemu anggrek langka itu adalah Tuti Wuri Handayani (25), dengan
panggilan akrabnya Wuri. Putri terkecil Iksan Effendi (76) yang
dikenal sebagai penggemar anggrek dan pedagang beberapa jenis
tanaman di Pasar Kembang Malang ini, menemukan anggrek langka
itu tanpa sengaja.

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/11/NASIONAL/kont06.htm
>Senin, 11 Desember 2000

Kontras: Selama Tahun 2000, Terjadi 1.216 Kasus Pelanggaran HAM
Jakarta, Kompas 

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) selama Januari
hingga 7 Desember 2000 mencatat telah terjadi 1.216 kasus pelanggaran hak asasi
manusia (HAM) di Indonesia yang menelan
korban 2.119 jiwa. Data tersebut diperoleh dari investigasi Kontras di
sejumlah daerah bergejolak, seperti Aceh dan Irja.

Demikian dikatakan Koordinator Kontras Munarman, dalam
keterangannya kepada pers di Jakarta, Sabtu (9/12) sore. Korban
pelanggaran HAM terdiri dari penghilangan orang secara paksa 58
kasus dengan korban 74 orang, pembunuhan di luar prosedur hukum
279 kasus dengan korban 457 orang, penahanan semena-mena 450
kasus dengan korban 710 orang, dan penyiksaan 429 kasus dengan
korban 878 orang. 

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/11/DAERAH/fata28.htm
>Senin, 11 Desember 2000

Fatamorgana Kayu Bulat 

SEJAK pertengahan dekade lalu pengusahaan perkayuan dianggap telah
guncang terutama karena kurangnya bahan baku kayu bulat. Logikanya harga kayu bulat
di pasaran akan naik tinggi. Dan dengan rendahnya harga jual produk ekspor
perkayuan saat ini pabrik-pabrik pengolahan kayu sudah harus gulung tikar. 

Kenyataannya tidak demikian. Kendati menurut catatan perhitungan
kayu alam yang dapat ditebang hanya sekitar 20 juta meter kubik
setahun, ternyata industri perkayuan jalan terus dan bahkan kayu
murah terus melimpah di pasaran lokal.
Keadaan di atas ditunjang oleh data National Forest Inventory (NFI)
Project yang tahun 1994 menyebutkan masih terdapat kayu
berdiameter 50 cm ke atas sebanyak 2,401 milyar meter kubik di
hutan produksi. 

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0012/11/DAERAH/oton29.htm
>Senin, 11 Desember 2000

Otonomi dan Aneka Ragam Hayati Irian Jaya 

PROVINSI Irian Jaya memiliki potensi hutan, di mana sekitar 85 persen di
antaranya masih utuh. Di dalam hutan itu terdapat aneka ragam hayati
tertinggi di Indonesia. Tanah, hutan, dan laut serta sungai, memiliki banyak
spesies endemik dan beragam
ekosistem. Ini tentu sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah dan
masyarakat untuk menunjang pembangunan di daerah itu.Dari 42
juta hektar hutan di Irja, baru digarap sekitar 36.000 hektar oleh 45
perusahaan. Data ini menunjukkan hutan di Irja masih dalam kondisi
baik. 

Selain spesies yang dikenal umum, juga terdapat spesies endemik
yakni spesies tumbuhan, satwa atau jasad renik yang hanya
ditemukan pada satu tempat tertentu dan tidak ditemukan di bagian
dunia lain. Namun, kekayaan hayati ini belum dibudidayakan untuk
kesejahteraan masyarakat.

http://www.indomedia.com/bpost/122000/11/index.htm

Proyek PKP HSU Rp4 Miliar Lebih
Amuntai, BPost 

Proyek pengembangan ketahanan pangan (PKP) di Kabupaten Hulu Sungai Utara mencapai
Rp4.137.549.000. Dalam waktu dekat, dana ini disalurkan kepada 112 kelompok tani.

Rencana pengucuran dana proyek PKP itu dibahas dalam pertemuan legislasi kelompok tani 
di
gedung Candi Agung. Hadir pada pertemuan itu Bupati HSU, anggota DPRD dan berbagai
instansi terkait lainnya serta 112 kelompok tani.

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/11/DAERAH/satw30.htm
>Senin, 11 Desember 2000

Satwa Langka Irian Jaya Dijual di Jakarta 

BERBAGAI jenis satwa dari Irian Jaya (Irja) yang sangat langka tampak dijual di
toko-toko satwa di Jakarta. Burung, mamalia, dan reptil Irja, menjadi sasaran
para penjual yang sama sekali tidak peduli terhadap satwa yang dilindungi itu. 

Hampir setiap toko satwa menjual tiga-enam jenis burung Irja dan
dua-tiga jenis penyu dan buaya. Akan tetapi, kondisi spesies itu
tampak sangat merana, malah beberapa di antaranya hanya
menunggu kematian.

---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke