-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar : [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
http://kompas.com/kompas-cetak/0012/18/IPTEK/sonn08.htm
>Senin, 18 Desember 2000
Sonny Keraf: Lingkungan Hidup Bisa Picu Disintegrasi Bangsa
Jakarta, Kompas
Lingkungan hidup dapat menjadi sumber pemicu disintegrasi bangsa
bila sumber daya alam seperti hutan, laut, dan bahan-bahan tambang
tidak dikelola secara adil dan terlanjutkan. Munculnya ancaman
memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),
karena masyarakat yang bermukim di wilayah yang kaya akan
sumber daya alam merasa diperlakukan secara tidak adil,
terpinggirkan hak-haknya, dan justru hidup dalam kemiskinan.
Menteri Negara Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian
Dampak Lingkungan (Bapedal) Sonny Keraf mengingatkan hal
tersebut, pada Seminar Sehari Lingkungan Hidup: Ancaman
Disintegrasi Bangsa - Tinjauan dari Perspektif Lingkungan Hidup, di
Jakarta, Jumat (15/12).
http://kompas.com/kompas-cetak/0012/18/IPTEK/was08.htm
>Senin, 18 Desember 2000
Waspadai Limbah Penambangan Emas dan Tembaga
Mataram, Kompas
Tailing yang dibuang ke laut oleh PT Newmont Nusa Tenggara (NNT)
untuk sementara, sesuai hasil penelitian, tidak berbahaya. Namun
dalam jangka panjang, karena adanya fenomena alam, limbah
pengolahan perusahaan eksploitasi emas dan tembaga di kawasan
Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara
Barat (NTB) itu perlu diwaspadai, sebab dikhawatirkan berdampak
negatif bagi ekosistem laut.
"Hasil penelitian ini baru indikasi awal, belum final, tidak
representatif, karena penelitian dilaksanakan sekali, sehingga belum
menggambarkan kondisi sebenarnya," kata M Helmy, Kepala Pusat
Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusarpedal), dalam
jumpa pers akhir pekan lalu di Mataram.
http://kompas.com/kompas-cetak/0012/18/IPTEK/anak08.htm
>Senin, 18 Desember 2000
Harapan Konferensi II PPAI Anak Jermal agar Jadi Agenda Nasional
Medan, Kompas
Penanggulangan kasus anak-anak yang bekerja di jermal-jermal di
perairan pantai timur Sumatera Utara hendaknya bukan hanya
menjadi agenda pemerintah daerah, tetapi juga menjadi agenda
nasional. Itu mengingat perlakuan terhadap anak-anak yang bekerja
di jermal-jermal sudah berupa perbudakan. Mereka bekerja di tengah
laut sehari semalam dengan upah yang sangat murah, antara Rp
75.000 sampai Rp 150.000 perbulan.
Demikian pendapat Ketua Dewan Pengurus dan Sekretaris Jenderal
Perserikatan Perlindungan Anak Indonesia (PPAI) Muhammad Joni
dan Ramches Merdeka pada pembukaan Konferensi II PPAI di
Medan, Jumat. Konferensi berlangsung hingga Sabtu (16/12).
Jermal adalah satu bangunan penangkap ikan yang berada di tengah
laut. Bangunannya terbuat dari kayu-kayu yang dipancangkan, diberi
pintu-pintu seperti bubu, dan di bagian belakang bangunannya diberi
jaring besar yang dapat diangkat-angkat. Bila laut bergelombang
besar, bangunan pun bergoyang.
http://www.indomedia.com/bpost/122000/18/index.htm
Tim Kanwil Kehutanan Dipertanyakan
Palangka, BPost
Langkah Kanwil Kehutanan Kalteng yang menerjunkan tim ke DAS Kapuas (Mantangai) dalam
rangka menertibkan sektor perkayuan (kehutanan) mendapat reaksi dari kalangan DPRD
Kapuas, karena pemkab setempat sudah memiliki perangkat hukum tentang kehutanan.
"Tim kanwil kehutanan itu patut dicurigai, jangan-jangan hanya menghabiskan dana
anggaran
menjelang akhir tahun," tutur anggota dewan Akhmadsyah Giffary SH (16/12), usai dengar
pendapat dengan tim kehutanan tingkat I.
http://www.indomedia.com/bpost/122000/18/index.htm
Sawmill Liar Menjamur di Mantangai
Kuala Kapuas, Bpost
Sawmill maupun sirkel liar saat ini menjamur di sepanjang perairan di Kecamatan
Mantangai,
Kabupaten Kapuas. Persoalan ini, tidak hanya mengancam kelestarian hutan, juga
merugikan
daerah, karena keberadaannya tidak memberikan kontribusi.
"Sedikitnya 70-an sawmil dan sirkel tanpa izin bermunculan di perairan Mantangai,"
ungkap M
Ramli SH, anggota komisi D bidang pembangunan, baru-baru tadi.
http://www.indomedia.com/bpost/122000/18/index.htm
Diragukan Keseriusan BCM Kelola Limbah
Amuntai, BPost
Pihak DPRD HSU dan kalangan LSM meragukan keseriusan pihak PT Bentala Coal Mining
(BCM) untuk menyelesaikan berbagai permasalahan limbah akibat eksploitasi
pertambangannya.
Menurut Hormansyah dari LSM Ekosok, saat ini PT BCM memang berjanji menyelesaikan
berbagai permasalahan limbah, namun kemungkinan besar janji tersebut tidak akan
dilaksanakan
pihak perusahaan.
http://www.indomedia.com/bpost/122000/18/index.htm
Dayak Pitap tak Diperhatikan
Amuntai, BPost
Masyarakat Dayak Pitap yang berdomisili di sekitar pergunungan Meratus, Hulu Hungai
Utara
merasa kehidupannya masih terkebelakang, karena kurangnya perhatian. Mereka minta
pemkab
meningkatkan pembangunan di wilayahnya.
Masyarakat Dayak Pitap tinggal di Kecamatan Awayan tepatnya, di wilayah Kambiayain,
Ajung
dan Iyam. Mereka berkeinginan hidup seperti saudara-saudara lainnya. Keinginan ini,
disampaikan perwakilan masyarakat Dayak Pitap ke DPRD HSU, Sabtu (16/12).
http://www.suaramerdeka.com/harian/0012/18/kot7.htm
Senin, 18 Desember 2000 Semarang & Sekitarnya
Massa Geruduk Rumah Mantri Hutan Pencuri Jati Tewas Ditembak
GROBOGAN - Suratmo (37), penduduk Desa Gedangan, Kecamatan
Wirosari, kemarin sekitar pukul 06.00 tewas ditembak mantri hutan
Ngadimin (35) ketika menjarah kayu bersama 25 temannya di hutan
Resor Polisi Hutan (RPH) Tumpuk, Tambakselo.
Tembakan senjata laras panjang itu mengenai kepalanya, sehingga
korban yang bertetangga dekat tersangka penembak meninggal
seketika di tempat kejadian.
Setelah menembak, mantri dan seorang temannya lari meninggalkan
tempat kejadian. Diduga dia meminta perlindungan ke pihak berwajib
karena sekitar setengah jam setelah mantri menghilang, petugas
Polsek Wirosari mendatangi tempat kejadian.
http://www.suaramerdeka.com/harian/0012/18/nas10.htm
Senin, 18 Desember 2000 Berita Utama
Tak Etis, LSM Minta Gaji dari APBD
WONOGIRI - Kabar ada LSM meminta anggaran dari APBD untuk
menggaji para anggotanya (Suara Merdeka, 15/12), dinilai dapat
mencoreng nama baik dan memperburuk citra positif LSM.
''Itu tidak etis, hanya memperburuk citra dan keberadaan LSM,'' tandas
Ketua LSM Abdi Praja Giri Drs Ma'ruf Iranto SH MBA.
Tokoh LSM yang juga Ketua Wonogiri Parliament Watch (WPW) dan
Ketua Yayasan Pembela dan Konsultasi Hukum (YPKH) itu menyatakan
keprihatinan sangat mendalam atas kemunculan kabar tersebut. ''Itu
dapat memalukan LSM lain,'' katanya.
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]