-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar : [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
http://www.indomedia.com/bpost/122000/21/index.htm
47.754 Dokumen Kayu Dimusnahkan
Banjarmasin, BPost
Untuk menjaga agar tidak terjadi penyalahgunaan dokumen kayu berupa Surat Angkut Kayu
Olahan (SAKO), Surat Angkut Kayu Bulat (SAKB) dan Surat Angkuta Hasil Hutan Bukan
Kayu (SAHHBK) oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, Kakanwil Kehutanan Kalsel, Rabu
(20/12), memusnahkan 47.754 set dokumen tersebut di Banjarbaru dengan cara membakarnya.
Menurut Ir Djoko Setijono MM disaksikan jajaran Polres Banjar dan Kepala Dinas
Kehutanan
Kalsel, dasar pemusnahan dokumen itu adalah Surat Keputusan Menteri Kehutanan No
132/Kpts-II/2000 tgl 22 Mei 2000 tentang petunjuk teknis pemberlakuan Surat Keterangan
Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) sebagai pengganti tiga jenis dokumen kayu tersebut di atas.
http://www.thejakartapost.com/detailcity.asp?fileid=20001221.B06&irec=1
City News December 21, 2000
Diving complex on Sebaru Island to be demolished
JAKARTA (JP): The city administration will tear down
a massive diving complex located in Sebaru Island in
the Seribu (Thousands) Islands, North Jakarta, as the
island is designated as a conservation area.
Officials say the construction of a diving facility on the
island violated regulations defining land usage on the
island.
http://www.surabayapost.co.id/
SUPLEMEN Kamis, 21 Desember 2000
Lumut Tangkuban Perahu, Potensi Hayati yang Belum Terungkap
GUNUNG Tangkuban Perahu (25 km sebelah utara Bandung) menyimpan keragaman "lumut".
Tercatat ada 13 ordo dan 39 suku yang terdiri atas 59 genus lumut di kawasan ini
seperti hasil
penelitian Drs Bambang Supriatno MSi, staf pengajar pada FP-MIPA UPI (Universitas
Pendidikan Indonesia) Bandung.
Dalam makalah berjudul Identifikasi makrokospis flora lumut Gunung Tangkuban
Perahu yang
dilakukan Bambang menunjukkan, lumut jenis Hepaticeae tercatat sebanyak tiga ordo
terdiri atas
15 suku dan 21 genus, Anthocerotae satu ordo, satu suku, dan dua genus, sedangkan
Musci
terdiri atas tujuh ordo, 22 suku, dan 35 genus.
http://www.surabayapost.co.id/
SUPLEMEN Kamis, 21 Desember 2000
Polusi Udara Sebabkan Kerusakan 20% PDB Dunia
PENCEMARAN udara di Indonesia bukan tanpa masalah, meski tidak sebesar
negara-negara
maju seperti Amerika Serikat, Jepang, atau Kanada. Seberapa pun kecilnya,
pencemaran udara
di Indonesia, jika tidak ditangani secara serius, akan bisa menyumbang pada
peningkatan
pemanasan bumi.
Dalam pidato Dies Guru Besar Ilmu Ekonomi UGM Prof Dr Sukanto Reksohadiprodjo
MCom, menyebutkan, kerusakan lingkungan akibat pemanasan global mengakibatkan
kerusakan
sekitar 20% Produk Domestik Bruto (PDB) dunia.
Kondisi ini diperparah oleh buangan padat, yang menurunkan kualitas lahan karena
terkontaminasi oleh logam berat sehingga tidak dapat ditanami dan berakibat
menurunnya
produktivitas pertanian yang dapat mencapai 1% dari PDB.
http://www.surabayapost.co.id/
JAWA TIMUR Kamis, 21 Desember 2000
Warga Mangaran Masih Membabat Kebun Karet
Wujudkan 'Reclaiming' 47,34 Ha
Jember - Surabaya Post
Pembabatan tanaman karet milik PTPN XII Kebun Renteng, terus dilakukan warga Desa
Mangaran. Aksi warga dimaksudkan untuk meneruskan perjuangan merebut kembali
tanahnya
(reclaiming) seluas 47,34 ha, yang konon direbut BUMN tersebut.
"Selain itu, aksi babat tanaman karet itu sebagai bentuk balasan atas sikap
preman yang
dipekerjakan PTPN XII untuk mengawasi kebunnya," tandas Koordinator Perjuangan
Rakyat
Mangaran, Mistar, Rabu (20/12).
Secara terpisah, Administratur Kebun Rentang PTPN XII Ir Soemarno, belum bisa
dikonfirmasi. Saat dihubungi di kantornya, seorang stafnya bernama Darno,
mengatakan, bosnya
sedang ke kebun.
PERNYATAAN SIKAP
FORUM INFORMASI DAN KOMUNIKASI
ORGANISASI NON PEMERINTAH (FIK-ORNOP)
SULAWESI SELATAN
Sehubungan pemberitaan PT. GMTDC yang dimuat Harian Fajar, Jumat 15 Desember
2000, tentang masuknya GMTDC dalam Bursa Efek Jakarta -- oleh FIK-ORNOP
Sulsel, perlu memberikan tangggapan sebagai berikut:
1. GMTDC, terkesan mengalihkan perhatian dan sengaja mengabaikan bengkalai
masalah yang ditimbulkan di Tanjung Bunga dan Pantai Losari pada umumnya.
Baik masalah lingkungan ekologis maupun masalah sosial kemasyarakatan yang
hingga kini belum terselesaikan.
2. GMTDC, terkesan mempolitisasi masyarakat dan "Lembaga Swadaya Masyarakat"
Sulawesi Selatan untuk meraih keuntungan mereka sendiri tanpa
memperhitungkan kelestarian lingkungan dan nasib rakyat yang menjadi korban
(terutama ganti untung) bagi warga setempat yang berhak.
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]