-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar :    [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
        http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/21/NASIONAL/peng25.htm
>Kamis, 21 Desember 2000

Pengabaian oleh Negara Menimbulkan Kekerasan terhadap Perempuan 

MAMA Aya masih terbata-bata ketika menuturkan kembali 
peristiwa dua tahun lalu di kampung halamannya di Baileo, 
Maluku. Tiba-tiba saja kampungnya diserang orang-orang
dari kampung lain. Kerabat, anak dan cucu yang kebanyakan 
perempuan yang berkumpul di rumahnya, mengalami kekerasan ketika rumah
mereka diserang. Ia menyaksikan anggota keluarganya dihabisi
dengan kejam. Ia sendiri mengalami luka sabetan di lengan dan
kakinya, dan selamat bersama cucunya dengan bersembunyi di
gerumbul pohon pisang di belakang rumah.Ina dari Baileo yang
menjadi pendamping menuturkan, kekerasan dan kekejaman yang
sama juga dialami oleh kelompok yang lain. Ia menuturkan
bagaimana hampir dua tahun lalu ketenangan Ambon dan Maluku
dikoyak hanya gara-gara seorang preman memalak seorang sopir
angkot di perbatasan Mardika-Batu Merah, Kodya Ambon. Kejadian
kecil pada 19 Januari 1999 sekitar pukul 13.30 itu dalam waktu
hanya setengah jam segera diikuti dengan munculnya sekelompok
pemuda dengan ikat kepala dan disusul pembakaran rumah
penduduk secara besar-besaran di beberapa lokasi di Kota Ambon. 

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/21/NASIONAL/wasp08.htm
>Kamis, 21 Desember 2000

Waspadai Bentrokan Antarnelayan di Sumut
Medan, Kompas

Bentrok antarnelayan di kawasan laut pantai timur Sumatera Utara
(Sumut) dikhawatirkan masih terus akan terjadi, menyusul
bentrokan-bentrokan yang terjadi sebelumnya. Penyebabnya bukan
hanya terbatas pada masalah kapal pukat harimau, akan tetapi juga
berkaitan dengan perebutan daerah tangkapan ikan nelayan satu
daerah dengan nelayan daerah lainnya."Seperti di perairan
Kabupaten Langkat (tepatnya kawasan Jaring Halus-Red), nelayan
setempat telah mengibarkan bendera perang terhadap nelayan dari
Belawan yang datang menangkap ikan ke laut Jaring Halus," kata
Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera
Utara DE Simanjuntak yang dihubungi Kompas, Rabu (20/12), di
Medan.

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/21/EKONOMI/mula14.htm
>Kamis, 21 Desember 2000

Mulai Ditawarkan, 21 Blok Lapangan Eksplorasi Migas 
Jakarta, Kompas 

Pemerintah menawarkan 21 blok lapangan eksplorasi minyak dan
gas (migas) yang tersebar di seluruh Indonesia. Blok ekpslorasi itu
terdapat di Selat Makassar enam blok, dua blok di Kepulauan
Natuna (Riau), enam blok di Laut Arafura (Irian Jaya), tiga blok di
Kalimantan, dua blok di Sulawesi, dan dua blok di Pulau Seram
(Maluku).

Ini diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo
Yusgiantoro dalam jumpa pers evaluasi akhir tahun 2000, di Jakarta,
Rabu (20/12). "Semuanya akan ditawarkan dalam kerangka Kontrak
Bagi Hasil," kata Purnomo. 

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/21/IPTEK/huja08.htm
>Kamis, 21 Desember 2000

Hujan Lebat Diprakirakan Akan Guyur Sumbar dan Kalbar
Jakarta, Antara 

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memprakirakan, hujan lebat
akan kembali mengguyur Sumatera Barat (Sumbar) dan Kalimantan
Barat (Kalbar) dalam dua atau tiga hari mendatang, termasuk wilayah
pantai utara (pantura) Jawa dan Bali. Namun untuk wilayah terakhir
ini diprakirakan tidak terlalu lebat.

"Perkiraan satelit menunjukkan gejala hujan lebat akan turun di
Sumbar dan Sumatera bagian timur, sehingga masyarakat termasuk
pemudik diminta mewaspadainya," kata Kepala BMG Sri Diharto, di
Jakarta, Rabu (20/12). Sedangkan di wilayah Pantura Jawa dan Bali,
meski tidak lebat, Sri Diharto tetap meminta masyarakat
mewaspadainya, karena bagaimanapun cuaca dapat berubah.

http://www.suaramerdeka.com/harian/0012/21/kha2.htm
Kamis, 21 Desember 2000 Karangan Khas  

           Perempuan dalam Budaya Patriakat
           Oleh: Dwiyanto

           CENGKERAMAN warisan feodalisme yang berurat dan berakar, telah
           menyuburkan habitat budaya patriakat. Dominasi budaya laki-laki
           begitu leluasa menelusup hampir semua lini dan akses, sedangkan
           peran perempuan terlempar dalam masyarakat second class.

           Budaya patriakat menempatkan relasi laki-laki dan perempuan dalam
           satu garis hierarkis. Sangat kentara posisi laki-laki adalah sebagai
           pengambil segala kebijakan dan keputusan. Posisi perempuan
           hanyalah sekadar pelengkap.



---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke