Dari berbagai pengalaman lapangan melihat tambak di Lampung, saya lebih sepakat
untuk mengatakan bahwa memang meski tambak besar sangat intensif dan selama ini
diklaim dikelola dengan pola inti plasma, saya takjub dengan data dari
perusahaan yang mengatakan bahwa hutang plasma bukan semakin kecil justru
berlipat-lipat. Padahal tambak skala kecil secara tradisionil dan semi
tradisionil saja jelas-jelas dapat membuat pemilik tambak bisa hidup sejahtera.
Belum lagi soal mass scale pollutionnya.
Cuma saya nggak yakin soal tekanan masyarakat yang dapat merubah pola itu,
soalnya kita sudah membaui sesuatu yang busuk berkenaan dengan keberadaan
tambak-tambak besar di Lampung yang kita (paling tidak saya) perkirakan telah
mulai merobah patronnya dengan otoritas tradisional yang punya pengaruh besar
terhadap elit nasional. Coba saja tebak kira-kira siapa.
Salam dari Lampung,
Ari Darmastuti
Adri Amiruddin wrote:
> Masih Sekitar Tamba,
>
> Buat yang memerlukan semoga berguna. Buat yang ikut milis lingkungan, mohon
> maaf.
>
> Salam
> Adri
>
> ----- Original Message -----
> From: PP - GPK <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Sunday, March 18, 2001 11:33 AM
> Subject: Re: [Lingk] Berita Lampung
>
> > Sepakat !!! Karena selama ini terbukti tambak bermodal besar hanya akan
> > merugikan masyarakat baik dari segi lingkungan ataupun yang lainnya.
> >
> > PP - GPK
> >
> >
> > >From: "Walhi Lampung" <[EMAIL PROTECTED]>
> > >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> > >To: "milis tambak" <[EMAIL PROTECTED]>, "'Millis Walhi'"
> > ><[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>
> > >Subject: [Lingk] Berita Lampung
> > >Date: Tue, 13 Mar 2001 09:59:43 +0700
> > >
> > >Bandar Lampung, 13 Juli 2001
> > >Walhi : Tunda Perluasan Tambak, Lampung Post
> > >
> > >Walhi Lampung menyerukan pemerintah agar menunda pengembangan tambak
> udang
> > >sampai ada komitmen dan regulasi tambak udang yang sustainable. Sebab,
> > >tambak udang terbentuk intensif atau semiintensif dan skala besar
> ternyata
> > >tidak layak secara ekonomi dan ekologi.
> > >Pengusahaan tambak udang skala besar berbentuk inti-plasma sebaiknya
> > >dihentikan dan dikembalikan kepada kegiatan ekonomi rakyat yang lebih
> baik.
> > >Sebaliknya, pemerintah harus membangun komitmen kebijakan pertambakan
> udang
> > >yang sustainable, kata Masyhuri Abdullah, direktur eksekutif Walhi
> Lampung
> > >dalam rilisnya, kemarin.
> > >Kondisi diberbagai negara, pembukaan tambak secara meluas-yang mngabaikan
> > >batasan hamparan tambak, daya dukung lingkungan, dan karakteristik hutan
> > >bakau-takkan mampu bertahan lama dan berdampak serius pada lingkungan
> > >hidup.
> > >Tambak udang intensif/semiintensif akan merusak hutan bakau dan
> berpotensi
> > >mencemari lingkungan yang berpotensi pada merosotnya hasil budi daya
> udang.
> > >Mulai pertengahan 1980-an,kata Masyhuri, pola budi daya udang berubah
> > >drastis, yakni bagaimana mendapatkan udang lebih banyak dalam waktu
> > >singkat.
> > >Caranya, membabat hutan bakau secara besar-besaran serta memakai pakan
> > >buatan dan bahan kimia. Petambak tradisional, belakangan ikut-ikutan
> > >memakai
> > >bahan-bahan kimia.
> > >Sejak 1990, usaha tambak udang dibebarapa daerah mengalami kegagalan
> secara
> > >beruntun. Penurunan kualitas lingkungan dan serangan virus udang menimpa
> > >hampir semua sentra pertambakan udang. Akibatnya banyak tambak udang yang
> > >terlantar dan dialihusahakan ke budi daya ikan. Di pihak lain, pengusaha
> > >membuka tambak dilokasi yang baru. Untuk merehabilitasi ekosistem
> mangrove
> > >yang rusak dan bekas lahan tambak dibutuhkan biaya sangat mahal serta
> butuh
> > >waktu lama.
> > >Biaya pemulihan hutan bakau lebih besar ketimbang kontribusi yang didapat
> > >masyarakat dari tambak udang. Tapi, pemerintah tak pernah melakukan cost
> > >and
> > >benefit analysis terhadap masalah itu.
> > >Uniknya, pemerintah kini malah cenderung mempromosikan peruasan usaha
> > >tambak
> > >udang skala besar berpola inti-plasma.
> > >Sementara, pola inti-plasma (secara ekonomis dan ekologis) seperti yang
> > >diterapkan sejumlah tambak besar di Lampung dan Sumsel masih jadi
> sorotan.
> > >Dari sisi ekologis, menurut Masyhuri, makin luas hamparan tambak dan
> makin
> > >intensif pola budi daya, makin besar potensi kegagalan dan tingkat
> > >pencemaran lingkungan.
> > >Sementara, dari sisi ekonomis, pola inti-rakyat skala besar mencerminkan
> > >sistem perekonomian kapitalis. Pada model ini, tampak keberpihakan
> > >pemerintah mengembangkan sumber ekonomi yang bertumpu pada industri.
> > >Jadi, menurut dia, pola insti-plasma pada tambak besar adalah pilihan
> > >keliru
> > >jika melihat sisi ekonomis, ekologis dan HAM.
> > >
> > >Div. Informasi Walhi Lampung
> > >Jl. Anggrek N0. 7 Rt 01/02 Rawa Laut
> > >Bandar Lampung 35127
> > >Tel/Fax : (0721) 262894
> > >E-mail : [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >
> > >
> > >===== Petunjuk Milis Lingkungan ===========
> > >
> > >Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa
> > >Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
> > >Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >===== Motto:Lestari dan berseri Indonesiaku ======
> > >
> > >Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
> > >
> > >
> >
> > _________________________________________________________________________
> > Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.
> >
> >
> >
> > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-~>
> > Make good on the promise you made at graduation to keep
> > in touch. Classmates.com has over 14 million registered
> > high school alumni--chances are you'll find your friends!
> > http://us.click.yahoo.com/n4HqaC/DMUCAA/4ihDAA/IrJVlB/TM
> > ---------------------------------------------------------------------_->
> >
> > ===== Petunjuk Milis Lingkungan ===========
> >
> > Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa
> > Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
> > Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
> >
> > ===== Motto:Lestari dan berseri Indonesiaku ======
> >
> > Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
> >
> >
> >
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]