FYI:

----- Original Message -----
From: "Widya Wijayanti" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, April 07, 2001 5:43 PM
Subject: [ekonomi] seminar semarang


> pengumuman pertama
>
> Seminar
> SEMARANG ABAD KE-21: MERAIH KEJAYAAN TANJUNG EMAS
>
> Semarang, rabu 2 mei 2001 & kamis 3 mei 2001
>
>  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
> diselenggarakan oleh
> John Wirawan & Rekan-Rekan
> Jentera Kota
> didukung oleh
> PT Bhumi Manyaran Permai
> PT APARC
> bertempat di  Grhadika Bhakti Praja
> ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
>
>
> Latar Belakang
>
> Di usianya yang ke 454 tahun, Semarang seperti tengah memasuki senja dalam
> kerentaan. Kecantikannya di masa lampau hampir tinggal kenangan yang hanya
> akan ditemukan dalam arsip dan buku sejarah. Banjir yang tak kunjung
> tertanggulangi, ditambah rob yang semakin meluas dan sungai-sungai keruh
> yang dipenuhi sampah membuat kota ini seperti makhluk yang dirundung
> penyakit kronis. Kalau ada sisi baik yang masih dimiliki Semarang, ialah
> tingkat keamanan yang lebih tinggi daripada kota besar lain di Indonesia.
> Kota ini boleh dikatakan relatif bebas dari huru-hara dan kerusuhan yang
> akhir-akhir ini menjadi ancaman.
>
> Tercatat dalam perjalanan sejarahnya, Semarang mengalami kejayaan sebagai
> bandar penting di pesisir utara Jawa. Ketika orang masih tergantung
> sepenuhnya pada alam, dan pola pelayaran diatur oleh daur musim, Semarang
> telah menjadi salah satu simpul jaringan pelayaran dan perdagangan
regional
> (Asia) dan Nusantara. Persinggahan Cheng Hoo pada permulaan abad 15
menjadi
> salah satu bukti kuat pentingnya posisi bandar Semarang ketika itu.
> Selanjutnya Semarang menjadi pelabuhan utama Mataram, ketika pusat
kerajaan
> tersebut bergeser ke pedalaman.
>
> Menyadari keunggulannya, VOC mengincar Semarang dan berhasil memperolehnya
> sebagai pembayaran hutang Mataram dalam mengatasi pemberontakan Trunojoyo
> pada akhir abad 17. Pada tahun 1708 secara resmi VOC memindahkan pusat
> kegiatannya dari Jepara. Dalam pelukan VOC dan kemudian pemerintah
Kerajaan
> Belanda, Bandar Semarang mengalami lagi kejayaannya bersama Batavia dan
> kemudian Surabaya. Prasarana dan sarana sebagai kota modern, terutama
> transportasi, dikembangkan pada abad 19 untuk menunjang eksploitasi sumber
> daya alam Jawa, dan Semarang tercatat sebagai pelopor dalam sistem
jaringan
> kereta api di Nusantara. Pada permulaan abad 20 kota ini mempunyai
> aksesibilitas tinggi dengan pencapaian dari darat, laut dan udara.
>
> Peran sebagai pusat tersebut secara berangsur-angsur digeser dan
> "ditenggelamkan" oleh Surabaya, sementara Jakarta semakin melejit. Lokasi
> strategis di pantai utara Jawa Tengah tidak lagi dapat menjadi andalan
untuk
> mengembalikannya pada zaman keemasan. Ketidakberdayaan Semarang mengatasi
> masalah lingkungan perairan bahkan ikut andil dalam menyeret Jawa Tengah
> yang bertanah subur terpuruk sebagai provinsi termiskin keenam di
Indonesia.
>
> "Gerlapnya" pembangunan sarana-prasarana, termasuk untuk pengelolaan
sumber
> daya air, dan pranata hukum, baik pusat, maupun daerah, yang dapat
> disaksikan selama lebih dari dua dasawarsa terakhir ternyata belum dapat
> menghapus sisi gelap lingkungan dan habitat. Sebaliknya, justru mewariskan
> segunung masalah lain untuk masa depannya.
>
> Renta, berpenyakitan, dan terpuruk tak berdaya tentu sama sekali bukan
> kondisi yang dicita-citakan oleh semua orang, baik warga Semarang, maupun
> Jawa Tengah. Terlebih lagi kalau dililit hutang. Tidak bisa dipungkiri,
> selama ini ada sesuatu yang salah dalam pendekatan pembangunannya yang
tidak
> hanya perlu dicari penyebabnya, akan tetapi juga dicarikan jalan
keluarnya,
> termasuk memutus lingkaran setan yang telah menjadi penyebab sikap apatis
> dan bara amarah massa.
>
> Bangkit dan mengangkat diri dari keterpurukan, meraih kejayaan bandar
> Nusantara, bukan sekedar mimpi kosong untuk Kota Semarang dan sekitarnya.
> Globalisasi bisa menciptakan peluang untuk menempatkan  Semarang sebagai
> bandar besar, simpul jaringan transportasi dan perdagangan Nusantara,
> regional Asia, dan dunia, terutama bila diperlengkapi dengan prasarana dan
> sarana inter-moda transportasi (darat - laut - udara). Samudra Pasifik dan
> Samudra Hindia dapat terhubungkan secara lebih efisien melalui
pengembangan
> poros Semarang  - Cilacap, baik jalan raya, maupun kereta api.
>
> Namun demikian, kebangkitan tersebut harus merupakan keinginan bersama dan
> kesepakatan semua pihak untuk bergandengan memberdayakan potensi sumber
daya
> alam dan manusia yang masih dimiliki demi peningkatan kesejahteraan
bersama.
> Untuk itu, pengutamaan pemanfaatan teknologi tidak dapat dihindari lagi
> untuk mengurangi beban ketergantungan pada sumber daya alam yang selama
> lebih dari tiga dasawarsa kemarin telah meninggalkan masalah lingkungan
> pula.
>
>
> Tujuan
> Seminar bertema "Semarang Abad ke-21: Meraih Kejayaan Tanjung Emas."
> diadakan untuk menggali dan mengembangkan gagasan inovatif yang berwawasan
> lingkungan (sosial budaya, ekonomi, dan hayati) dan peduli terhadap
generasi
> mendatang, dengan prinsip memanfaatkan dan memberdayakan potensi sumber
daya
> lokal.
>
> Secara rinci, tujuan diadakannya seminar ialah:
> o Mengidentifikasi masalah yang dihadapi dan potensi yang dimiliki yang
> dapat mendukung memecahkan masalah tersebut dengan sikap dan pendekatan
yang
> berbeda dari kemarin.
> o Mencari alternatif proses pemecahan masalah lingkungan Kota Semarang
yang
> inovatif, sekaligus berkelanjutan (sustainable).
> o Mengembangkan gagasan yang dikemukakan, menjadi dasar kajian lanjut yang
> mungkin diterapkan dalam rencana tindak, melalui dialog dengan para
petaruh
> pembangunan.
> o Memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang upaya perbaikan
> lingkungan, dan menangkap aspirasi mereka untuk dapat mengoptimalkan peran
> semua petaruh pembangunan di Semarang dan sekitarnya.
> o Membuka pilihan-pilihan  lain yang memantapkan proses bottom-up lewat
> kerja nyata pembangunan yang dirancang sekaligus untuk membangkitkan
> masyarakat dari sikap apatis.
> o Mendorong perubahan berkelanjutan (sustainable) pranata sosial dan
hukum,
> termasuk kinerja kelembagaannya, baik swasta,  maupun pemerintah.
>
>
> Output
> Kembangan gagasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional, dan
> pilihan (option) yang juga telah mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan
> para petaruh pembangunan. Produk ini siap diangkat sebagai dasar untuk
> melakukan kajian untuk menyusun rencana tindak dan implementasinya.
>
>
> Peserta
> Seminar dua hari, masing-masing dirancang untuk kelompok peserta yang
> spesifik. Hari pertama, dengan sub-tema "Pembangunan berkelanjutan
> berwawasan teknologi," lebih berorientasi pada diskusi ilmiah tentang
> gagasan dan konsep untuk mengatasi masalah lingkungan Semarang dan
> sekitarnya dalam mempersiapkan kota ini dalam memasuki era perdagangan
> bebas.
>
> Peserta hari pertama terutama adalah:
> o Pemda/Pemkot dan DPRD Provinsi  Jawa Tengah; Kota Semarang; dan
Kabupaten
> Semarang, Kendal, Demak, Purwodadi, serta Cilacap.
> o Dinas terkait, termasuk: Bappeda Bappedal, Dinas-Dinas Perhubungan,
> Pekerjaan Umum (Pengairan, Cipta Karya dan Bina Marga), Pertanian,
> Perikanan, Kehutanan, Tata Kota/Tata Bangunan, serta Perindustrian dan
> Perdagangan.
> o PT Pesero Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Emas, PT Pesero Angkasa
> Pura I Cabang Bandara A.Yani, dan PT KAI.
> o Dewan Riset Daerah, dan Dewan Kota Semarang.
> o Perguruan Tinggi setempat, termasuk Universitas Diponegoro, Unika
> Soegijopranoto, Universitas Sultan Agung, Universitas Negeri Semarang; dan
> UKSW, dengan pakar dalam bidang Perencanaan Wilayah, Lingkungan, Otonomi
> Daerah, Sosial Budaya, Ekonomi, Kelautan, Geografi dan Geologi.
> o Asosiasi profesi: IAP, Ikatan Ahli Geografi/Geologi; Inkindo, dan Kadin
> Jateng serta Semarang.
> o LSM dengan fokus kegiatan lingkungan, perekonomian rakyat, pertanian,
> perikanan laut, dan darat.
> o Media massa.
>
> Hari kedua, dengan sub-tema "Peluang dan partisipasi lokal," berorientasi
> pada partisipasi masyarakat, termasuk sektor riel, untuk mengundang
gagasan
> proses pembangunan bottom-up dan implikasinya kepada petaruh pembangunan
> secara berkelanjutan.
>
> Peserta yang diharapkan pada hari kedua termasuk:
> o Pemda/Pemkot dan DPRD Provinsi  Jawa Tengah; Kota Semarang; dan
Kabupaten
> Semarang, Kendal, Demak, Purwodadi, serta Cilacap.
> o BKPMD Jawa Tengah, Badan Pertanahan Nasional
> o Pengusaha (barang, jasa, real estate, perbankan, asuransi, dan
keuangan),
> industriawan, profesional, KADIN Jawa Tengah dan Semarang, INKINDO,
GAPENSI,
> o Warga kota/kabupaten dan tokon masyarakat, termasuk penghuni kawasan
> bencana (banjir atau rob, longsor, dan badai ) atau yang terkena dampak
> penurunan lingkungan; dan kelompok-kelompok masyarakat yang sudah ada di
> kawasan tersebut.
> o LSM dengan fokus kegiatan lingkungan, perekonomian rakyat, perikanan
> pesisir.
> o Media massa.
>
>
> Acara
> Hari Pertama, Rabu 2 Mei 2001
> Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Teknologi
>
> 08:00 - 08:30 Pendaftaran peserta
> 08:30 - 08:35  Ucapan selamat datang
> 08:35 - 09:05 Catatan pembuka seminar oleh Gubernur Jawa Tengah
> 09:05 - 09:45  Keynote speechSarwono Kusumaatmaja, Menteri Kelautan dan
> Perikanan  "Menyeimbangkan pembangunan darat dan laut."
> 09:45 - 10:00 Rehat kopi dan ramah tamah
> 10:00 - 13:00  Babak ke-1: Mendunia di Abad 21Ketua sidang: DR. dr. Satoto
> 10:00 - 10:40 1. Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc. "Masa depan Semarang."
> 10:40 - 11:20 2. Aca Sugandi, "Nusantara di tengah arus globalisasi dan
> prospeknya dalam sistem regional."
> 11:20 - 12:00 3. Prof. Satjipto Rahardjo, SH., "Tinjauan sosiologi  hukum
> globalisasi, dan implikasinya terhadap pelaksanaan pembangunan di era
> otonomi."
> 12:00 - 13:00 Tanggapan: ir. Tedjo Suminto; drs. Bambang Sriwidiyoko
> 13:00 - 13:40 Isoma
>
> 13:40 - 17:50 Babak ke-2: Bertumpu pada Kekuatan Lokal Ketua sidang: ir.
> Widya Wijayanti, MPH., M.URP
> 13: 40 - 14:20: 4. DR. Asis Djajadiningrat "Pembangunan berkelanjutan:
> Inovasi teknologi atau eksploitasi sumber daya alam?"
> 14:20 - 15:00 5. drs. Hadi Sutarmanto, MS., "Kekuatan sosial budaya: Modal
> utama pembangunan."
> 15:00 - 15:40 6. ir. Tubagus Furqon Sofhani, MA, "Partisipasi masyarakat
> dalam perencanaan sektor publik (bottom-up process)."
> 15:40 - 16:20 7. DR. Arwin Sabar, M.Sc., "Pengembangan prasarana wilayah
> pesisir."
> 16:20 - 17:20 Tanggapan: drs. Darmanto Jatman, SU                    Prof.
> Suharyono                    Sasongko Tedjo, SE., MM.
ir.
> Mestika Hardjanegara, M.Sc.
> 17:20 - 17:50 Diskusi
> 17:50 - 18:00  Pembacaan rumusan dan Penutupan
>
>
> Hari Kedua, Kamis 3 Mei 2001
> Peluang dan Partisipasi Lokal
>
> 08:00 - 08:30 Pendaftaran peserta
> 08:30 - 08:35  Ucapan selamat datang
> 08:35 - 09:15 Keynote speechRizal Ramli, Menteri Ekuin
> 09:15 - 09:30  Rehat kopi dan ramah tamah
> 09:30 - 13:30  Babak ke-1: Memanfaatkan peluang dengan berkelanjutan
Ketua
> sidang: DR. Budi Widiarnako
> 09:30 - 10:10 1. Omar Halim, ""Pilihan-pilihan untuk eksis di tengah arus
> globalisasi."
> 10:10 - 10:50 2. ir. Sutikni Utoro, "Visi Pemerintah dalam pengembangan
> wilayah Indonesia Tengah."
> 10:50 - 11:10 3. DR. Hartoyo Wignyowiyoto, "Membiayai pembangunan dengan
> menggalang kekuatan lokal."
> 11:10 - 11:50 4. Ir. Suwardjoko Warpani,  "Mengembangkan jaringan
> transportasi terpadu dan memotong jarak: poros Cilacap - Semarang."
> 11:50 - 12:50 Tanggapan: drs. Suwarsono, M.Sc.; DR. Miyasto; ir. Andy
> Siswanto, M.Arch., MCP. dan PT Pesero Pelabuhan Indonesia III Cabang
Tanjung
> Emas.
> 12:50 - 13:30 Diskusi
> 13:30 - 14:10 Isoma
> 14:10 - 15:30 Babak ke-2: Berbagi Peran dan tanggung Jawab
> (Panel)Moderator: drs. Darmanto Jatman, SU
> 14:10 - 15:40: Panelis:      Ferry Sonneville; dr. A. B. Ghifari; ir.
> Sudjadi; Irwan Hidayat; drs. F.X. Soekarno, M.Si; Prof. Satjipto Rahardjo,
> SH
> 15:40- 16:40 Diskusi
> 16:40 Pembacaan simpulan dan Penutupan
>
>
> Penyelenggara
> Acara ini merupakan kerja sama antara JOHN WIRAWAN & REKAN-REKAN dengan
> JENTERA KOTA, didukung  oleh BHUMI MANYARAN PERMAI dan APARC INDONESIA.
>
>
> Makalah Pendamping
> Panitya menerima karya tulis, sketsa gagasan atau pemikiran, data atau
> informasi (verbal, gambar, foto) yang sesuai dengan tema seminar,
"Semarang
> Abad ke-21: Meraih Kejayaan Tanjung Emas." Yang dinilai memenuhi syarat
akan
> dimuat dalam proceeding seminar.
>
>
> Pendaftaran
> Pendaftaran atau kontak dialamatkan pada Sekretariat Seminar "Semarang
Abad
> ke- 21: Meraih  Kejayaan Tanjung Emas,"
> Sdr. Toto Suharto
> Bhumi Manyaran Permai, Jl. Gisiksari No.4 Semarang, 50222.
> Tel.024 760 7774, Fax. 760 8090
> E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Iuran peserta dapat dikirimkan langsung ke rekening John Wirawan, No.
> 2.018.03.221.6, BII Cabang Sultan Agung Semarang.
>
> Hari ke-1 saja Umum  Rp.  80.000
>   Mahasiswa  Rp.  30.000
> Hari ke-2 saja Umum   Rp.  80.000
>   Mahasiswa  Rp.  30.000
> Hari ke-1 & 2   Umum   Rp.150.000
>   Mahasiswa  Rp.  50.000
>
> Borang pendaftaran
>
>
> Saya yang bertandatangan di bawah ini,
> Nama
> Pekerjaan/Jabatan
> Lembaga/Organisasi
> Alamat
>
> Kota  Kode Pos
> Telepon  Faksimile
> E-mail
>
>
> Dengan ini menyatakan akan mengikuti Seminar "Semarang Abad ke-21: Meraih
> Kejayaan Tanjung Emas.."
> **
> ?   Hari ke-1  ?   Hari ke-2  ?   Hari ke-1 & 2
>
> Bersama ini saya lampirkan tanda pengiriman kontribusi peserta sebesar:
> **
> ?   Rp.80.000 ?   Rp.150.000  sebagai peserta umum
> ?   Rp.30.000 ?   Rp.  50.000 sebagai peserta pelajar/mahasiswa
>
>
>
> Tanggal
> Tanda tangan
>
> **  (beri tanda "?" pada kotak yang dimaksud)
>



---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke