Daftar berita terlampir:
* Sikap Indonesia terhadap Keputusan AS, Mengecewakan (2001-04-12)
* Masyarakat Belum Bisa Menerima Kembali IIU (2001-04-12)

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Sikap Indonesia terhadap Keputusan AS, Mengecewakan
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0104/12/IPTEK/sika10.htm
Sikap Indonesia yang terus berdiam diri dalam menghadapi pernyataan Amerika 
Serikat-bahwa AS tidak akan mendukung Protokol Kyoto-sangat mengherankan dan 
mengecewakan. "Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki kekayaan alam dan 
keanekaragaman hayati yang begitu besar, ternyata tidak memberi sikap yang jelas 
terhadap perkembangan yang terjadi di dunia internasional di bidang pelestarian 
lingkungan hidup."Demikian pernyataan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), 
dalam siaran persnya hari Rabu (11/4), di Jakarta. Direktur Eksekutif ICEL Wiwiek 
Awiati SH MHum menekankan, perubahan iklim akan menyebabkan kerugian yang tidak 
sedikit. "Bukan hanya bagi industri pertanian, perikanan, dan turisme, tetapi juga 
bagi kita semua dalam bentuk krisis air bersih, meningkatnya frekuensi penyakit 
tertentu, serta terjadinya banjir besar-besaran," tandasnya.
(Kompas, 2001-04-12)



Masyarakat Belum Bisa Menerima Kembali IIU
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0104/12/iptek/masy10.htm
Sampai saat ini sebagian besar masyarakat belum bisa menerima kembali kehadiran PT 
Inti Indorayon Utama (IIU) di Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara (Sumut). 
Oleh karena itu, perusahaan pembuat bubur kertas (pulp) tersebut dituntut untuk mampu 
meyakinkan masyarakat terkait bahwa ia tidak akan mengulangi kesalahan lamanya, 
khususnya tentang pencemaran lingkungan.

Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) Sonny Keraf menegaskan hal tersebut di 
sela-sela dialog interaktif "Pengelolaan Lingkungan dalam Otonomi Daerah", di 
Yogyakarta, Rabu (11/4). Ia dimintai tanggapannya berkaitan dengan pernyataan Wahana 
Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bahwa organisasi tersebut bersikukuh agar PT IIU 
tetap ditutup (jangan diberi izin untuk beroperasi kembali).
(Kompas, 2001-04-12)




---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke